Deeptalk.co.id – Setahun belakangan ini rasanya kita cukup familiar dengan berita mengenai peperangan, kerusuhan, dan juga berbagai bentuk penindasan kejam dari berbagai negara. Walaupun kejadian tersebut berlangsung jauh dari negara kita, namun tidak jarang membuat masyarakat ikut merasakan kecemasan akan peperangan tersebut.
Tahukah kamu bahwa lokasi peperangan merupakan tempat dengan tekanan yang sangat besar. Tidak sedikit orang mengalami dampak dari suatu peperangan. Dampak yang dirasakan juga cukup beragam, mulai dari dampak ekonomi, kesehatan fisik, bahkan kesehatan mental. Salah satu masalah kesehatan mental yang umum dialami di medan perang adalah war anxiety atau kecemasan akibat perang.
Lantas, seperti apa sebenarnya war anxiety itu? Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi war anxiety, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai war anxiety. Sebelum kita masuk pada topik utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian War Anxiety

Seperti yang tertera di judul, war anxiety merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kecemasan berlebih akibat peperangan, atau mendengar berita mengenai perang. Misalnya berita mengenai kondisi di jalur Gaza, Palestina yang membuat banyak masyarakat Indonesia dan masyarakat di hampir seluruh dunia merasa cemas.
Selain dikenal dengan istilah war anxiety, kondisi serupa juga memiliki nama lain berupa nuclear anxiety atau headline hysteria. Walaupun seseorang tidak terpapar langsung dengan kejadian perang, namun kecemasan tetap bisa dirasakan dari mendengar atau menonton berita mengenai perang. Kabar buruknya, saat ini kita berada di era modern, dimana segala jenis informasi bisa dengan mudah kita dapatkan. Salah satunya informasi terkait peperangan yang terjadi di seluruh dunia. Maka dari itu, war anxiety menjadi kondisi yang cukup sering dijumpai. Walaupun tidak semua penderita war anxiety mendapatkan pertolongan profesional.
Seperti pengertian dari war anxiety itu sendiri, penyebab utama dari war anxiety adalah kejadian perang. Termasuk mereka yang menjadi pelaku perang, korban perang, bahkan orang-orang yang mendengar berita mengenai perang.
Secara lebih spesifik lagi, kejadian perang mampu mempengaruhi kondisi psikologis manusia. Tekanan yang didapatkan di medan perang, hingga tekanan psikologis setelah mendengar berita mengenai perang, tidak jarang membuat seseorang mengalami kesedihan, dan juga kecemasan berlebih.
Baca juga: Tips Terhindar Dari FOMO
Gejala War Anxiety

Gejala yang dialami oleh penderita war anxiety akan terasa sesaat atau beberapa saat setelah kejadian perang atau mendengar berita mengenai perang. Perasaan cemas yang dirasakan juga cukup beragam. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan psikologis agar dapat mengetahui diagnosa yang tepat. Meski demikian, secara umum penderita war anxiety akan mengalami beberapa gejala berikut:
Gejala fisik
Gejala pertama yang dialami oleh penderita war anxiety berupa gejala fisik. Gejala fisik dalam hal ini juga cukup beragam, mulai dari jantung yang berdetak tidak beraturan, sesak napas, keringat berlebih, pusing, mual, muntah, bahkan dalam beberapa kasus penderita mengalami kehilangan kesadaran.
Gejala psikologis
Gejala kedua yang dialami oleh penderita war anxiety berupa gejala psikologis. Sama halnya dengan gejala fisik, gejala psikologis juga cukup beragam, mulai dari rasa takut dan cemas yang berlebihan, khawatir yang tidak terkendali, gelisah, mengalami gangguan tidur (susah tidur, mimpi buruk, atau tidur yang tidak nyenyak), hingga seakan mengalami mati rasa.
Dampak War Anxiety

Pada dasarnya, perasaan cemas merupakan hal yang wajar, terutama jika kecemasan tersebut dipicu oleh tekanan atau kondisi tertentu. Salah satunya cemas akibat peperangan. Meski demikian, bukan berarti kondisi war anxiety ini bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, war anxiety yang tidak ditangani dengan tepat, atau dibiarkan berlarut-larut, bisa memicu berbagai dampak psikologis bagi para penderitanya. Adapun dampak psikologis dari war anxiety adalah sebagai berikut:
· Depresi, yaitu gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa sedih mendalam. Depresi menjadi kondisi psikologis yang umum dialami akibat war anxiety. Pasalnya, banyak hal-hal yang bisa memicu kesedihan akibat peperangan.
· Stress, yaitu kondisi psikologis yang dipicu oleh tekanan yang berat. Dalam kasus war anxiety, tekanan yang dialami akibat peperangan atau berita-berita terkait perang.
· Gangguan stress pasca trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD), yaitu gangguan psikologis yang dipicu oleh kejadian traumatis atau kejadian yang tidak menyenangkan. Dalam kasus war anxiety, kejadian tidak menyenangkan ini adalah peperangan yang berlangsung, baik dihadapi secara langsung, atau sekedar mendengar berita terkait peperangan.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai war anxiety. Jangan ragu untuk mendapatkan pertolongan psikologis jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas. Walaupun war anxiety merupakan respon psikologis yang normal terhadap perang, namun seperti yang sudah dibahas bahwa hal tersebut bisa memicu berbagai masalah kesehatan mental.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengenal Jenis-Jening Gangguan Mental Paling Langkah di Dunia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



