Semua artikel
Pekerjaan

Attachment Style di Tempat Kerja: Bagaimana Gaya Kelekatan Mempengaruhi Dinamika Profesional

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Umumnya attachment style memang sering digambarkan sebagai dampak pola asuh yang mempengaruhi hubungan romantis. Namun nyatanya, hubungan dalam hal ini tidak selalu tentang hubungan romantis. Hubungan seperti pertemanan atau rekan kerja juga bisa berdampak akibat attachment style tersebut.

Attachment style sendiri adalah pola keterikatan yang dipicu oleh ikatan emosional di masa kanak-kanak, yang biasanya ikatan emosional dengan pengasuh atau orang tua. Dimana hal tersebut cukup memberikan dampak jangka panjang, tepatnya dalam kemampuan mengelola emosi, berinteraksi, termasuk dalam menjalin hubungan interpersonal.

Tanpa kita sadari, attachment style juga mempengaruhi kehidupan profesional seseorang. Setiap tipe attachment style memiliki ciri khas masing-masing dalam dunia kerja, yang kebetulan akan kita bahas lebih lanjut pada artikel ini.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Attachment style yang terbentuk sejak masa kanak-kanak ini mempengaruhi cara individu dalam bersosial, termasuk di dunia kerja. Hubungan dalam dunia kerja sendiri umumnya terbagi ke dalam tiga bagian utama, yaitu hubungan dengan atasan, hubungan dengan rekan kerja, dan hubungan dengan bawahan. Berikut penjelasan masing-masing hubungan, dan tipe attachment style dalam hubungan tersebut.

Attachment Style dan Hubungan dengan Atasan

Saat bersosial dengan atasan, tentu dalam hal ini kita akan memposisikan diri sebagai bawahan atau karyawan. Berikut tipe-tipe attachment style sebagai karyawan:

Secure attachment sebagai karyawan

Secure attachment merupakan tipe attachment style yang paling sehat secara mental dan emosional. Sebagai karyawan, individu dengan secure attachment cenderung lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat, mampu menerima kritikan secara terbuka, dann mudah membangun kepercayaan dengan atasan.

Anxious attachment sebagai karyawan

Anxious attachment merupakan tipe attachment style yang paling takut akan penolakan, dan memiliki kelekatan yang berlebih. Karyawan dengan anxious attachment cenderung selalu mencari validasi dari atasan, terlalu sensitif dengan masukan negatif, dan seringkali overworking saat mendapatkan sedikit pujian.

Avoidant attachment sebagai karyawan

Avoidant attachment merupakan tipe attachment style yang terlalu menarik diri, dan cenderung mengabaikan perasaan emosional. Karyawan dengan avoidant attachment umumnya tidak ingin memiliki kedekatan emosional dengan atasan, enggan meminta atau menerima bantuan, dan kurang terbuka akan kebutuhan bimbingan dari atasan.

Disorganized attachment sebagai karyawan

Disorganized attachment merupakan tipe attachment style yang penuh kebingungan dan kontradiksi dalam hubungan. Karyawan dengan disorganized attachment cenderung sulit membangun kepercayaan dan kejelasan peran, sering menunjukan ketidakstabilan emosi, dan rentan terlibat konflik dengan pemimpin yang otoritas.

Baca juga: Attachment Style dan Kesehatan Mental: Kaitan antara Gaya Kelekatan dan Gangguan Psikologis

Attachment Style dan Hubungan dengan Rekan Kerja

Berikut gambaran tipe attachment style sebagai rekan kerja:

Secure attachment sebagai rekan kerja

Individu dengan secure attachment sebagai rekan kerja cenderung lebih terbuka, kolaboratif, saling mendukung, pandai mengelola konflik, dan bisa menjadi pihak penyeimbang dalam rekan kerja.

Anxious attachment sebagai rekan kerja

Individu dengan anxious attachment sebagai rekan kerja cenderung lebih bergantung akan validasi dari rekan kerja, mudah terjebak konflik emosional, dan terlalu mencampur adukan kehidupan pribadi dan profesional.

Avoidant attachment sebagai rekan kerja

Individu dengan avoidant attachment sebagai rekan kerja cenderung lebih menolak kedekatan sesama rekan kerja, sulit mempercayai masukan positif, dan lebih nyaman bekerja secara individual.

Disorganized attachment sebagai rekan kerja

Individu dengan disorganized attachment sebagai rekan kerja cenderung lebih memiliki dinamika sosial yang tidak stabil, bisa sangat tertutup namun juga menjadi sangat emosional, dan kesulitan mempertahankan hubungan profesional yang konsisten.

Baca juga: Healing Attachment Wounds: Peran Terapi dalam Mengubah Pola Kelekatan

Attachment Style dan Hubungan dengan Bawahan

Saat bersosial dengan bawahan, tentu dalam hal ini individu berperan sebagai atasan. Berikut tipe-tipe attachment style sebagai atasan:

Secure attachment sebagai atasan

Individu dengan secure attachment sebagai atasan cenderung lebih memiliki empati dan mampu menciptakan suasana kerja yang aman secara emosional.

Anxious attachment sebagai atasan

Individu dengan anxious attachment sebagai atasan cenderung lebih micromanage, terlalu mencari pengakuan dari bawahan, dan tidak stabil dalam mengambil keputusan terutama saat menghadapi stress.

Avoidant attachment sebagai atasan

Individu dengan avoidant attachment sebagai atasan cenderung lebih dingin dan tidak responsif terhadap kebutuhan emosional tim, terlalu fokus pada hasil, dan minim memberikan dukungan emosional.

Disorganized attachment sebagai atasan

Individu dengan disorganized attachment sebagai atasan cenderung lebih tidak konsisten, sulit diprediksi, membingungkan, dan berpotensi menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman secara psikologis.

Itu dia penjelasan tentang masing-masing tipe attachment style dalam hubungannya secara profesional. Jika kamu mengalami masalah dalam menjalin hubungan sehat di lingkungan kerja. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Memiliki Pasangan yang Selalu Menghindar: Tantangan dan Cara Menghadapi Pasangan dengan Avoidant Attachment

 

Sumber:

Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. Guilford Press.
Richards, D. A., & Schat, A. C. H. (2011). Attachment at (not to) work: Applying attachment theory to explain individual behavior in organizations. Journal of Applied Psychology, 96(1), 169–182.
Harms, P. D. (2011). Adult attachment styles in the workplace. Human Resource Management Review, 21(4), 285–296.
Ein-Dor, T., Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2010). Attachment insecurities and the processing of threat-related information. Personality and Social Psychology Bulletin, 36(9), 1110–1123.
Davidovitz, R., Mikulincer, M., Shaver, P. R., Izsak, R., & Popper, M. (2007). Leaders as attachment figures: Leaders’ attachment orientations predict leadership-related mental representations and followers’ performance and mental health. Journal of Personality and Social Psychology, 93(4), 632–650.
Popper, M., & Mayseless, O. (2003). Back to basics: Applying a parenting perspective to transformational leadership. The Leadership Quarterly, 14(1), 41–65.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Attachment Style di Tempat Kerja: Bagaimana Gaya Kelekatan Mempengaruhi Dinamika Profesional — DeepTalk