Deeptalk.co.id – Proses pemulihan mental biasanya dikenal dengan istilah healing journey. Namun tidak seperti healing yang kita kenal dalam istilah awam. Healing journey justru bisa lebih kompleks dan melibatkan banyak sekali kontribusi dari para profesional, seperti psikolog atau psikiater.
Khususnya dalam psikologi klinis, proses pemulihan mental bisa lebih kompleks. Tidak menuntut kemungkinan dibutuhkan obat-obatan untuk membantu proses pemulihan. Selain itu, proses pemulihan ini juga tidak bersifat linear. Artinya, tidak ada yang bisa memastikan apakah satu jenis penanganan bisa mengatasi kondisi mental tertentu.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang dinamika proses pemulihan dalam psikologi klinis. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis apa lagi untuk patokan penanganan masalah mental. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental, cobalah untuk melakukan konsultasi bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Pemulihan dalam Psikologi Klinis
Berdasarkan keilmuan dalam psikologi klinis, pemulihan atau recovery adalah proses individu dengan gangguan atau masalah mental dalam mendapatkan kembali ketenangan, kualitas hidup yang baik, mencapai makna dalam hidup, dan kendali akan hidupnya. Terlepas dari berhasil atau tidaknya proses pemulihan tersebut, langkah yang dilakukan untuk mencapai itu semua tetap memiliki makna pemulihan.
Proses pemulihan dalam psikologi klinis ini tidak selalu membuat individu bebas dari masalah mental yang mereka hadapi. Faktanya, beberapa jenis gangguan mental memang tidak bisa sembuh total. Namun, diharapkan bisa untuk meningkatkan kualitas hidup, dan meminimalisir gejala yang dirasakan. Artinya, pemulihan dalam psikologi klinis lebih mengarah kepada fungsi personal, sosial, dan emosional untuk individu lebih produktif.
Baca juga: Menelusuri Healing Journey: Perspektif Psikologi terhadap Proses Pemulihan Diri
Dinamika Proses Pemulihan
Seperti yang terpampang dalam judul, healing is not linear. Artinya, proses pemulihan sangat bersifat individual. Dua orang dengan masalah mental yang sama belum tentu cocok dengan metode pemulihan yang sama. Berikut beberapa aspek dalam proses pemulihan psikologis:
Tahapan pemulihan
Setiap individu bisa melalui tahapan pemulihan yang berbeda-beda. Namun, secara umum akan melalui beberapa tahap berikut:
-
Awareness (kesadaran), yaitu tahap dimana individu mulai menyadari adanya masalah atau gangguan psikologis dalam dirinya.
-
Preparation (persiapan), yaitu tahap dimana individu mulai mencari informasi dari berbagai sumber, dukungan, atau bantuan profesional.
-
Rebuilding (membangun kembali), yaitu tahap dimana individu mulai memangun kembali kehidupan yang mereka miliki agar menjadi lebih bermakna. Termasuk memperbaiki peran individu dan juga fungsi sosialnya.
-
Grownt (pertumbuhan), yaitu tahap dimana individu mulai tumbuh dengan fokus pada pengambangan diri. Artinya, proses pemulihan tidak hanya berhenti saat individu dalam kondisi yang baik, namun akan berlangsung hingga individu menjadi lebih baik.
Faktor yang mempengaruhi proses pemulihan
Proses pemulihan setiap individu sangat beragam. Selain karena kondisi psikologis yang berbeda-beda, banyak faktor lainnya yang mempengaruhi proses pemulihan tersebut. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:
-
Dukungan sosial, merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pemulihan. Dukungan sosial bisa dari teman, keluarga, komunitas, maupun pasangan, yang bisa memberikan dorongan positif kepada individu.
-
Harapan dan motivasi, dimana setiap individu dengan harapan dan motivasi yang kuat akan cenderung lebih baik dalam proses pemulihan mental mereka. Harapan dan motivasi ini juga bisa terbentuk dari dukungan sosial.
-
Pemberdayaan diri, yaitu usaha individu untuk berperan secara aktif dalam proses pemulihan. Umumnya, individu dengan harapan dan motivasi kuat untuk pulih akan terdorong memberdayakan diri agar segera pulih.
-
Keterlibatan terapeutik, yaitu hubungan dan kontribusi yang tepat dari terapis, dalam memberikan empati dan kolaborasi untuk mendukung proses pemulihan.
Kemungkinan kambuh dan adaptasi
Faktanya, melalui proses pemulihan psikologis tidak bisa menjamin pemulihan. Selain itu, kemungkinan kambuh bisa saja terjadi. Hal tersebut mendukung statement bahwa healing journey is not linear. Terlepas dari itu, bukan berarti healing journey tidak bermanfaat sama sekali. Justru, dari setiap kegagalan dalam healing journey bisa menjadi upaya untuk menemukan metode healing journey yang paling tepat. Kembali lagi, pemulihan bersifat individual.
Itu dia sedikit penjelasan tentang dinamika proses pemulihan dalam psikologi klinis. Dari paparan singkat diatas dapat kita simpulkan bahwa kondisi psikologis manusia sangatlah kompleks. Maka tidak heran jika satu metode belum tentu berfungsi untuk setiap individu dengan masalah mental yang sama. Dengan demikian, pemeriksaan psikologis sangat dibutuhkan untuk menentukan metode intervensi yang tepat untuk setiap individu. Maka dari itu, jika kamu mengalami gejala gangguan mental, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Strategi Pulih dari Ghosting: Pendekatan Psikologis untuk Bangkit Kembali
Sumber:
Anthony, W. A. (1993). Recovery from mental illness: The guiding vision of the mental health service system in the 1990s. Psychosocial Rehabilitation Journal, 16(4), 11–23. https://doi.org/10.1037/h0095655
Andresen, R., Oades, L. G., & Caputi, P. (2003). The experience of recovery from schizophrenia: Towards an empirically validated stage model of recovery. Australian and New Zealand Journal of Psychiatry, 37(5), 586–594.
Slade, M. (2009). Personal recovery and mental illness: A guide for mental health professionals. Cambridge University Press.
Davidson, L., Tondora, J., & Ridgway, P. (2010). Recovery-oriented practice: An essential component of the psychosocial rehabilitation approach. In Psychosocial interventions for mental and substance use disorders (pp. 75–100). APA.
American Psychological Association. (2023). Clinical Practice Guidelines for the Psychosocial Treatment of Mental Disorders. APA Publishing.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



