Semua artikel
Terapi

Jenis-Jenis Terapi Untuk Penanganan Eating Disorder

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia6 menit baca

Deeptalk.co.id – Eating disorder adalah kondisi psikologis yang kompleks yang memengaruhi hubungan seseorang dengan makanan dan kebiasaan makan. Tanpa intervensi yang tepat, eating disorder bisa memberikan konsekuensi kesehatan baik fisik maupun mental yang parah. Oleh karenanya, perlu penanganan yang tepat untuk menyembuhkan kondisi ini, salah satunya terapi untuk penanganan eating disorder.

Kondisi gangguan makan terdapat beragam jenisnya, diantaranya seperti anoreksia nervosa, bulimia nervosa, dan binge eating disorder. Setiap jenis dari eating disorder tersebut memiliki perilaku yang berbeda, serta pemicu yang berbeda pula. Pada beberapa kasus, eating disorder dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti genetika, lingkungan, dan faktor psikologis.

Terapi untuk eating disorder umumnya melibatkan kombinasi pendekatan yang berbeda seperti terapi perilaku kognitif, terapi berbasis keluarga, dan terapi interpersonal. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu individu mengembangkan hubungan yang lebih sehat dengan makanan, dan menangani masalah psikologis yang mendasari yang mungkin telah menyebabkan perkembangan gangguan tersebut.

Akibat adanya perbedaan dari perilaku hingga penyebab dari seseorang mengidap eating disorder, yang berpengaruh pada pendekatan penanganan yang berbeda pula, terapi yang digunakan untuk eating disorder juga memiliki banyak jenisnya.

Supportive and comforting hands for empathy in vivancy therapy office

Jenis-Jenis Terapi Untuk Penanganan Eating Disorder

Ada beberapa jenis terapi untuk penyembuhan eating disorder. Salah satu bentuk terapi yang paling umum untuk gangguan makan adalah terapi perilaku kognitif (CBT). Namun, ada beberapa jenis terapi eating disorder lainnya yang akan kami jelaskan pada artikel ini.

Berikut beberapa jenis terapi untuk penanganan eating disorder yang perlu Anda simak :

1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dan Enhanced Cognitive Behavioral Therapy (CBT-E)

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) atau terapi perilaku kognitif (CBT) pada umumnya digunakan untuk berbagai kondisi gangguan kesehatan mental. Namun pada kasus penyembuhan eating disorder, CBT bertujuan untuk mengidentifikasi pola pikir serta keyakinan yang berkontribusi pada penyebab dari gangguan makan.

Hal tersebut dapat mencakup pemikiran atau keyakinan seperti terkait dengan makanan, berat badan, bentuk tubuh hingga penampilan. Setelah pemikiran dan keyakinan tersebut diidentifikasi, pengidap eating disorder kemudian diajarkan strategi untuk mengubahnya dan membantu mengelolanya.

Bagi seseorang yang menerima CBT untuk gangguan makan akan mengalami perbaikan pada gejala terkait lainnya seperti depresi dan kecemasan. Sedangkan Enhanced Cognitive Behavioral Therapy (CBT-E) atau terapi perilaku kognitif yang ditingkatkan adalah jenis CBT yang dimaksudkan untuk digunakan pada semua jenis gangguan makan.

Baca juga: Tips Menghadapi Pasangan Yang Sering Melakukan Silent Treatment

2. Interpersonal Psychotherapy (IPT)

Interpersonal Psychotherapy (IPT) atau psikoterapi interpersonal adalah jenis terapi yang digunakan untuk mengobati gangguan makan seperti binge eating disorder atau bulimia. Pada proses penyembuhan melalui metode IPT, kondisi gangguan makan seseorang akan dieksplorasi dalam konteks hubungan sosial dan interpersonal.

Empat “bidang masalah” yang berbeda juga digunakan dalam IPT, yakni :

– Defisit interpersonal : termasuk perasaan terisolasi atau kurangnya hubungan yang dekat dan memuaskan. Hubungan yang dimaksud tidak harus romantis, tapi bisa juga berhubungan dengan teman atau keluarga.

– Perselisihan peran : sering melibatkan perbedaan harapan antara seseorang dengan satu atau lebih orang penting dalam hidupnya, seperti orang tua, teman, atau majikan.

– Transisi peran : biasanya berkaitan dengan perubahan besar dalam hidup, seperti menjadi diri sendiri untuk pertama kalinya, memulai pekerjaan baru, atau menjalin hubungan baru.

– Kesedihan : bisa termasuk perasaan kehilangan karena kematian orang yang dicintai atau berakhirnya suatu hubungan.

Dokter akan bekerja dengan pengidap eating disorder untuk mengeksplorasi bagaimana masalah di setiap area masalah tersebut berkontribusi pada gangguan makan yang dideritanya. Mereka kemudian akan membantu dalam mengembangkan strategi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan interpersonal pasien untuk membantu mengurangi gejala.

