Semua artikel
Pekerjaan

Mulai Memasuki Dunia Kerja? Gen Z Perlu Tahu Gejala Burnout!

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Gen z adalah generasi yang lahir pada rentan tahun 1997-2012. Artinya, di tahun ini gen z sudah berusia 28-13 tahun. Beberapa gen z sudah selesai menempuh pendidikan, dan mulai masuk ke dunia kerja.

Awal memulai karir bukanlah hal yang mudah. Terutama jika kita tidak mempersiapkan diri dengan baik. Banyak kondisi yang pada akhirnya membuat seseorang terbebani di dunia kerja. Mulai dari tuntutan pekerjaan yang terlalu berat, lingkungan kerja yang toxic, pendapatan yang tidak sesuai, dan masih banyak lagi. Hal-hal semacam itu bisa menimbulkan stress berlebih akibat pekerjaan, atau yang juga dikenal dengan istilah burnout.

Istilah burnout memang sudah lama digunakan. Namun bagi gen z yang baru memasuki dunia kerja, ini merupakan hal yang perlu untuk dipahami. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai burnout. Khususnya yang dialami oleh para gen z.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Burnout

Now Start Suddenly Time Management Concept

Burnout adalah istilah untuk menggambarkan kondisi saat seseorang mengalami kelelahan baik secara fisik maupun mental, dan menimbulkan stress berkepanjangan. Kondisi semacam ini biasanya dipicu oleh pekerjaan yang berlebih, tuntutan pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari.

Burnout pada dasarnya bisa dialami oleh siapa saja. Namun pada umumnya, burnout memang dialami oleh para pekerja. Hal ini dipicu oleh beban kerja yang berlebihan dan lingkungan kerja yang tidak sehat. Selain itu, para pekerja juga menjalankan peran ganda dalam kehidupannya. Yaitu sebagai karyawan di tempat kerja, dan sebagai anggota keluarga (ayah/ibu/kakak) di rumah. Jika tidak bisa menempatkan diri dengan baik, maka tidak jarang jika orang tersebut akan mengalami burnout.

Gen z yang sudah memasuki dunia kerja harus familiar dengan kondisi yang satu ini. Selain sebagai media pembelajaran. Memahami tentang burnout juga bisa membuat kita membatasi diri untuk tidak mengalami kondisi tersebut. Memiliki kehidupan yang nyaman tentu menjadi harapan setiap orang.

Baca juga: Dampak dan Cara Mengatasi Rasa Khawatir Berlebihan Pada Gen Z

Penyebab Gen Z Mengalami Burnout

Student learns at the table. Concept distance education, e-learning, study process. Desk with objects of education: book, laptop, notebook, pen. Flat design vector illustration. Homework.

Memang bisa dikatakan bahwa gen z masih sangat baru di dunia kerja. Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya yang sudah sangat familiar. Namun, ketidaksiapan dalam memasuki dunia kerjalah yang membuat banyak gen z mengalami burnout. Selain itu, banyak faktor lainnya yang mendukung, diantaranya:

Tuntutan kerja yang tinggi

Setiap tempat kerja tentu memiliki aturan yang berbeda-beda. Namun sayangnya, beberapa perusahaan menerapkan target yang hampir terbilang mustahil. Ditambah dengan upah yang tidak seimbang. Tentu hal semacam itu menimbulkan tekanan tersendiri bagi para gen z, dang memungkinkan mereka mengalami burnout.

Kurangnya keseimbangan hidup

Work life balance mungkin terdengar berlebihan bagi generasi sebelumnya. Namun bagi gen z yang sudah banyak belajar mengenai kesehatan mental, itu merupakan hal penting. Memiliki keseimbangan hidup sangat penting untuk menjauhkan kita pada masalah kesehatan mental, termasuk burnout. Sayangnya, beberapa orang tidak bisa mendapatkan keseimbangan hidup antara bekerja dengan kehidupan pribadinya. Dimana hal tersebut berdampak pada kondisi burnout.

Kurangnya dukungan sosial

Gen z memang hidup di era perkembangan teknologi yang sangat pesat. Sangat mungkin untuk mereka berinteraksi dengan orang di belahan dunia lain. Namun sayangnya, terkadang teknologi jugalah yang membuat kita jauh dari orang-orang terdekat. Hal ini yang pada akhirnya bisa mengganggu hubungan dengan orang terdekat. Padahal, dukungan dari orang terdekatlah yang terkadang bisa sangat membantu kita untuk lepas dari belenggu masalah yang ada.

Gejala Burnout

Business meeting and teamwork

Mengenali burnout tidak cukup hanya dengan mengetahui pengertian dari burnout itu sendiri. Kita perlu tahu juga apa saja gejala yang dialami saat seseorang mengalami burnout. Terkadang kondisi burnout diketahui saat kondisinya sudah sangat mengganggu. Bukan karena kurangnya kepekaan kita akan diri sendiri, melainkan karena kurangnya pengetahuan terkait hal tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa gejala burnout:

·         Kehilangan semangat atau motivasi dalam menjalani hidup. Termasuk dalam bekerja, belajar, atau sekedar melakukan kegiatan sehari-hari.

·         Kehilangan energi untuk melakukan segala sesuatu. Seakan kelelahan karena sudah melakukan banyak hal, walaupun terkadang belum melakukan apa-apa.

·         Kesulitan untuk fokus atau berkonsentrasi. Termasuk dalam bekerja, belajar, mengambil keputusan, dan lain sebagainya.

·         Mengalami perubahan emosi yang cukup ekstrim. Misalnya mengalami depresi, kecemasan berlebih, dan lain sebagainya.

Itu dia penjelasan singkat mengenai kondisi burnout. Khususnya pada gen z. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Pahami Rasa Khawatir Pada Gen Z

 

Sumber:

Ainun, A. N. A. (2022). Relationship between Work-life Balance, Burnout and Turnover Intention in Millennial Workers. (link unavailable), 5(3).

Abdillah, W., & Hartono, J. (2015). Partial Least Square ... Burnout Pada Karyawan Generasi Z Di Kota Pontianak. EKSISTENSI, 6(1), 18-26.

Charoensukmongkol, P., Moqbel, M., & Gutierrez. (n.d.). Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Burnout pada Karyawan Generasi Z.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mulai Memasuki Dunia Kerja? Gen Z Perlu Tahu Gejala Burnout! — DeepTalk