Semua artikel
Kesehatan Mental

Kemerdekaan dan Kolektivitas: Menjaga Kesehatan Mental sebagai Tanggung Jawab Bersama

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Isu kesehatan mental merupakan topik yang sudah banyak diperbincangkan di berbagai media, termasuk media online. Namun kepedulian terhadap kesehatan mental di masyarakat, nyatanya belum terpampang nyata. Banyaknya kasus diskriminasi terhadap penyandang gangguan mental, dan anggapan sepele terhadap gejala gangguan mental, merupakan bukti nyata bahwa kesehatan mental belum menjadi pondasi penting dalam kehidupan manusia saat ini.

Jika kita pelajari lebih dalam, solidaritas sosial adalah langkah penting untuk mendapatkan masyarakat yang merdeka secara mental. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang bagaimana bentuk dukungan kolektif dan masyarakat yang merdeka secara mental.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pentingnya Solidaritas Sosial dalam Menjaga Kesehatan Mental

Terhubung, Keluarga, Bersama, Anak

Solidaritas sosial adalah rasa yang dibangun untuk mendapatkan kebersamaan, kepedulian, dan keterhubungan antar individu dalam suatu komunitas. Rasa solidaritas inilah yang memperkuat suatu hubungan, dan menjadikannya lebih tahan lama.

Dalam konteks kesehatan mental, solidaritas sosial membantu seseorang dalam memberikan dukungan emosional, sosial, dan psikologis dalam menghadapi tekanan hidup, stress, maupun trauma. Solidaritas sosial inilah yang menjadi salah satu titik penting dalam proses pemulihan psikologis, termasuk dalam menurunkan risiko gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, dan rasa kesepian.

Individu dengan jaringan sosial yang luas dan positif cenderung lebih mampu menghadapi tekanan hidup dengan lebih baik. Pasalnya, mereka memiliki rasa dimiliki, diterima, dan dihargai sebagai penguat dalam kehidupan mereka. Selain itu, rasa solidaritas yang kuat juga meningkatkan rasa kontrol, optimisme, dan makna hidup sehingga kesehatan mental lebih terjaga.

Baca juga: Merdeka dari Toxic Positivity: Mengizinkan Diri Merasa, Bukan Menekan Emosi

Dukungan Kolektif dan Masyarakat yang Merdeka Secara Mental

Tangan, Persahabatan, Teman-Teman

Kemerdekaan suatu negara ditandai dengan terbebasnya negara tersebut dari penjajahan. Jika demikian, merdeka secara mental artinya terbebasnya diri dari berbagai masalah mental yang membebani psikologis seseorang. Masalah mental seperti stress, depresi, kecemasan, trauma, dan lain sebagainya, merupakan penjajah dalam mental seseorang.

Bangsa yang sehat secara mental bisa tercipta dari dukungan kolektif yang positif. Dukungan kolektif dalam hal ini termasuk komunitas, kelompok sebaya, maupun jaringan sosial. Adapun dukungan kolektif yang mampu memerdekakan masyarakat secara mental bisa berupa:

Mengurangi stigma kesehatan mental

Stigma kesehatan mental di Indonesia masih menjadi kasus yang cukup rumit untuk dipecahkan. Masih banyak masyarakat yang tidak paham tentang gangguan mental, dan berdampak pada kesalahan penanganan. Beberapa daerah bahkan masih marak tentang diskriminasi serta kekerasan fisik terhadap penyandang gangguan mental. Hal semacam ini tentu harus diluruskan. Masyarakat, khususnya pada ahli perlu saling memberikan edukasi tentang kesehatan mental dan isu psikologis tanpa takut dihakimi.

Meningkatkan resiliensi kolektif

Resiliensi kolektif artinya kemampuan kelompok, komunitas, atau masyarakat untuk bangkit kembali, beradaptasi, dan bertahan dalam menghadapi tekanan, kesulitan, maupun krisis secara bersama-sama. Dalam konteks ini, kita harus secara bersama-sama menghadapi segala bentuk tantangan seperti bencana, krisis ekonomi, maupun pandemi, untuk menjadi kekuatan satu sama lain.

Menciptakan rasa aman dan inklusi

Setiap individu tanpa peduli latar belakang maupun kondisi mentalnya berhak menjadi bagian dari kelompok, dan penting untuk diperjuangkan kesejahteraan psikologisnya. Membentuk rasa aman antar sesama bisa menjadi wujud nyata dalam menciptakan masyarakat yang merdeka secara mental.

Mendorong kemerdekaan psikologis

Kemerdekaan mental adalah langkah yang perlu diperjuangkan oleh setiap bangsa. Dengan kemerdekaan mental, bangsa bisa lebih produktif, memiliki image positif di mata dunia, serta kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat lebih terjamin. Tentunya hal tersebut membutuhkan kontribusi pemerintah dan sesama masyarakat. Misalnya dengan kemudahan akses pelayanan kesehatan mental, serta dukungan positif antar sesama.

Itu dia sedikit penjelasan tentang bentuk dukungan kolektif dan masyarakat yang merdeka secara mental. Dapat disimpulkan bahwa kemerdekaan mental suatu bangsa tidak hanya tentang upaya individu dalam memperjuangkan kesehatan mentalnya, melainkan tentang bagaimana kesehatan mental itu menjadi tanggung jawab bersama sebagai bangsa Indonesia.

Maka dari itu, jangan ragu untuk memperjuangan kesehatan mental mu, dan kesehatan mental seluruh bangsa. Jangan ragu untuk mendapatkan bantuan profesional saat kamu mengalami gejala gangguan mental. Bisa dengan mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dari Penjajahan Pikiran ke Pembebasan Jiwa: Revolusi Mental di Era Modern

 

Sumber:

Cohen, S., & Wills, T. A. (1985). Stress, social support, and the buffering hypothesis. Psychological Bulletin, 98(2), 310–357.
Kawachi, I., & Berkman, L. F. (2001). Social ties and mental health. Journal of Urban Health, 78(3), 458–467. 

Thoits, P. A. (2011). Mechanisms linking social ties and support to physical and mental health. Journal of Health and Social Behavior, 52(2), 145–161. 

World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. World Health Organization.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Kemerdekaan dan Kolektivitas: Menjaga Kesehatan Mental sebagai Tanggung Jawab Bersama — DeepTalk