Deeptalk.co.id – Work life balance merupakan slogan yang sering dikemukakan oleh gen z. Sayangnya, generasi sebelumnya justru menganggap itu berlebihan. Namun tahukah kamu bahwa memiliki seimbang antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi adalah hal yang penting. Keseimbangan dari keduanyalah yang membuat para pekerja terhindar dari yang kondisi burnout.
Istilah burnout sendiri mungkin tidak asing lagi. Khususnya untuk mereka yang bekerja. Burnout adalah kondisi dimana seseorang mengalami kelelahan berlebih secara emosional maupun fisik, yang mana berdampak pada stress berkepanjangan. Burnout umumnya disebabkan oleh tekanan berlebih di tempat kerja, beban pendidikan, atau masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Gen z memang sering dianggap memiliki kondisi mental yang lemah jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Namun, itu bukan berarti gen z benar-benar lemah. Banyak gen z yang sangat paham akan kesehatan mental. Mereka menjaga agar kondisi mentalnya tidak terganggu dengan cara-cara yang mungkin tidak bisa dipahami oleh generasi sebelumnya. Hal inilah yang membuat generasi sebelumnya menganggap para gen z berlebihan dalam menanggapi isu kesehatan mental. Tapi, perlu diingat bahwa mencegah akan lebih baik dari pada mengobati. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai 10 tips terhindar dari burnout ala gen z.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut 10 tips terhindar dari burnout ala gen z:
1. Tetapkan Batasan

Pekerjaan dan pendidikan memang sering kali menghabiskan banyak waktu di hidup kita. Namun kita harus paham bahwa sangat penting untuk menetapkan batasan antara pekerjaan/pendidikan dengan kehidupan pribadi kita. Untuk bisa bekerja dan belajar kita membutuhkan tubuh yang fit. Maka dari itu, beri waktu untuk istirahat dan menikmati hidup yang kamu miliki.
2. Self Care

Pahami bahwa dirimu juga perlu mendapatkan perhatian. Self care adalah salah satu upaya untuk memberikan perhatian bagi diri sendiri. Banyak cara untuk melakukan self care. Mulai dari melakukan hal-hal yang kamu sukai, mengikuti yoga, meditasi, atau sekedar menggunakan skincare dan menjaga kesehatan.
3. Tidur yang Cukup

Tips ketiga adalah dengan tidur atau istirahat yang cukup. Bekerja atau menempuh pendidikan memang merupakan hal penting untuk dilakukan. Namun ingat bahwa tubuhmu butuh untuk beristirahat yang cukup. Pastikan kamu mendapatkan tidur 7-8 jam dalam sehari untuk mengurangi resiko stress.
Baca juga: Mulai Memasuki Dunia Kerja? Gen Z Perlu Tahu Gejala Burnout!
4. Mengkonsumsi Makanan Bergizi Seimbang

Tips keempat adalah dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang. Asupan makanan akan mempengaruhi kondisi kesehatan, baik itu fisik maupun mental. Selain itu, mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang akan meningkatkan energi untuk bisa bekerja atau menempuh pendidikan. Bayangkan bagaimana jika kamu bekerja atau belajar dalam kondisi perut kosong. Tentu akan membuat rasa tidak nyaman, dan pekerjaan akan terganggu.
5. Olahraga Teratur

Tips kelima adalah dengan olahraga secara teratur. Jangan takut menyisihkan sedikit waktu yang kamu punya untuk berolahraga. Pasalnya, olahraga akan menghasilkan hormon dopamin yang mampu membuat kamu semangat untuk menjalani hari. Kamu bisa mulai dengan melakukan olahraga ringan. Misalnya dengan jalan kaki, bersepeda, dan lain sebagainya.
6. Hindari Teknologi Sebelum Tidur

Tips keenam adalah dengan menghindari teknologi sebelum tidur. Tips kali ini mungkin akan sedikit sulit bagi para gen z yang sangat lekat dengan teknologi. Namun, ketahuilah bahwa sinar biru dari perangkat teknologi yang kamu miliki akan membuat kamu semakin sulit untuk terlelap. Selain itu, otak kamu akan terus aktif dan mengalami kelelahan. Untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, cobalah untuk menerapkan tips keenam ini.
7. Dapatkan Dukungan Sosial

Memang benar kalau gen z bisa membangun relasi dengan banyak orang. Namun kebanyakan relasi itu hanya bersifat online, dan tidak menumbuhkan sebuah ikatan yang berarti. Cobalah untuk memiliki setidaknya satu atau dua orang yang bisa memiliki ikatan kuat dan memberikan dukungan secara emosional untuk mu. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan tempat berkeluh-kesah, dan meringankan bebanmu.
8. Tetapkan Tujuan Realistis

Perkembangan teknologi membuat kita melihat banyak sekali kehidupan dan pencapaian orang-orang. Hal tersebut terkadang membuat kita menetapkan tujuan yang tidak realistis. Untuk terhindar dari burnout, ada baiknya kita memahami kemampuan diri sendiri. Dengan begitu, kita bisa menetapkan tujuan yang lebih realistis, dan terhindar dari burnout.
9. Lakukan Aktivitas Menyenangkan

Tips kesembilan adalah dengan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Tidak ada salahnya untuk menyenangkan diri sendiri. Lakukan segala hal yang menurutmu menyenangkan. Misalnya dengan membaca buku, menonton film, atau kegiatan lainnya. Namun pastikan hal itu tidak berlebihan, dan sesuai dengan porsi yang kamu butuhkan.
10. Dapatkan Bantuan Profesional

Tips kesepuluh adalah dengan mendapatkan bantuan profesional. Terutama jika kamu tidak memiliki teman atau orang terdekat untuk bercerita. Jangan pernah takut untuk berkonsultasi dengan psikolog. Pasalnya, konsultasi dengan psikolog tidak perlu menunggu kamu mengalami gangguan mental. Jika kamu tidak tahu hendak kemana, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id. Disana kamu bisa menemukan para profesional dibidang kesehatan mental.
Itu dia beberapa tips yang bisa para gen z atau generasi lain lakukan untuk terhindar dari burnout. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Dampak dan Cara Mengatasi Rasa Khawatir Berlebihan Pada Gen Z
Sumber:
World Health Organization (2019). Burn-out an "occupational phenomenon": International Classification of Diseases.
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behavior, 2(2), 99-113.
Ainun, A. N. A. (2022). Relationship between Work-life Balance, Burnout and Turnover Intention in Millennial Workers.
Abdillah, W., & Hartono, J. (2015). Partial Least Square ... Burnout Pada Karyawan Generasi Z Di Kota Pontianak. EKSISTENSI, 6(1), 18-26.
American Psychological Association (2020). Stress in America: Coping with Change.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



