Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Trauma pada Gen Z: Mengapa Mereka Lebih Rentan dan Apa Dampak yang Bisa Dialami?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Lahir dan tumbuh di era perkembangan teknologi rupanya tidak selamanya baik. Gen z yang lahir pada tahun 10097-2012 merupakan generasi yang tumbuh di era perkembangan teknologi. Walaupun banyak pekerjaan yang terbantu dari teknologi yang ada. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga tantangan baru yang bisa dialami oleh para gen z. Hal tersebutlah yang terkadang membuat gen z tampak lemah secara mental.

Gen z sering dipandang sebagai generasi yang memiliki mental lemah oleh generasi sebelumnya. Namun yang sering kali dilupakan bahwa gen z memiliki struggle yang berbeda dari generasi sebelumnya. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan juga membuat banyak gen z fokus untuk menjaga kesehatan mental mereka.

Salah satu masalah mental yang sering dialami oleh gen z adalah trauma. Pada dasarnya trauma merupakan hal normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Hanya saja, trauma yang berlebihan dan berlangsung jangka panjang bisa menimbulkan berbagai gangguan mental. Misalnya mengalami gangguan stress pasca trauma (PTSD), depresi, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya.

Lantas, kenapa gen z rentan mengalami trauma, dan bagaimana cara mereka menghadapinya? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut. Namun, sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami trauma, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Faktor Pemicu Trauma Pada Gen Z

Depressed sad woman standing as victim flat vector illustration Surrounded girl and fingers pointing at her Conviction indictment and social denunciation concept vector illustration

Trauma yang dialami oleh pada gen z dipicu oleh berbagai macam faktor. Mulai dari faktor sosial, psikologis, hingga lingkungan yang mempengaruhi proses tumbuh kembang mereka. Terlebih lagi gen z perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa faktor yang bisa memicu trauma pada gen z:

Tekanan sosial dari media sosial

Generasi sebelumnya juga mengalami tekanan sosial. Namun, gen z tidak hanya mengalami tekanan sosial dari lingkungannya, namun juga dari media sosial. Seperti yang kita ketahui, media sosial bisa diakses oleh banyak orang dari belahan dunia manapun. Artinya, tekanan sosial yang didapatkan oleh gen z lebih banyak dan lebih luas lagi. Tekanan sosial dalam hal ini bisa berupa standar kecantikan, perbandingan sosial, hingga cyberbullying.

Peningkatan isu kesehatan mental

Era digital membuat gen z mudah mengakses dan membagikan informasi. Salah satu yang sering menjadi perbincangan adalah terkait isu kesehatan mental. Satu sisi hal itu sangat positif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. Namun di sisi lain juga bisa meningkatkan kecemasan, depresi, dan stress berlebihan.

Ketidakpastian ekonomi

Gen z melalui masa dimana terjadi krisis secara global, seperti pandemi COVID-19. Hal tersebut membuat kondisi ekonomi menjadi tidak stabil. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan dan tidak memiliki sumber penghasilan. Kondisi semacam ini bisa memicu perasaan tidak nyaman, termasuk kondisi trauma.

Baca juga: Menghadapi Trauma di Sekolah: Bagaimana Gen Z Mengalami dan Mengatasi Trauma di Lingkungan Pendidikan

Dampak Trauma Terhadap Kondisi Psikologis Gen Z

Fear attack concept girl sitting on floor and struggling with inner fears and psychological disorders problems with mental health and psychology phobia Cartoon flat vector illustration

Trauma memang merupakan respon tubuh yang normal saat seseorang mengalami kejadian tidak menyenangkan. Namun, dalam tahap tertentu trauma bisa memicu berbagai masalah psikologis. Berikut beberapa dampak trauma terhadap kondisi psikologis gen z:

Gangguan kecemasan dan depresi

Trauma bisa memicu gangguan kecemasan dan depresi. Terutama untuk kasus trauma yang berat dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, kejadian traumatis membuat para gen merasa tidak tenang, putus asa, kehilangan semangat hidup, dan tentunya mempengaruhi kondisi emosional mereka.

Gangguan tidur

Trauma juga bisa memicu gangguan tidur pada gen z. Kejadian traumatis membuat gen z selalu memikirkan kejadian tersebut terus-menerus. Otak yang selalu aktif inilah yang membuat mereka kesulitan untuk tidur, atau tidur tidak nyenyak.

Gangguan stress pasca trauma (PTSD)

Gangguan psikologis yang memiliki ikatan kuat dengan trauma adalah gangguan stress pasca trauma (PTSD). PTSD meliputi kilas balik akan kejadian traumatis, upaya untuk menghindari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis, kecemasan berlebih, dan mudah terkejut.

Perilaku menarik diri

Selain memicu berbagai gangguan psikologis, trauma pada gen z juga bisa memicu perilaku menarik diri. Perilaku yang satu ini ditandai dengan kehilangan minat untuk melakukan hobi atau hal-hal yang dulunya disenangi, membatasi atau memutus hubungan dengan keluarga maupun teman dekat, dan menghindari kegiatan-kegiatan sosial.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai alasan mengapa gen z mudah mengalami trauma, dan dampaknya terhadap kondisi mental. Jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk menjumpai para ahli di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Trauma pada Gen Z: Bagaimana Orang Tua Dapat Membantu?

 

Sumber:

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. Atria Books.

American Psychological Association (2020). Stress in America: The State of Our Nation. American Psychological Association. https://www.apa.org/news/press/releases/stress/2020/state-nation

Wright, M. F., & Li, Y. (2013). The Role of Peer Victimization in the Relationship Between Media Use and Psychosocial Well-Being in Adolescents. Psychology of Popular Media Culture, 2(3), 170–182.

Pew Research Center (2019). Teens, Social Media & Technology 2018. Pew Research Center. https://www.pewinternet.org/2018/05/31/teens-social-media-technology-2018/

Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Today's Super-Connected Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy—and Completely Unprepared for Adulthood. Atria Books.

American Psychological Association (2019). Stress in America: The State of Our Nation. American Psychological Association.
https://www.apa.org/news/press/releases/stress/2019/state-nation

National Institute of Mental Health (2021). Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).
https://www.nimh.nih.gov/health/topics/post-traumatic-stress-disorder-ptsd

Berk, L. E. (2013). Child Development. Pearson Education.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Trauma pada Gen Z: Mengapa Mereka Lebih Rentan dan Apa Dampak yang Bisa Dialami? — DeepTalk