Semua artikel
Terapi

Peran Terapi Perilaku Kognitif dalam Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Kemampuan regulasi emosi merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki. Pasalnya, setiap orang memiliki emosi yang perlu dikontrol dengan baik. Kemampuan regulasi emosi ini tidak hanya penting untuk diri sendiri, namun juga penting dalam kehidupan bersosial.

Kemampuan regulasi emosi bisa ditingkatkan dengan banyak cara. Salah satu cara meningkatkan kemampuan regulasi emosi yang cukup populer adalah dengan terapi perilaku kognitif. Lantas, bagaimana pertan terapi perilaku kognitif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami kesulitan dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Cobalah untuk melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT), adalah salah satu jenis intervensi psikologi yang cukup populer. Jenis terapi ini menghubungkan antara pikiran, perasaan, dan perilaku manusia. Tujuan utama dari terapi perilaku kognitif adalah untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif atau tidak adaptif yang memicu emosi dan perilaku yang bermasalah.

Terapi perilaku kognitif sering digunakan para psikolog sebagai bahan intervensi berbagai masalah kesehatan mental. Mulai dari masalah sederhana, hingga masalah yang lebih kompleks. Jenis terapi ini juga sudah cukup lama diaplikasikan. Sehingga, banyak profesional yang tidak ragu lagi untuk mengaplikasikan metode terapi tersebut.

Terapi perilaku kognitif juga merupakan jenis terapi psikologis yang bersifat langsung dan praktis. Artinya, baik terapis dan pasien akan bekerja sama secara kolaboratif sampai bisa mengubah pola pikir dan perilaku pasien ke arah yang lebih positif.

Baca juga: Neurosains dan Regulasi Emosi: Menelusuri Peran Otak dalam Kontrol Diri

Hubungan Terapi Perilaku Kognitif dengan Regulasi Emosi

Terapi perilaku kognitif dan regulasi emosi merupakan dua hal yang saling berkaitan secara tidak langsung. Regulasi emosi bisa ditingkatkan dengan terapi perilaku kognitif. Disisi lain, terapi perilaku kognitif bisa lebih efektif jika seseorang memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai hubungan terapi perilaku kognitif dengan regulasi emosi:

Reappraisal kognitif (cognitive reappraisal)

Terapi perilaku kognitif bisa membantu pasien dalam reappraisal kognitif (cognitive reappraisal), yaitu upaya untuk menafsirkan pengalaman yang kurang baik menjadi sesuatu yang bisa meningkatkan semangat hidup. Kondisi serupa juga terjadi jika seseorang memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik.

Pemantauan emosi dan pikiran

Dalam proses terapi perilaku kognitif ada sesi yang namanya self monitoring. Melalui sesi ini pasien yang mulai belajar mengenali pemicu emosi, pola pikir, dan respon akan perilaku mereka. Secara tidak langsung, sesi ini mengajarkan pasien untuk melatih kemampuan regulasi emosi. Pasalnya, dalam regulasi emosi seseorang perlu mengenali emosi mereka untuk bisa memberikan respon terbaik dari emosi tersebut.

Restrukturisasi kognitif (cognitive restructuring)

Dengan terapi perilaku kognitif, regulasi emosi bisa ditingkatkan juga melalui restrukturisasi kognitif. Misalnya dengan catastrophizing atau overgeneralization. Teknik yang satu ini terbukti mampu mengatasi intensitas emosi negatif, seperti kecemasan maupun depresi.

Peningkatan toleransi distres

Terapi perilaku kognitif juga mengajarkan pasien untuk meningkatkan toleransi stress, namun tanpa menghindari maupun bereaksi impulsif. Dengan demikian, secara tidak langsung terapi perilaku kognitif juga membantu meningkatkan kemampuan regulasi emosi.

Teknik Terapi Perilaku Kognitif yang Relevan dengan Regulasi Emosi

Jika diperhatikan secara lebih seksama lagi, beberapa teknik terapi perilaku kognitif memang cukup relevan untuk meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Misalnya pada beberapa teknik berikut:

  • Teknik cognitive restructuring, dalam regulasi emosi teknik ini berfungsi untuk mengubah pola pikir yang memicu emosi negatif menjadi respon yang lebih bisa diterima.

  • Teknik behavioral activation, dalam regulasi emosi teknik yang satu ini membantu mengurangi depresi dengan cara meningkatkan aktivitas-aktivitas positif.

  • Teknik exposure therapy, dalam regulasi emosi teknik ini membantu menurunkan sensitivitas terhadap stimulus emosional.

  • Teknik relaxation training, dalam regulasi emosi teknik ini membantu mengelola respon fisiologis terhadap emosi. Khususnya untuk respon-respon spontan.

  • Teknik problem solving training, dalam regulasi emosi teknik ini membantu dalam meningkatkan kontrol terhadap situasi emosional.

Itu dia sedikit penjelasan tentang peran terapi perilaku kognitif dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa terapi perilaku kognitif memang bisa membantu individu dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi nya. 

Namun terlepas dari seberapa besar peran terapi perilaku kognitif, setiap individu memiliki kondisi yang berbeda-beda. Maka dari itu, untuk menetapkan metode intervensi yang tepat membutuhkan bantuan para profesional di bidangnya. Dalam hal ini adalah seorang psikolog atau psikiater. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Regulasi Emosi dalam Hubungan Interpersonal: Perspektif Psikologi Sosial

 

Sumber:

Beck, J. S. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond (2nd ed.). Guilford Press.

Gross, J. J. (2015). Emotion regulation: Current status and future prospects. Psychological Inquiry, 26(1), 1–26. https://doi.org/10.1080/1047840X.2014.940781.

Hofmann, S. G., Asnaani, A., Vonk, I. J., Sawyer, A. T., & Fang, A. (2012). The Efficacy of Cognitive Behavioral Therapy: A Review of Meta-analyses. Cognitive Therapy and Research, 36(5), 427–440. https://doi.org/10.1007/s10608-012-9476-1.

Buhle, J. T., Silvers, J. A., Wager, T. D., Lopez, R., Onyemekwu, C., Kober, H., ... & Ochsner, K. N. (2014). Cognitive reappraisal of emotion: A meta-analysis of human neuroimaging studies. Cerebral Cortex, 24(11), 2981–2990. https://doi.org/10.1093/cercor/bht154.

DeRubeis, R. J., Siegle, G. J., & Hollon, S. D. (2008). Cognitive therapy versus medication for depression: Treatment outcomes and neural mechanisms. Nature Reviews Neuroscience, 9(10), 788–796. https://doi.org/10.1038/nrn2345.

Aldao, A., Nolen-Hoeksema, S., & Schweizer, S. (2010). Emotion-regulation strategies across psychopathology: A meta-analytic review. Clinical Psychology Review, 30(2), 217–237. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2009.11.004.



MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Peran Terapi Perilaku Kognitif dalam Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi — DeepTalk