Semua artikel
Terapi

Mengenal Scream Therapy dan Metodenya yang Dapat Membantu Meredakan Stres

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Menghadapi tantangan dan tekanan kehidupan sehari-hari, banyak individu mencari cara yang unik dan inovatif untuk melepaskan ketegangan dan stres yang terakumulasi. Salah satu pendekatan yang menarik perhatian adalah dengan berteriak yang dinilai dapat efektif sebagai pelepas stres. Hingga kemudian fenomena ini mendorong adanya sebuah metode terapi yang dinamakan scream therapy, atau terapi berteriak.

Artikel ini akan membongkar konsep scream therapy, merinci apa sebenarnya terapi ini, dan mengungkap manfaat serta mekanismenya dalam konteks kesehatan mental. Dengan memahami lebih dalam tentang fenomena ini, kita dapat menjelajahi cara berteriak sebagai bentuk pelampiasan emosional mungkin memberikan solusi yang tidak hanya unik, tetapi juga efektif dalam merawat kesejahteraan mental kita.

Apa Itu Scream Therapy?

Meski emosi marah sering dianggap sebagai hal yang merusak dan bersifat negatif, namun sebenarnya marah bisa sangat berguna dan mendorong individu melakukan perubahan yang sehat. Kemarahan bisa menjadi emosi yang sangat memotivasi dan peningkatan tekanan darah yang bersifat sementara dan jangka waktu yang pendek bukanlah hal yang buruk.

Ini dikarenakan hal tersebut membantu memicu respons fight-or-flight – yang terjadi sebagai respons terhadap peristiwa atau tindakan yang dianggap berbahaya sebagai ancaman bagi kelangsungan hidup. Kemarahan dapat mengingatkan diri ketika batasan emosionalnya telah terlampaui.

Begitupun dengan seseorang yang secara aktif meneriakkan kesedihan, frustasi dan kemarahannya alih-alih menahannya. Melampiaskan emosi dengan berteriak dikatakan mampu memberikan manfaat terapeutik sehingga mendorong seorang psikoterapis Arthur Janov menciptakan terapi primal atau scream therapy.

Pertama kali dikembangkan oleh psikolog Arthur Janov, terapi primal didasarkan pada gagasan bahwa neurosis adalah akibat dari trauma masa kanak-kanak yang ditekan. Cara terbaik untuk mengatasi trauma tersebut, menurut Janov, adalah melalui pasien yang mengingat dan mengulangi pengalaman traumatis tersebut serta mengungkapkan kemarahan atau frustrasi yang terpendam tersebut. Dan ini adalah kuncinya, yakni melalui jeritan, histeria, atau kekerasan yang spontan dan tidak terkendali. Konsep ini pertama kali diuraikan dalam bukunya tahun 1970 The Primal Scream: Primal Therapy, The Cure for Neurosis.

Dengan mengambil bagian dalam apa yang disebut primal / scream therapy, individu dapat meninjau kembali dan melepaskan emosi yang terpendam ini dengan menyuarakan emosi tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak psikolog mempertanyakan efektivitas terapi ini, dan terapi ini tidak dianggap sebagai bentuk intervensi psiko-sosial yang diterima. Namun bukan berarti hal ini sama sekali tidak berguna, dan mungkin ada manfaatnya jika mempraktikkannya bersamaan dengan terapi berbasis bukti seperti CBT (terapi perilaku kognitif).

Baca juga: Waspada! Beginilah Dark Empath Memanipulasi Korbannya

Bagaimana Teknik Scream Therapy Ini Bekerja?

Untuk mengatasi primal pain pada scream therapy ini, Janov mengajak pasien untuk kembali ke masa kanak-kanak. Pasien bahkan dibawa ke ruangan yang penuh dengan mainan dan tempat tidur bayi, bahkan diizinkan atau didorong untuk menghisap jempolnya. Hanya ketika mereka telah mencapai kondisi masa kanak-kanak mereka, barulah ahli terapi dapat mengakses ‘rasa sakit primal’ yang telah individu tekan selama ini.

Setelah “Primal Pain” berhasil diakses, pasien dapat mengeluarkannya melalui cara apa pun yang diperlukan. Ini termasuk dengan kekerasan (pada sesuatu seperti bantal, bukan pada orang), menangis, dan tentunya dengan berteriak.

Terapi dimulai dengan terapi individu selama tiga minggu. Ini adalah langkah pertama dan terpenting untuk mempelajari rasa sakit individu dan belajar merasakannya. Untuk itu, pihak terapis biasanya mengharuskan pasien baru untuk menghabiskan tiga minggu terapi individu dalam isolasi, sebaiknya di motel atau tempat mana pun di mana dia bisa sendirian.

Saat memulai terapi, pasien baru akan menerima instruksi rinci mengenai tiga minggu tersebut. Dianjurkan agar pasien tidak bekerja, menelepon, ngemil, merokok, mengonsumsi obat-obatan (kecuali diresepkan), dll, selama tiga minggu. Pasien didorong untuk menulis dan membuat jurnal tentang pengalamannya. Sesi selama periode tiga minggu awal bersifat terbuka tetapi rata-rata berdurasi sekitar dua jam.

Manfaat Scream Therapy Bagi Kesehatan Mental

Tidak diragukan lagi, berteriak bisa terasa menyenangkan. Sama seperti menangis ketika segala sesuatunya menjadi terlalu berlebihan, sesi teriakan bisa bersifat katarsis dan membuat individu merasa tenang setelahnya.

Bahkan ada beberapa penelitian dari Universitas Derby yang menemukan bahwa ketika seseorang mengalami rasa sakit fisik, berteriak dengan suara keras dapat membantu meringankan rasa sakit tersebut. Namun, hal itu hanya dapat meredakan stres jangka pendek, dan beberapa orang juga percaya bahwa berteriak dapat memicu endorfin seperti dopamin, yang menyebabkan perasaan senang secara alami.

Praktik semacam scream therapy ini akan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang menekan emosi dan kesulitan mengekspresikan kemarahan. Ini bukanlah cara yang paling sehat dalam jangka panjang untuk mengekspresikan emosi, namun diajak untuk mengeksplorasi emosi ini dengan cara yang tidak menimbulkan konsekuensi negatif, dapat terasa memberdayakan bagi sebagian orang.

Baca juga: Bagaimana Mendukung Orang yang Mengalami Pseudodementia?

 

Sumber:

https://www.inverse.com/mind-body/scream-therapy-science

https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/kanye-west-anger-the-new-york-times-birmingham-city-university-cbt-b1831103.html

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengenal Scream Therapy dan Metodenya yang Dapat Membantu Meredakan Stres — DeepTalk