3. Family-Based Treatment (FBT)

Family-based Treatment (FBT) atau perawatan berbasis keluarga, yang mungkin pernah Anda ketahui sebagai Metode Maudsley. Terapi ini sering digunakan untuk anak-anak atau remaja yang memiliki gangguan makan.

Pada jenis terapi FBT ini, anggota keluarga menjadi bagian penting dari proses pemulihan. Mereka akan terlibat langsung dalam membantu pasien untuk melakukan hal-hal seperti menjaga pola makan sehat, memulihkan dan mempertahankan berat badan yang sehat, hingga mengalihkan perilaku tidak sehat seperti binge eating atau purging.

4. Dialectal Behavior Therapy (DBT)

Dialectal Behavior Therapy (DBT) atau terapi perilaku dialek berfokus pada pengelolaan emosi yang sulit. Dengan DBT, pasein akan memperlajari keterampilan untuk mengubah perilaku yang terkait dengan gangguan makannya.

Beberapa keterampilan khusus yang ingin dibangun dengan metode DBT meliputi kemampuan interpersonal, ekspresi emosional, fleksibilitas dan keterbukaan, mengatasi perasaan tertekan hingga mendorong kesadaran. DBT telah dipelajari untuk pengobatan binge eating disorder, anoreksia nervosa, dan bulimia nervosa.

5. Acceptance and commitment therapy (ACT)

Acceptance and commitment therapy (ACT) atau penerimaan dan terapi komitmen akan meminta pasien untuk fokus mengubah tindakannya, bukan pikiran atau perasaan. Prinsipnya adalah bahwa perilaku yang terkait dengan kesehatan mental berasal dari respons terhadap perasaan tidak menyenangkan seperti kecemasan atau rasa sakit.

Orang yang menjalani ACT diminta untuk memeriksa sendiri apa nilai-nilai inti mereka. Mereka kemudian diminta untuk mengembangkan tujuan yang membantu mereka memenuhi nilai-nilai ini dengan lebih baik.

Tujuannya adalah untuk menerima semua perasaan — termasuk yang tidak menyenangkan — dan berkomitmen untuk mengubah tindakan agar lebih selaras dengan nilai-nilai inti mereka. Melalui metode ini, diyakini bahwa pasien dapat menjalani kehidupan yang lebih baik dan mulai merasa lebih baik.

ACT adalah pengobatan yang layak untuk gangguan makan, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat apakah itu efektif sebagai terapi mandiri.

6. Cognitive remediation therapy (CRT)

Cognitive remediation therapy (CRT) atau terapi perbaikan kognitif akan mempromosikan pemikiran gambaran besar dan fleksibilitas mental. CRT saat ini digunakan dalam pengobatan anoreksia nervosa.

Dalam CRT, berbagai latihan dan tugas digunakan untuk membantu mengatasi pola berpikir kaku yang sering dikaitkan dengan anoreksia nervosa. Beberapa contoh tugas tersebut meliputi:

– menggambar bentuk atau melakukan gerakan dengan tangan dominan dan nondominan

– meminta untuk berulang kali mengalihkan perhatian di antara dua topik

– membaca dan meringkas bagian-bagian yang semakin sulit menemukan berbagai cara untuk menavigasi peta

– meminta untuk menemukan cara alternatif dalam menggunakan objek sehari-hari

7. Psikoterapi psikodinamik

Tujuan keseluruhan dari psikoterapi psikodinamik adalah untuk membantu dalam memahami penyebab gangguan makan. Ini melibatkan pasien untuk menyelam jauh ke dalam hal-hal seperti konflik dan motif internal mereka.

Penyedia jenis terapi ini percaya bahwa gejala yang dirasakan adalah hasil dari keinginan dan kebutuhan yang belum terselesaikan. Dengan demikian, memahami akar penyebab gangguan dapat mengatasi gejala dan mengurangi risiko untuk kambuh.

Efektifitas atau kemanjuran dari setiap jenis terapi yang sudah disebutkan sebelumnya tergantung pada jenis gangguan makan yang Anda alami. Berbagai jenis terapi dapat bekerja paling baik untuk individu yang berbeda. Oleh karena itu, Anda mungkin bisa mencoba beberapa pendekatan terapi yang berbeda sebelum menemukan yang sesuai untuk kondisi Anda.

Baca juga: Hasil Survei: Tingginya Tingkat Kecemasan Pekerja di Tempat Kerja 

 

Sumber:

Seladi-Schulman, J., PhD. (2020, November 23). Is Therapy an Effective Treatment for Eating Disorders? Healthline. https://www.healthline.com/health/eating-disorder/therapy-for-eating-disorders

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Jenis-Jenis Terapi Untuk Penanganan Eating Disorder — DeepTalk