Deeptalk.co.id – Banyak cara untuk pulih dari peristiwa traumatik maupun penderitaan yang berat. Namun pada dasarnya tubuh kita memiliki kemampuan pemulihan secara otomatis dari hal tersebut. Walaupun, memang tetap membutuhkan kontribusi eksternal untuk melancarkan proses pemulihan. Proses pemulihan semacam itu dikenal dengan istilah post traumatic growth.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang post traumatic growth, khususnya dalam proses moving on, dengan menggunakan perspektif psikologis. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika Anda atau orang terdekat mengalami masalah kesehatan mental. Cobalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Post Traumatic Growth
Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di awal, post traumatic growth adalah konsep yang menjelaskan perubahan positif individu setelah melalui kejadian traumatis atau penderitaan. Termasuk mendukung proses moving on individu.
Pada dasarnya, post traumatic growth tidak hanya membuat individu pulih dari keterpurukan yang dialami. Melainkan bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Maka dari itu, ada kata growth yang memiliki arti pertumbuhan di dalamnya. Dengan adanya post traumatic growth, individu diharapkan bisa menjadi lebih kuat, bijak, dan berkembang secara pribadi.
Orang yang pertama kali mencetuskan konsep post traumatic growth adalah Tedeschi dan Calhoun, tepatnya di tahun 1996. Tedeschi dan Calhoun berpendapat bahwa post traumatic growth mencakup 5 aspek utama, yaitu:
-
Penghargaan baru terhadap kehidupan, yaitu bagaimana individu bisa lebih melihat makna dari kehidupannya.
-
Hubungan interpersonal yang lebih kuat, yaitu peningkatan kemampuan interaksi individu dengan individu lainnya.
-
Kekuatan pribadi yang meningkat, yaitu individu mengalami peningkatan kemampuan dalam banyak kondisi.
-
Perubahan dalam spiritualitas atau pandangan hidup, lebih tepatnya perubahan ke arah yang positif.
-
Kemungkinan baru dalam hidup, yaitu munculnya hal-hal baru dalam hidup yang akan dicapai.
Baca juga: Kenapa Sulit Move On? Tinjauan Psikologi Tentang Ketergantungan Emosional
Post Traumatic Growth Dalam Konteks Moving On
Dalam perspektif psikologis moving on adalah proses untuk bangkit setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan, seperti putus cinta, kehilangan orang terdekat, pengkhianatan, dan masih banyak lagi. Post traumatic growth menjadi landasan penting yang berperan dalam proses moving on tersebut. Dengan harapan, individu bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah kejadian yang tidak mengenakan.
Berikut beberapa penjelasan mengapa post traumatic growth menjadi landasan penting dalam proses moving on:
-
Post traumatic growth membantu individu dalam menemukan makna dari penderitaan yang sebelumnya dialami, dengan begitu proses moving on bisa lebih lancar.
-
Post traumatic growth membantu mendorong refleksi diri yang mendalam, semacam intropeksi terhadap diri sendiri yang melibatkan pemikiran mendalam tentang pengalaman, kebiasaan, dan keputusan yang pernah diambil. Dengan demikian, individu bisa bisa memahami alasan dibalik proses moving on yang dilakukan, dan memperkuat alasan tersebut untuk melancarkan proses moving on.
-
Post traumatic growth juga membantu individu dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna. Dengan demikian, moving on yang dilakukan bukan tentang melupakan kejadian traumatis, namun menerima kejadian itu sebagai bagian dari masa lalu yang membuatnya terus bangkit.
Baca juga: Neurosains di Balik Moving On: Apa yang Terjadi dalam Otak Saat Kita Melepaskan?
Faktor-Faktor yang Mendukung Post Traumatic Growth Dalam Proses Moving On
Seperti yang dipaparkan di awal, post traumatic growth memerlukan faktor tertentu untuk mendukungnya, termasuk dalam proses moving on. Maka dari itu, berikut beberapa faktor yang dimaksud:
-
Refleksi dan perenungan diri, yaitu bagaimana individu mengingat kembali apa yang telah dialami dan menarik kesimpulan untuk berkembang dari kondisi sebelumnya.
-
Kesiapan dalam menerima kenyataan, yaitu bagaimana individu bisa menghadapi kondisi saat ini secara positif.
-
Kemampuan regulasi emosi, yaitu kemampuan individu dalam mengenali dan mengontrol emosi yang dirasakan agar tidak mengganggu dan bisa mengambil keputusan dengan bijak.
-
Spiritualitas atau nilai-nilai kehidupan, yaitu kemampuan individu dalam menilai kehidupan dengan positif, dan kemampuan spiritual yang baik.
-
Dukungan sosial, yaitu bagaimana lingkungan sosial memberikan insight positif terhadap individu. Bisa dukungan dari teman, keluarga, pasangan, group support, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan tentang post traumatic growth dalam proses moving on. Jika kamu mengalami hambatan dalam proses moving on atau post traumatic growth, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Lepas dari Masa Lalu: Pendekatan CBT dalam Membantu Individu Move On
Sumber:
Tedeschi, R. G., & Calhoun, L. G. (1996). The Posttraumatic Growth Inventory: Measuring the positive legacy of trauma. Journal of Traumatic Stress, 9(3), 455–471.
Calhoun, L. G., & Tedeschi, R. G. (2006). Handbook of Posttraumatic Growth: Research and Practice. Lawrence Erlbaum Associates.
Zoellner, T., & Maercker, A. (2006). Posttraumatic growth in clinical psychology—A critical review and introduction of a two component model. Clinical Psychology Review, 26(5), 626–653.
Joseph, S. (2011). What doesn't kill us: The new psychology of posttraumatic growth. Basic Books.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



