Semua artikel
Terapi

Gratitude sebagai Terapi: Pendekatan Psikologis dalam Mengatasi Depresi dan Kecemasan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Curhat ke teman karena masalah yang sedang dihadapi, malah disuruh bersyukur. Kamu jangan berpandangan negatif dulu. Rupanya, bersyukur merupakan salah satu teknik terapi kesehatan mental. Bahkan, teknik yang satu ini banyak digunakan untuk mengatasi masalah mental serius, seperti depresi dan juga gangguan kecemasan.

Rasa syukur atau gratitude dalam ilmu psikologi adalah kondisi dimana munculnya sebuah emosi positif saat seseorang menyadari bahwa dirinya menerima manfaat dari kebaikan eksternal. Misalnya kebaikan dari orang lain, lingkungan, Tuhan, atau alam semesta. Emosi positif inilah yang dimanfaatkan untuk menyikirkan emosi-emosi negatif yang membentuk masalah kesehatan mental.

Lantas, bagaimana gratitude bisa menjadi terapi untuk masalah kesehatan mental? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah mental, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Konsep Gratitude Therapy

Woman meditating at home

Tetapi psikologi yang memanfaatkan rasa syukur dikenal dengan istilah gratitude therapy. Gratitude therapy membantu seseorang untuk mengubah fokusnya dari hal-hal negatif, seperti kekurangan atau kegagalan, menjadi penghargaan akan aspek-aspek positif yang dimilikinya. Perlu diingat bahwa dalam hidup tidak semua positif, dan tidak semua negatif. Artinya, tergantung dari kita, ingin terpuruk dalam hal negatif, atau bangkin karena hal positif.

Praktik utama gratitude therapy bisa dalam beberapa bentuk berikut:

·         Gratitude journaling, yaitu bentuk gratitude therapy dengan menulis segala hal-hal positif atau yang disyukuri setiap hari.

·         Gratitude letter, yaitu bentuk gratitude therapy dengan menulis surat ucapan terimakasih kepada orang-orang yang sudah memberikan kebaikan atau membantu kita.

·         Gratitude visit, yaitu bentuk gratitude therapy dengan berkunjung atau secara langsung mengucapkan rasa terimakasih kepada orang yang sudah memberikan kebaikan atau bantuan terhadap kita.

Baca juga: Mengungkap Kekuatan Gratitude: Bagaimana Rasa Syukur Mempengaruhi Kesehatan Mental

Peran Gratitude dalam Mengatasi Depresi dan Kecemasan

Woman meditating with tray with candles

Jika dilihat sekilas dari pengertian dan konsep gratitude therapy, rasanya memang terlalu sederhana untuk membantu mengatasi depresi maupun kecemasan. Namun, jika diperhatikan lebih seksama, peran gratitude therapy ternyata sangat besar. Berikut peran gratitude dalam mengatasi depresi dan kecemasan:

Peran gratitude dalam mengatasi depresi

Depresi adalah kondisi mental dimana seseorang mengalami kesedihan mendalam, sehingga kehilangan minat akan kehidupan dan hal-hal yang dianggap menyenangkan sebelumnya. Berikut beberapa pertan gratitude dalam mengatasi depresi:

·         Mengurangi fokus terhadap hal-hal negatif, karena orang dengan depresi memiliki kecenderungan untuk fokus akan hal-hal negatif, seperti rasa sedih, keterpurukan, bahkan pikiran untuk bunuh diri. Gratitude membantu untuk mengalihkan fokus itu ke hal-hal positif, yaitu pengalaman atau hal-hal yang bisa membuatnya bersyukur.

·         Meningkatkan emosi positif, tentu bertolak belakang dengan gejala depresi yang memiliki banyak emosi negatif. Namun, dengan penerapan gratitude seseorang akan terbantu untuk lebih berbahagia, memiliki harapan, dan kepuasan terhadap hidupnya.

·         Membangun makna dan harapan, perlu diingat bahwa seseorang dengan kondisi depresi cenderung kehilangan makna dan harapan hidup. Kabar baiknya, gratitude justru membantu mereka untuk kembali menemukan atau membangun makna dan harapan tersebut.

Peran gratitude dalam mengatasi kecemasan

Kecemasan adalah kondisi mental dimana seseorang mengalami rasa takut atau kekhawatiran berlebih terhadap objek atau situasi tertentu. Berikut beberapa peran gratitude dalam mengatasi kecemasan:

·         Meningkatkan regulasi emosi, hal tersebut dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Kashdan, T. B., Uswatte, G., & Julian, T pada tahun 2006. Penelitian tersebut mengungkap bahwa gratitude mampu mendorong regulasi emosi yang lebih positif, dimana hal tersebut mampu mengurangi reaktivitas emosional stressor yang mampu memicu kecemasan.

·         Mengurangi persepsi ancaman, pasalnya saat seseorang mampu menerapkan gratitude maka mereka akan memandang dunia dengan lebih positif. Seperti yang kita ketahui banyak kecemasan yang dipicu oleh persepsi yang sebenarnya tidak nyata.

·         Mendorong mindfulness, yaitu kesadaran penuh terhadap apa yang sedang dihadapi saat ini. Pasalnya, banyak sekali pikiran-pikiran berlebihan yang pada akhirnya membentuk kecemasan. Padahal, yang perlu kita perhatikan adalah apa yang sedang kita hadapi. Ternyata, gratitude mampu mendorong seseorang untuk menerapkan hal tersebut.

Itu dia sedikit penjelasan terkait gratitude sebagai terapi, dan bagaimana peran gratitude dalam mengatasi depresi dan kecemasan. Jika kamu membutuhkan bantuan profesional dalam hal ini, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Orang Tua Perlu Waspada! Ini Dia Jenis Gangguan Mental yang Mengancam Remaja di Era Modern

 

Sumber:

Seligman, M. E. P., Steen, T. A., Park, N., & Peterson, C. (2005). Positive psychology progress: Empirical validation of interventions. American Psychologist, 60(5), 410–421. https://doi.org/10.1037/0003-066X.60.5.410.

Wood, A. M., Froh, J. J., & Geraghty, A. W. A. (2010). Gratitude and well-being: A review and theoretical integration. Clinical Psychology Review, 30(7), 890–905. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2010.03.005.

Watkins, P. C., Grimm, D. L., & Kolts, R. L. (2003). Counting your blessings: Positive memories among grateful persons. Current Psychology, 22(3), 218–224. https://doi.org/10.1007/s12144-003-1023-8.

Kashdan, T. B., Uswatte, G., & Julian, T. (2006). Gratitude and hedonic and eudaimonic well-being in Vietnam war veterans. Behaviour Research and Therapy, 44(2), 177–199. https://doi.org/10.1016/j.brat.2005.01.005.

Wong, Y. J., Owen, J., Gabana, N. T., Brown, J. W., McInnis, S., Toth, P., & Gilman, L. (2018). Does gratitude writing improve the mental health of psychotherapy clients? Evidence from a randomized controlled trial. Psychotherapy Research, 28(2), 192–202. https://doi.org/10.1080/10503307.2016.1169332.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Gratitude sebagai Terapi: Pendekatan Psikologis dalam Mengatasi Depresi dan Kecemasan — DeepTalk