Deeptalk.co.id – Gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda adalah kondisi psikologis yang cukup kompleks dan seringkali membutuhkan penanganan yang intensif. Gangguan identitas disosiatif ini merujuk kepada kondisi di mana seseorang memiliki lebih dari satu kepribadian yang berbeda. Setiap kepribadian memiliki perilaku, pikiran, dan perasaan yang berbeda-beda. Kondisi ini seringkali terkait dengan pengalaman trauma yang berat pada masa kanak-kanak.
Dalam penanganan gangguan identitas disosiatif, terdapat beberapa prinsip yang disepakati secara luas. Prinsip-prinsip ini bertujuan untuk mengintegrasikan beberapa kepribadian dan membantu mereka memahami bahwa mereka adalah bagian dari satu orang. Namun, bagaimana terapi ini dilakukan?
Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai prinsip yang telah disepakati secara luas untuk penanganan penderita gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda.
Mengintegrasikan Kepribadian

Tujuan utama dari terapi untuk gangguan identitas disosiatif atau kepribadian ganda adalah untuk mengintegrasikan beberapa kepribadian yang ada menjadi satu kepribadian utuh. Integrasi ini akan mengurangi gejala-gejala yang terkait dengan gangguan tersebut, seperti hilang ingatan dan perubahan kepribadian yang tiba-tiba.
Mengajak Kepribadian untuk Memahami Diri Sendiri
Setiap kepribadian dalam gangguan identitas disosiatif harus dibantu untuk memahami bahwa mereka adalah bagian dari satu orang. Kepribadian-kelompok tersebut muncul dari satu kesatuan individu, dan perlu dikenali dan diterima oleh setiap kepribadian itu sendiri.
Menggunakan Nama Kepribadian Hanya untuk Kenyamanan
Nama dari setiap kepribadian dalam gangguan identitas disosiatif hanya digunakan untuk kenyamanan, bukan sebagai cara untuk menegaskan eksistensi dari kepribadian yang terpisah dan otonom. Terapis harus memastikan bahwa kepribadian tersebut menyadari bahwa mereka semua adalah bagian dari satu individu, dan bertanggung jawab secara keseluruhan atas berbagai tindakan orang tersebut.
Perlakuan yang Adil dan Empati
Seluruh kepribadian dalam gangguan identitas disosiatif harus diperlakukan dengan adil dan empati. Terapis harus memastikan bahwa setiap kepribadian merasa didengar dan dihargai, dan tidak merasa diabaikan atau dianggap tidak penting.
Mendorong Empati dan Kerjasama
Terapis harus mendorong empati dan kerjasama di antara berbagai kepribadian dalam gangguan identitas disosiatif. Hal ini dapat membantu kepribadian-kelompok untuk saling memahami dan bekerja sama, sehingga proses integrasi dapat berjalan lebih efektif.
Baca juga: Penelitian : Takut Dengan Tempat Publik Adalah Wajar Bagi Penderita Epilepsi
Dukungan Terhadap Trauma Masa Kanak-Kanak

Gangguan identitas disosiatif seringkali berhubungan dengan trauma masa kanak-kanak. Oleh karena itu, diperlukan kelembutan dan dukungan berkaitan dengan trauma tersebut. Terapis harus membantu individu dalam mengatasi rasa takut, rasa bersalah, atau rasa malu yang mungkin terkait dengan trauma masa kanak-kanak tersebut.
Terkadang, semakin banyak jumlah kepribadian yang ada dalam gangguan identitas disosiatif, semakin lama penanganan yang diperlukan. Namun, dengan dukungan yang tepat dari terapis dan lingkungan sosial yang mendukung, individu dengan gangguan identitas disosiatif dapat memperoleh pemulihan yang signifikan.
Pendekatan Terapi yang Efektif
Terapi untuk gangguan identitas disosiatif dapat menggunakan beberapa pendekatan terapi, seperti terapi perilaku kognitif, terapi perilaku, terapi keluarga, dan terapi eksposur sistematis. Pendekatan-pendekatan tersebut dapat membantu individu dalam mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat dan merubahnya menjadi kebiasaan-kebiasaan yang lebih sehat. Terapis dapat membantu individu dalam mengatasi kecemasan, depresi, dan gejala-gejala lain yang terkait dengan gangguan identitas disosiatif.
Peran Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial yang mendukung sangatlah penting dalam terapi untuk gangguan identitas disosiatif. Keluarga dan teman-teman dapat membantu individu dalam mengatasi gejala-gejala gangguan identitas disosiatif. Mereka dapat membantu individu dalam mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat dan memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan. Terapis dapat membantu individu dalam memperbaiki hubungan dengan keluarga dan teman-teman.
Dukungan Kelompok
Dukungan kelompok juga dapat membantu individu dengan gangguan identitas disosiatif. Kelompok dukungan dapat membantu individu dalam mengidentifikasi kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat dan memberikan dukungan emosional yang dibutuhkan. Terapis dapat membantu individu dalam bergabung dengan kelompok dukungan yang sesuai dengan kebutuhan individu.
Mengatasi Perasaan Malu dan Stigma
Gangguan identitas disosiatif seringkali menjadi sumber malu dan stigmatisasi. Terapis harus membantu individu dalam mengatasi perasaan malu dan stigma yang terkait dengan gangguan identitas disosiatif. Terapis dapat membantu individu dalam memahami bahwa gangguan identitas disosiatif bukanlah kesalahan individu tersebut, melainkan hasil dari trauma masa lalu yang dialami.
Dalam rangka untuk mengatasi gangguan identitas disosiatif, individu tersebut harus bekerja sama dengan terapis dan lingkungan sosial yang mendukung. Terapi untuk gangguan identitas disosiatif dapat memakan waktu yang lama, tetapi dengan dukungan yang tepat, individu dapat memperoleh pemulihan yang signifikan. Terapis harus memastikan bahwa setiap kepribadian dalam gangguan identitas disosiatif diperlakukan dengan adil dan empati, dan dipandang sebagai bagian dari satu individu yang utuh.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Resiliensi Dalam Ilmu Psikologi
Sumber:
Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



