Semua artikel
Pekerjaan

Efek Dunning-Kruger di Tempat Kerja: Mengapa yang Paling Percaya Diri Tidak Selalu yang Paling Kompeten

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Dunning kruger effect adalah fenomena psikologi dimana individu dengan kemampuan rendah menganggap dirinya sangat kompeten, sedangkan individu dengan kemampuan tinggi menganggap dirinya kurang kompeten. Fenomena unik ini pertama kali dikemukakan oleh dua orang psikolog bernama Dunning dan Kruger, pada tahun 1999.

Walaupun bukan salah satu jenis gangguan mental, namun dunning kruger effect rupanya cukup berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam artikel kali ini, kami akan membahas dunning kruger effect di tempat kerja, dan dampak apa yang bisa ditimbulkan.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Bentuk Dunning Kruger Effect di Tempat Kerja

Fotografi, Shallu, Shalunarula

Saat berada di dunia kerja kita memang akan menjumpai individu dengan keragaman sifat maupun perilaku. Bukan hal mustahil jika kita bertemu dengan individu yang mengalami dunning kruger effect. Untuk mengenalinya, berikut beberapa bentuk dunning kruger effect di tempat kerja:

Pemimpin yang tidak kompeten

Cukup rumit jika kamu memiliki pemimpin yang tidak kompeten sekaligus mengalami dunning kruger effect. Pasalnya, pemimpin semacam itu berlebihan menganggap dirinya kompeten, walau pada kenyataannya tidak. Selain itu, rasa percaya diri akan kemampuannya sering kali membuat mereka mengambil keputusan yang salah. Pemimpin semacam ini bisa menciptakan lingkungan kerja yang tidak produktif, penuh konflik, dan bisa menghambat kinerja tim.

Karyawan overconfident

Memiliki karyawan yang merasa memiliki kompetensi tinggi tanpa benar-benar memahami kemampuan dan keterampilannya juga merupakan salah satu bentuk dunning kruger effect di tempat kerja. Karyawan semacam ini umumnya akan menolak pelatihan atau masukan terkait kompetensinya, salah dalam menilai prioritas kerjaan, dan cenderung menyebarkan informasi ke rekan kerja. Semua itu didasarkan oleh rasa percaya diri yang terlalu tinggi, didampingi dengan kemampuan yang tidak memadai.

Kesalahan proses rekrutmen dan promosi karyawan

Dalam proses rekrutmen umumnya rekruter akan memilih kandidat yang kelihatan memiliki kemampuan. Sedangkan individu dengan dunning kruger effect cenderung menunjukan kelebihan mereka, seakan mereka ahli di bidang yang dituju. Disisi lain, individu yang memiliki kemampuan tinggi tidak akan menunjukkan keahliannya. Hal tersebut yang sering menimbulkan kesalahan dalam proses rekutmen. Tidak hanya proses rekrutmen, kesalahan dalam promosi karyawan juga bisa terjadi akibat dunning kruger effect. Pasalnya, karyawan dengan kemampuan baik tidak begitu vocal akan kemampuannya. Sedangkan karyawan dengan minim kemampuan terlalu menunjukan kemampuan yang tidak dimilikinya.

Baca juga: Ketika Percaya Diri Tidak Selalu Tanda Kompetensi: Memahami Dunning-Kruger Effect dalam Kehidupan Sehari-hari

Dampak Dunning Kruger Effect di Dunia Kerja

Fotografi, Shallu, Shalunarula

Dunning kruger effect juga bisa memberikan dampak yang cukup beragam di dunia kerja, misalnya:

Penurunan kinerja tim

Dampak pertama dari dunning kruger effect di tempat kerja adalah terjadinya penurunan kinerja tim. Hal ini bisa dipicu oleh pemimpin tidak kompeten yang mengalami dunning kruger effect. Pasalnya, mereka bisa memicu suasana kerja yang tidak nyaman, pembagian tugas yang tidak sesuai, dan pengambilan keputusan yang keliru.

Hambatan inovasi

Dampak kedua dari dunning kruger effect di tempat kerja adalah hambatan dalam berinovasi. Pasalnya, fenomena dunning kruger effect ini membuat seseorang tidak bisa menerima masukkan maupun perubahan karena menganggap dirinya memiliki kemampuan yang sangat baik dalam bekerja. Perasaan seperti tahu segalanya, superior, dan sejenisnya, cenderung menimbulkan hambatan akan kemunculan ide baru atau cara kerja baru.

Produktivitas menurun

Dampak ketiga dari dunning kruger effect di tempat kerja adalah terjadinya penurunan produktivitas. Hal ini bisa dipicu oleh kesalahan proses rekutmen atau promosi karyawan. Pasalnya, karyawan yang diterima atau yang mendapatkan promosi bisa jadi adalah sosok yang tidak memiliki kompetensi cukup untuk mengisi posisi tersebut. Pada akhirnya produktivitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

Kesalahan dalam mengambil keputusan

Dampak keempat dari dunning kruger effect di tempat kerja adalah kemungkinan kesalahan dalam pengambilan keputusan. Individu dengan dunning kruger effect cenderung terlalu percaya diri terhadap keputusan yang akan diambil. Sehingga mereka tidak mempertimbangkan baik-baik keputusan tersebut.

Stagnasi karir

Dampak kelima dari dunning kruger effect di tempat kerja adalah mengalami stagnasi karir. Dampak ini masih berhubungan dengan kesalahan promosi karyawan. Pasalnya, karyawan dengan kemampuan tinggi cenderung tidak menunjukan kemampuan mereka. Walaupun mereka pantas dan mampu untuk mengisi posisi yang lebih tinggi. Tapi jika tidak ada yang mengetahui hal tersebut, maka karyawan tersebut kemungkinan besar akan terus berada di posisi itu.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai dunning kruger effect di tempat kerja, dan dampak yang bisa dirasakan. Jika kamu mengalami dunning kruger effect dan merasa butuh untuk membenahi hal tersebut. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Membangun Secure Attachment di Masa Dewasa: Apakah Mungkin Berubah?

 

Sumber:

Dunning, D., & Kruger, J. (1999). Unskilled and unaware of it: How difficulties in recognizing one’s own incompetence lead to inflated self-assessments. Journal of Personality and Social Psychology, 77(6), 1121–1134. https://doi.org/10.1037/0022-3514.77.6.1121
Dunning, D. (2011). The Dunning–Kruger Effect: On Being Ignorant of One’s Own Ignorance. Advances in Experimental Social Psychology, 44, 247–296.
Pennycook, G., & Rand, D. G. (2019). Lazy, not biased: Susceptibility to partisan fake news is better explained by lack of reasoning than by motivated reasoning. Cognition, 188, 39–50.
Kruger, J., & Dunning, D. (2009). Why people fail to recognize their own incompetence. Current Directions in Psychological Science, 20(2), 93–96.
Ames, D. R., & Kammrath, L. K. (2004). Mind-reading and metacognition: Narcissism, not actual competence, predicts self-estimated ability. Journal of Nonverbal Behavior, 28(3), 187–209.
Ryvkin, D., Krajčová, J., & Ortmann, A. (2012). Are the unskilled doomed to remain unaware?. Journal of Economic Psychology, 33(5), 1012–1031.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Efek Dunning-Kruger di Tempat Kerja: Mengapa yang Paling Percaya Diri Tidak Selalu yang Paling Kompeten — DeepTalk