Semua artikel
Kesehatan Mental

Strategi Mengelola Stres dan Kecemasan Akibat Procrastination

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Procrastination saling berkaitan dengan stres. Ini terjadi dalam dua bentuk, yakni procrastination atau penundaan yang menyebabkan stres atau justru stres yang mengakibatkan kecenderungan menunda. Pada beberapa kasus, orang bisa mengalami hubungan ini di kedua arah yang dapat mengarah pada siklus stres-penundaan yang memperkuat diri sendiri. Di mana penundaan membuat mereka stres, yang pada gilirannya menyebabkan mereka menunda-nunda lebih lanjut, dan begitu seterusnya.

Siklus ini dapat berlanjut tanpa batas waktu, atau dapat berakhir ketika sesuatu berubah. Seperti misalnya ketika tekanan tenggat waktu yang akan datang akhirnya mendorong orang yang suka menunda-nunda untuk melakukan pekerjaannya. Namun, bahkan dalam kasus seperti itu, siklus stres-procrastination dapat dimulai kembali jika menunda menjadi stres karena tugas baru.

Oleh sebabnya, perlu beberapa strategi untuk mengelola antara stres dan procrastination ini agar Anda bisa menjadi lebih produktif. Berikut ini lima cara dan strategi yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi procrastination yang dapat memicu stres dan kecemasan, juga begitupun sebaliknya.

1. Kelompokkan Prioritas Waktu dan Tanggung Jawab Anda

Procrastination atau menunda-nunda pekerjaan adalah hal yang berkutat dengan waktu dan tanggung jawab. Untuk menghilangkan kecenderungan menunda, perlu menerapkan pertimbangan yang sama ketika mencoba memprioritaskan tanggung jawab.

Setiap individu memiliki hierarki kebutuhan dalam dirinya masing-masing. Untuk mencapai aktualisasi diri, yang intinya mengacu pada potensi sejati atau keadaan ideal diri sendiri, yang paling pertama dan utama adalah dengan merasa bahwa kebutuhan dasar Anda telah terpenuhi.

Memastikan kebutuhan dasar telah terpenuhi adalah cara terbaik untuk mengatasi procrastination yang disebabkan oleh stres dan kecemasan. Kebutuhan dasar ini termasuk kesehatan fisik dan keamanan pribadi. Kemudian, setelah fondasi pertumbuhan pribadi Anda aman, Anda dapat berfokus pada aspek estetika hidup Anda dengan rasa aman yang lebih besar.

2. Bagi Tugas Menjadi Lebih Kecil

Alih-alih langsung mencoba menangani proyek besar sekaligus, akan lebih mudah dikerjakan jika proyek tersebut dipecah menjadi tugas lebih kecil. Ini dapat membantu Anda untuk lebih mudah dalam mengelola dan mudah untuk ditargetkan. Kemudian, setelah semua tugas individu diselesaikan, Anda dapat menggabungkan semuanya untuk membentuk produk jadi.

Anda tidak hanya akan mendapatkan momentum dalam apa pun yang Anda lakukan, tetapi Anda juga akan mendapatkan harga diri yang mungkin lebih besar saat Anda membuktikan kepada diri sendiri bahwa Anda sedang membuat kemajuan.

Baca juga: Quarter Life Crisis : Mengala Bisa Menyerang Banyak Generasi Muda?

3. Utamakan Kemajuan, Bukan Kesempurnaan

Hati-hati dengan sifat perfeksionisme yang mungkin Anda alami saat ini. Hal ini akan membuat Anda berpikir bahwa Anda lebih baik dari siapapun sehingga Anda tidak pernah puas dengan apa pun. Sehingga Anda hanya akan menghabiskan sebagian besar waktu dan energi yang berkutat pada kesempurnaan hasil. Bahkan pada akhirnya, Anda akan berakhir dengan banyak proyek yang belum selesai karena tidak dapat menyelesaikan satu pun dari mereka.

Ada korelasi langsung antara penundaan akibat kecenderungan perfeksionisme dengan stres dan kecemasan. Alih-alih terjebak dalam ekspektasi yang tidak dapat dicapai akan kesempurnaan yang dibuat sendiri, teruslah membangun kemajuan yang telah Anda buat untuk bergerak maju dalam apa pun yang sedang Anda lakukan. Selesaikan tugas yang ada, dan kemudian, jika waktu mengizinkan, Anda bisa kembali untuk membuatnya sesempurna mungkin.

4. Tetapkan Batasan

Kesuksesan hadir beriringan dengan beban tanggung jawab yang semakin besar. Namun, kondisi tersebut oleh kebanyakan orang membuatnya tidak dapat benar-benar menikmati hasil kerjanya. Ini dikarenakan mereka merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu dan semua orang di sekitarnya.

Tidak peduli berapa banyak yang ingin Anda capai, terkadang Anda harus tahu kapan harus mengatakan “kapan”. Daripada menetapkan batasan pada apa yang dapat Anda capai, Anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk menetapkan batasan mengenai jumlah tanggung jawab yang ingin Anda ambil.

Jika Anda menemukan diri Anda merasa menanggung beban dunia, pada satu titik atau lainnya Anda mungkin akan menemukan diri Anda berada di bawahnya. Dengan kata lain, sebelum Anda mencoba mengurus orang lain, cobalah untuk mengurus diri sendiri terlebih dahulu.

5. Jadwalkan Waktu Untuk Berhenti

Otak adalah organ dan bagian tubuh paling kuat dan paling berpengaruh karena dapat mengatur atau mengontrol semua yang Anda pikirkan, lakukan dan katakan. Pun jika Anda menggunakannya terlalu berlebihan atau justru menganiayanya, hal yang paling mengkhawatirkan adalah akan terjadi kegagalan fungsi.

Oleh karena itu, entah bagaimanapun itu, Anda harus meluangkan waktu untuk diri Anda sendiri demi kesehatan Anda. Bahkan fakta menyebutkan bahwa istirahat secara cukup dan teratur dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan dengan menyediakan waktu bagi pikiran untuk memberi energi dan memfokuskan otak kembali.

Baca juga: Apa Itu Regulasi Emosi dan Mengapa Penting Untuk Kesejahteraan Emosi?

 

Sumber:

Jarschauer, E. (2023). How to Cope With Anxiety-Induced Procrastination. Lifehack. https://www.lifehack.org/915122/anxiety-and-procrastination

Procrastination and Stress: How They’re Connected and What to Do About Them. (2023). https://solvingprocrastination.com/stress/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Strategi Mengelola Stres dan Kecemasan Akibat Procrastination — DeepTalk