Semua artikel
Kesehatan Mental

Overthinking dan Anxiety: Teknik Mindfulness untuk Gen Z agar Bisa Lebih Tenang

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gen z adalah generasi yang lahir pada era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Banyak manfaat yang mereka dapatkan, mulai dari berbagai bantuan dalam bekerja, hingga kemudahan dalam mengakses informasi. Namun, segala kemudahan yang didapatkan gen z tentu ada dampaknya. Terutama jika teknologi digunakan secara berlebihan.

Gen z saat ini sudah berusia remaja dan dewasa awal. Sayangnya, banyak diantara mereka yang mengalami berbagai masalah mental. Tidak selalu tentang gangguan mental yang berat, namun terkadang cukup mengganggu. Misalnya yang cukup sering dijumpai adalah overthinking dan kecemasan.

Overthinking dan kecemasan pada dasarnya adalah hal yang normal selama bisa dijalani dengan baik dan tidak berdampak besar pada kehidupan sehari-hari. Namun, baik overthinking maupun kecemasan sering kali membuat para gen z merasa tidak tenang. Perasaan tidak tenang inilah yang cenderung mengganggu produktivitas dan kenyamanan para gen z.

Overthinking adalah kondisi dimana seseorang berpikir secara berlebihan untuk hal-hal yang perlu dipikirkan secara berlebihan. Sedangkan kecemasan adalah kondisi dimana seseorang merasa takut atau khawatir berlebihan akan objek atau kondisi tertentu. Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, overthinking dan kecemasan bisa berkembang menjadi gangguan mental yang lebih serius lagi.

Lantas, bagaimana cara agar para gen z bisa lebih tenang dan terhindar dari overthinking dan kecemasan? Artikel kali ini akan membahas tentang teknik mindfulness yang bisa membantu kondisi tersebut. Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Segera konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Mindfulness

Little girl holding hand on throat in checked shirt, jacket and looking unwell

Sebelum kita masuk pada bagaimana penerapan teknik mindfulness itu. Kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu mindfulness. Mindfulness adalah sebuah upaya untuk memberikan perhatian secara sengaja terhadap apa yang sedang dihadapi pada saat ini. Artinya, saat menerapkan teknik mindfulness seseorang akan merasakan kesadaran secara penuh tanpa adanya bantahan dalam bentuk apapun.

Teknik mindfulness sendiri diadaptasi dari tradisi meditasi yang dilakukan oleh kaum Buddhis. Dimana teknik ini dipercaya mampu mendatangkan ketenangan dan mengatasi berbagai masalah kesehatan mental. Masalah kesehatan mental yang berhubungan dengan mindfulness ini misalnya stress berlebih, kecemasan, dan juga overthinking.

Baca juga: Mindfulness di Era Digital: Cara Gen Z Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Informasi Berlebih

Penerapan Teknik Mindfulness Pada Gen Z

Expressive young girl posing in the studio

Terdapat beberapa cara yang bisa gen z terapkan untuk melakukan teknik mindfulness, diantaranya:

Mindful breathing (pernapasan sadar)

Teknik mindful breathing ini pada dasarnya sangat sederhana, yaitu dengan fokus terhadap pernapasan masuk dan keluar. Penerapannya juga sangat mudah dan bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Langkah pertama untuk melakukan mindful breathing adalah dengan menarik napas dalam-dalam melalui hidung, lalu hembuskan secara perlahan. Rasakan setiap proses itu dengan sadar. Teknik sederhana ini dipercaya mampu menenangkan sistem saraf dan mendatangkan ketenangan.

Grounding 5-4-3-2-1

Teknik mindfulness kedua adalah grounding 5-4-3-2-1. Teknik yang satu ini akan melibatkan kelima indra yang dimiliki, yaitu indra penglihatan, indra peraba, indra pendengaran, indra penciuman, dan indra perasa.

Untuk melakukan teknik grounding 5-4-3-2-1 adalah dengan memfokuskan diri pada 5 hal yang bisa dilihat, 4 hal yang bisa disentuh, 3 hal yang bisa didengar, 2 hal yang bisa dicium, dan 1 hal yang bisa dirasakan. Metode yang satu ini sangat bermanfaat untuk mengatasi kecemasan yang dirasakan secara mendadak.

Journaling dengan mindfulness

Teknik mindfulness ketiga adalah dengan melakukan journaling atau menulis diary dengan mindfulness. Maksud dari teknik yang satu ini adalah menuliskan segala hal yang dipikirkan dan dirasakan tanda adanya sensor diri, atau ditulis dengan sejujur-jujurnya. Journaling dengan mindfulness juga berarti menulis segala hal yang fokus pada pengalaman saat ini tanpa menghakimi. Teknik ini mampu mengenali adanya pola pikir negatif dan bisa belajar mengubahnya menjadi lebih positif.

Mindful social media usage

Teknik mindfulness keempat adalah dengan mindful social media usage. Teknik yang satu ini merupakan upaya dimana seseorang membatasi penggunaan sosial media mereka. Selain itu, kamu juga perlu menyadari segala bentuk emosi yang dirasakan saat sedang menggunakan sosial media. Lalu, coba berhenti sejenak dan tanyakan pada diri sendiri “apakah hal ini bermanfaat untukku?”

Meditasi singkat

Teknik mindfulness kelima adalah dengan melakukan meditasi singkat. Banyak sekali metode meditasi yang bisa kamu terapkan dan sesuai dengan kebutuhanmu. Misalnya dengan mendengarkan musik relaksasi, atau memanfaatkan teknologi yang menyajikan meditasi. Meditasi ini cukup dilakukan selama 5-10 menit setiap harinya.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai mindfulness dan teknik menerapkan mindfulness untuk mengatasi overthinking dan kecemasan pada gen z. Jika kamu membutuhkan bantuan profesional, silahkan kunjungi web deeptalk.co.id dan berkonsultasi dengan psikolog yang berpengalaman. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Menjaga Kesehatan Mental di Bulan Ramadan: Tips agar Puasa Tetap Tenang dan Bahagia

 

Sumber:

Kabat-Zinn, J. (1994). Wherever You Go, There You Are: Mindfulness Meditation in Everyday Life. Hachette Books.

Segal, Z. V., Williams, J. M. G., & Teasdale, J. D. (2018). Mindfulness-Based Cognitive Therapy for Depression. Guilford Publications.

Brown, K. W., & Ryan, R. M. (2003). "The Benefits of Being Present: Mindfulness and Its Role in Psychological Well-Being." Journal of Personality and Social Psychology, 84(4), 822-848.

Williams, M., & Penman, D. (2011). Mindfulness: An Eight-Week Plan for Finding Peace in a Frantic World. Rodale Books.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait