Deeptalk.co.id – Pengalaman di masa kanak-kanak bisa saja merupakan luka bagi beberapa orang. Misalnya luka dari pola asuh yang sedikit keliru, seperti pengabaian, penolakan, atau ketidakstabilan emosi orang tua. Pola asuh semacam itu bisa menjadi luka jangka panjang yang mempengaruhi kondisi emosional anak di masa dewasa, termasuk dalam menjalin hubungan. Hal tersebut dikenal dengan istilah attachment style.
Attachment style (pola keterikatan) yang tidak sehat di usia dewasa tentu perlu untuk ditangani. Hal ini penting untuk bisa mendapatkan kehidupan bersosial yang lebih sehat. Proses pemulihan luka itu bisa dengan healing attachment wounds. Tujuan utama dari healing attachment wounds adalah untuk membangun rasa aman dalam sebuah hubungan, mengubah pola pikir negatif, dan meningkatkan keintiman serta kemampuan mengelola emosi.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang peran healing attachment wounds dalam mengatasi attachment style yang tidak sehat. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Healing Attachment Wounds
Healing attachment wounds adalah proses penyembuhan luka emosional yang terbentuk pada masa kanak-kanak akibat perasaan tidak aman pada pengasuh atau orang tua. Perasaan tidak aman ini biasanya akibat pola asuh yang kurang tepat, seperti pengabaian, penolakan, ketidakstabilan emosi orang tua, yang pada akhirnya membentuk pola keterikatan atau attachment style yang tidak sehat. Dimana hal tersebut memberikan dampak jangka panjang bagi anak.
Healing attachment wounds sendiri akan membantu individu untuk pulih dari luka emosional yang didapatkan di masa kanak-kanak. Dengan demikian, individu bisa menjalani hidupnya dengan lebih baik. Tentunya tanpa terbebani oleh masa lalu yang pernah menghantuinya.
Peran Healing Attachment Wounds dalam Mengatasi Attachment Style
Penerapan healing attachment wounds dalam proses pemulihan dari attachment style yang tidak sehat tentu bukan tanpa alasan. Berikut beberapa peran healing attachment wounds dalam mengatasi attachment style yang tidak sehat:
Meningkatkan kesadaran diri
Proses pemulihan yang dilalui selama healing attachment wounds berlangsung akan membuat individu lebih memahami apa yang terjadi, dan alasan dari emosi yang dimiliki selama ini. Hal tersebut bisa sekaligus sebagai refleksi diri dan meningkatkan kesadaran diri.
Mengembangkan internal working model yang lebih aman
Internal working model adalah keyakinan mendasar individu terhadap diri sendiri dan orang disekitarnya. Healing attachment wounds membantu individu dalam mengembangkan keyakinan tersebut ke arah yang lebih positif. Misalnya, jika sebelumnya individu menganggap dirinya tidak pantas dicintai, menjadi pantas dicintai dan dipahami.
Menumbuhkan kemampuan regulasi emosi
Regulasi emosi adalah kemampuan individu dalam mengenali, memahami, dan mengontrol emosinya dengan baik. Dengan healing attachment wounds individu akan lebih memahami penyebab dari ketidakstabilan emosinya. Dari memahami penyebab emosi, pelan-pelan individu akan belajar mengendalikan emosinya.
Meningkatkan keamanan relasional
Proses pemulihan dari pengalaman traumatis di masa kanak-kanak, seringkali melibatkan hubungan terapeutik atau hubungan yang aman secara emosional. Hubungan tersebut bisa berperan sebagai pengalaman korektif yang dapat mengubah attachment style dari tidak aman menjadi lebih aman.
Meningkatkan keintiman dan komunikasi dalam hubungan
Kembali dari tujuan awal dari healing attachment wounds, proses tersebut akan membantu individu untuk meningkatkan keintiman dan membangun kembali komunikasi dalam hubungan. Dengan demikian, hubungan yang terjalin bisa lebih sehat dan penuh kebahagiaan.
Baca juga: Pasangan dengan Anxious Attachment: Tantangan dalam Hubungan dan Cara Menghadapinya
Jenis-Jenis Intervensi dalam Proses Healing Attachment Wounds
Untuk menunjang proses healing attachment wounds tentu bisa dengan banyak metode. Dalam ilmu psikologis, metode pemulihan ini dikenal dengan istilah intervensi psikologis. Berikut jenis-jenis intervensi psikologis yang bisa dilakukan dalam proses healing attachment wounds:
-
Terapis berbasis attachment, bisa dengan emotionally focused therapy (terapi yang melibatkan ketukan-ketukan pada titik meridian tubuh) atau attachment based therapy (terapi yang berfokus pada kejadian di masa lalu, terutama terkait attachment style).
-
Inner child work (terapi yang berfokus pada pendekatan luka inner child) dan self compassion practices (upaya berbaik hati terhadap diri sendiri).
-
Mindfulness (upaya untuk berfokus secara penuh terhadap apa yang sedang dijalani saat ini), dan somatic experiencing (terapi yang berfokus pada tubuh untuk pemulihan trauma atau stress).
-
Relasi yang aman, yaitu mendapatkan hubungan romantis maupun pertemanan yang sehat dan bisa menciptakan keamanan bersama.
Itu dia sedikit penjelasan tentang healing attachment wounds, terutama kaitannya dengan attachment style. Jika kamu mengalami masalah dalam pengelolaan emosi dengan pasangan akibat pola asuh yang keliru, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Disorganized Attachment: Cinta yang Tidak Konsisten dan Membingungkan
Sumber:
Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment and Healthy Human Development. Basic Books.
Johnson, S. (2004). The Practice of Emotionally Focused Couple Therapy. Brunner-Routledge.
Johnson, S. (2019). Attachment Theory in Practice: Emotionally Focused Therapy (EFT) with Individuals, Couples, and Families. Guilford Press.
Levine, A., & Heller, R. (2010). Attached: The New Science of Adult Attachment and How It Can Help You Find – and Keep – Love. TarcherPerigee.
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. Guilford Press.
Neff, K. D. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. William Morrow.
Siegel, D. J., & Hartzell, M. (2004). Parenting from the Inside Out: How a Deeper Self-Understanding Can Help You Raise Children Who Thrive. Tarcher.
Wallin, D. J. (2007). Attachment in Psychotherapy. Guilford Press.
Levine, P. A. (2010). In an Unspoken Voice: How the Body Releases Trauma and Restores Goodness. North Atlantic Books.
Holmes, J. (2015). Attachment in Therapeutic Practice. Sage Publications.
Tatkin, S. (2016). Wired for Love: How Understanding Your Partner’s Brain and Attachment Style Can Help You Defuse Conflict and Build a Secure Relationship. New Harbinger.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



