Deeptalk.co.id – Walaupun hidup di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang sangat pesat. Gen z tetap berpotensi mengalami berbagai masalah kesehatan mental. Pasalnya, masalah kesehatan mental bisa dialami oleh siapa saja. Selain itu, banyak juga faktor yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
Gen z juga memiliki banyak sekali saingan. Tidak hanya bersaing dengan sesama mereka, melainkan juga dengan teknologi yang sudah ada. Beberapa pekerjaan bahkan sudah mulai dikerjakan oleh robot dan alat-alat canggih saat ini. Kondisi semacam itu tentu menimbulkan tekanan tersendiri bagi para gen z. Belum lagi saat mereka harus berhadapan dengan generasi sebelumnya yang memiliki segudang pengalaman.
Beberapa gen z saat ini sudah memasuki dunia kerja. Tidak sedikit dari mereka yang kurang persiapan justru mengalami burnout. Maka dari itu, penting bagi para gen z mempersiapkan diri dengan baik saat memasuki dunia kerja.
Burnout sendiri adalah kondisi dimana seseorang mengalami kelelahan secara mental maupun fisik, yang umumnya dipicu oleh pekerjaan yang berlebihan. Burnout memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan seseorang. Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak dan cara mengatasi burnout. Khususnya pada gen z.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan acuan self diagnosis. Jika kamu merasa mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Dampak Burnout Pada Gen Z

Dalam banyak kasus, burnout memberikan dampak yang cukup signifikan untuk diri sendiri. Berikut beberapa dampak yang bisa muncul akibat burnout:
Dampak fisik
Dampak burnout pertama bisa mempengaruhi kondisi fisik penderitanya. Burnout bisa membuat penderitanya kehilangan energi dan kelelahan kronis. Selain itu, burnout juga bisa memicu sakit kepala, masalah pencernaan, gangguan tidur atau insomnia, penurunan sistem imun, bahkan meningkatkan resiko penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.
Dampak emosional
Dampak burnout kedua bisa mempengaruhi kondisi emosional penderitanya. Penderita menjadi lebih rentan mengalami masalah emosional, seperti depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan suasana hati. Selain itu, burnout juga bisa memicu seseorang kehilangan motivasi dan minat terhadap aktivitas sehari-hari, perubahan emosi yang ekstrim, terganggunya hubungan sosial, hingga timbulnya rasa putus asa dan kehilangan harapan.
Dampak psikologis
Dampak burnout ketiga adalah bisa mempengaruhi kondisi psikologis penderitanya. Orang yang mengalami burnout cenderung rentan mengalami berbagai jenis gangguan psikologis. Mereka bisa saja mengalami gangguan konsentrasi dan memori, penurunan kemampuan kognitif, kehilangan rasa percaya diri, gangguan identitas, dan meningkatkan resiko gangguan mental lainnya.
Dampak sosial
Dampak burnout keempat adalah bisa mempengaruhi fungsi sosial penderitanya. Disadari atau tidak, orang-orang yang mengalami burnout cenderung memiliki hubungan yang tidak baik dengan teman atau keluarganya. Hal inilah yang terkadang membuat mereka sulit untuk mendapatkan dukungan sosial. Pada akhirnya mempersulit mereka untuk keluar dari kondisi tersebut. selain itu, burnout juga sering kali membuat penderitanya melakukan isolasi sosial, penurunan kualitas hidup, hingga gangguan pada karir atau pendidikannya.
Baca juga: 10 Tips Terhindar Dari Burnout Ala Gen Z
Cara Mengatasi Burnout Pada Gen Z

Mengatasi burnout pada setiap orang tentu berbeda-beda. Maka dari itu diperlukan intervensi awal untuk bisa menentukan cara paling efektif bagi setiap penderita. Meski demikian, berikut beberapa cara umum yang bisa dilakukan untuk mengatasi burnout pada gen z:
Mengelolah waktu dan energi
Cara pertama adalah dengan mengelola waktu dan energi yang kamu miliki. Misalnya dengan belajar menentukan prioritas, dan bekerja sesuai dengan skala prioritas tersebut. Kamu juga butuh tidur yang cukup untuk mendapatkan energi. Selain itu, olahraga teratur, makan makanan bergizi seimbang, dan membatasi diri dalam menggunakan teknologi juga akan membantu mengurangi burnout.
Dapatkan dukungan sosial
Cara kedua adalah dengan mendapatkan dukungan sosial. Manusia adalah makhluk sosial. Maka dari itu, semandiri apapun seseorang akan tetap membutuhkan kontribusi orang lain dalam hidupnya. Dukungan sosial bisa didapatkan dari teman, keluarga, atau mengikuti konseling kelompok.
Dapatkan bantuan profesional
Cara ketiga adalah dengan mendapatkan bantuan dari profesional. Perlu kamu pahami bahwa tidak semua hal bisa kita lakukan seorang diri. Ada kalanya kita membutuhkan para ahli, terutama jika kamu sudah tidak bisa mengatasinya sendiri. Jika kamu bingung hendak kemana, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berjumpa dengan para profesional di bidang kesehatan mental.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai dampak dan cara mengatasi burnout. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mulai Memasuki Dunia Kerja? Gen Z Perlu Tahu Gejala Burnout!
Sumber:
World Health Organization. (2019). Burn-out an "occupational phenomenon": International Classification of Diseases.
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behavior, 2(2), 99-113.
Ainun, A. N. A. (2022). Relationship between Work-life Balance, Burnout and Turnover Intention in Millennial Workers.
Abdillah, W., & Hartono, J. (2015). Partial Least Square ... Burnout Pada Karyawan Generasi Z Di Kota Pontianak. EKSISTENSI, 6(1), 18-26.
American Psychological Association. (2020). Stress in America: Coping with Change.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



