Deeptalk.co.id – Tekanan dan tanggung jawab yang tinggi di tempat kerja dapat memicu tingginya tingkat kecemasan sebagian besar pekerja. Terlebih ketika masa pandemi yang berlangsung saat itu, memberikan tekanan lebih dengan perubahan gaya hidup dan permintaan pekerjaan yang begitu cepat sehingga meningkatkan tingkat kecemasan pekerja.
Tingkat kecemasan yang tinggi pada pekerja dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik mereka, yang berdampak pada kinerja dan kualitas hidupnya. Oleh karenanya, kesejahteraan mental karyawan menjadi salah satu hal yang semakin diperhatikan di tempat kerja. Karena hal demikian juga dapat memengaruhi produktivitas bagi suatu perusahaan atau organisasi secara keseluruhan.

Faktor-Faktor Tingginya Tingkat Kecemasan Pekerja
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan di tempat kerja dan bagaimana menguranginya. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan di tempat kerja di berbagai belahan dunia, termasuk Asia dan Asia Tenggara adalah budaya, industri, dan organisasi.
Budaya di Asia dan Asia Tenggara cenderung menekankan pentingnya kerja keras dan prestasi, yang dapat meningkatkan tekanan dan kecemasan di tempat kerja. Industri-industri tertentu, seperti perbankan dan keuangan, dapat memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi karena tuntutan pekerjaan yang intensif dan tingginya tekanan untuk mencapai target.
Sementara itu, organisasi yang tidak mendukung kesejahteraan mental karyawan dapat menyebabkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi di tempat kerja. Akibatnya, tingkat kecemasan pekerja pun mejadi meningkat dari adanya tekanan dan budaya tersebut.
Baca juga: Kenali Kondisi Terlalu Sering Sedih dan Menangis Tanpa Sebab
Hasil Penelitian Tingkat Kecemasan Pekerja
Terbukti dengan sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Institut Kesehatan McKinsey bahwa karyawan saat ini menghadapi tantangan akan kesehatan mental di tempat kerja yang terus meningkat. Terlebih pada saat melewati masa pandemi dengan perubahan gaya hidup secara tiba-tiba.
Untuk lebih memahami tantangan tersebut, McKinsey pun melakukan survei terhadap hampir 15.000 karyawan dan 1.000 pembuat keputusan sumber daya manusia (SDM) di 15 negara di Asia. Survei tersebut dilakukan dengan rentang waktu mulai dari bulan Februari 2022 hingga April 2022. Studi ini juga menangkap wawasan demografis, seperti industri dan level responden dalam organisasi
Berkaitan dengan itu, temuan secara global pun menunjukkan adanya gejala kesusahan, depresi, dan kecemasan yang meluas dan terus-menerus. Selain itu, sekitar satu dari empat responden melaporkan tanda-tanda kelelahan. Ketika diberikan pertanyaan seputar faktor penyebab yang mereka rasakan, di 15 negara dan di semua dimensi, “perilaku beracun di tempat kerja” menjadi prediktor terbesar dari gejala tersebut. Serta “keinginan untuk pergi” menyumbang lebih dari 60 persen dari variasi yang dijelaskan.
Bagaimana Dengan Indonesia?
Sedangkan di Asia Tenggara, berdasarkan hasil survei Gallup pada tahun 2022 sebanyak 37% responden merasa cemas ketika berada di tempat kerja. Ada pula 31% responden di kawasan tersebut yang juga merasa stres di tempat kerja.
Survei yang dilakukan Gallup ini diikuti oleh 1.000 responden di setiap negara di Asia Tenggara dengan rentang waktu penelitian pada 2021 hingga Maret 2022. Mereka menggunakan metode pengambilan sampel acak dengan tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 0,5% poin hingga 8,5% poin dan tingkat kepercayaan sebesar 95%.
Hasilnya, Indonesia menempati peringkat kedua terbesar yakni 46% pekerja yang mengalami kecemasan di tempat kerja. Posisi pertama dengan tingkat kecemasan pekerja di tempat kerja paling tinggi pada tahun 2022 dialami oleh negara Kamboja, yaitu dengan presentase sebanyak 50% responden pekerja di negara tersebut. Kemudian diikuti Thailand dengan presentase sebanyak 44% pekerja yang mengalami tingkat kecemasan saat di tempat kerja.
Sementara untuk tingkat pekerja yang mengalami stres paling tinggi ditempati oleh Filipina, dengan total 50% responden yang mengakuinya. Indonesia sendiri justru menempati peringkat paling rendah diantara negara Asia Tenggara lainnya. Yakni hanya sekitar 20% responden yang merasakan stres ketika berada di tempat kerja.
Tingkat kecemasan yang tinggi di tempat kerja dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan mental karyawan. Beberapa dampak yang mungkin terjadi adalah kehilangan konsentrasi, kelelahan, depresi, dan bahkan gangguan tidur. Hal ini tentunya akan mempengaruhi produktivitas dan kinerja karyawan, dan juga berdampak negatif pada organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi organisasi untuk memperhatikan kesejahteraan mental karyawan dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi tingkat kecemasan di tempat kerja.
Baca juga: Job Burnout: Bagaimana Memprioritaskan Kesehatan Mental di Tempat Kerja?
Sumber:
DataIndonesia.id. (2022, September 19). 3 dari 10 Orang Asia Tenggara Stres dan Cemas di Tempat Kerja. DataIndonesia.Id. https://dataindonesia.id/ragam/detail/3-dari-10-orang-asia-tenggara-stres-dan-cemas-di-tempat-kerja
Carmichael, A., Coe, E. H., & Dewhurst, M. (2022b, August 18). Employee mental health and burnout in Asia: A time to act. McKinsey & Company. https://www.mckinsey.com/featured-insights/future-of-asia/employee-mental-health-and-burnout-in-asia-a-time-to-act
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



