Deeptalk.co.id – Setiap orang tentu berharap dirinya akan selalu dalam kondisi sehat. Namun sayangnya, dalam beberapa kasus kita harus melalui sakit yang tidak terduga. Bahkan, kondisi fisik yang menurun mengharuskan kita mengikuti serangkaian tindakan medis.
Salah satu tindakan medis yang cukup menakutkan bagi sebagian orang adalah disuntik atau menusukkan jarum suntik ke area tubuh tertentu. Jika kamu salah satu orang dengan ketakutan akan jarum suntik, bisa jadi kamu sedang dalam kondisi trypanophobia.
Trypanophobia adalah salah satu jenis fobia. Fobia sendiri adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan adanya rasa takut berlebih terhadap objek atau situasi tertentu. Lalu seperti apa trypanophobia itu? Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai trypanophobia.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai trypanophobia.
Pengertian Trypanophobia

Trypanophobia adalah kondisi dimana seseorang memiliki rasa takut yang sangat besar terhadap jarum suntik. Kondisi serupa juga dikenal dengan istilah fobia jarum suntik atau fobia suntik. Uniknya, penderita trypanophobia umumnya tidak takut terhadap benda tajam lain yang serupa dengan suntik, seperti jarum jahit, atau peniti. Mereka hanya takut secara spesifik terhadap jarum suntik.
Kondisi yang dialami oleh penderita trypanophobia ini pada dasarnya tidak begitu mengganggu, selama mereka tidak harus mendapatkan perawatan medis. Dengan demikian, penderita trypanophobia cukup mengalami banyak masalah saat harus mendapatkan perawatan medis, khususnya yang berhubungan dengan jarum suntik. Misalnya saat harus memasukkan obat melalui suntik, diinfus, atau menerima vaksin.
Penderita trypanophobia umumnya akan mencari alasan untuk tidak mengikuti perawatan medis yang berhubungan dengan jarum suntik. Mereka lebih memilih untuk mengkonsumsi obat secara oral sebagai gantinya. Sayangnya, beberapa jenis pengobatan memang harus melalui suntikan. Maka dari itu mereka akan terkendala dalam hal ini.
Walaupun pada akhirnya penderita trypanophobia terpaksa mendapatkan suntikan, namun mereka akan menolak semaksimal mungkin. Tidak jarang hal ini justru membuat tekanan darah meningkat, emosi tidak stabil, dan berbagai jenis penolakan lainnya.
Penderita trypanophobia umumnya akan menunjukan gejala fisik dan gejala emosional saat berhadapan dengan jarum suntik. Gejala fisik bisa berupa pusing, detak jantung tidak beraturan, gemetar, mual, keringat berlebih, bahkan kehilangan kesadaran. Sedangkan gejala emosional berupa upaya menghindar, cemas, panik, dan lain sebagainya.
Baca juga : Hemophobia : Rasa Takut Berlebihan Terhadap Darah
Penyebab Trypanophobia

Sama halnya dengan kondisi fobia lainnya, penyebab utama dari kondisi trypanophobia ini juga belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi trypanophobia. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:
Hiperalgesia
Setiap orang tentu memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda dalam menghadapi rasa sakit. Sayangnya, seseorang dengan hiperalgesia cenderung memiliki toleransi yang rendah terhadap rasa sakit. Hal inilah yang membuat mereka pada akhirnya menyimpan rasa takut terhadap jarum suntik. Hiperalgesia sendiri adalah kondisi dimana seseorang lebih sensitif terhadap rasa sakit.
Genetik
Faktor genetik adalah salah satu faktor yang cukup sering menjadi penyebab dari berbagai masalah kesehatan mental. Hal tersebut juga berlaku untuk kasus trypanophobia. Dengan demikian, seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat fobia atau trypanophobia, akan beresiko mengalami kondisi serupa.
Trauma
Seseorang yang memiliki pengalaman buruk terhadap jarum suntik juga bisa beresiko mengalami trypanophobia. Terlebih lagi jika trauma tersebut dialami saat masa kanak-kanak. Trauma tersebut tidak hanya tentang prosedur suntik yang menakutkan, melainkan juga trauma akibat transfusi darah, atau diinfus.
Mendapatkan informasi negatif mengenai jarum suntik
Beberapa orang tua sering menjadikan jarum suntik sebagai sumber rasa takut anak, dengan harapan anak mau mendengarkan arahan orang tuanya. Misalnya dengan mengancam anak akan disuntik jika tidak mau makan, atau sejenisnya. Sayangnya tindakan semacam itu justru bisa menimbulkan trypanophobia dalam diri anak. Pasalnya, anak akan mengingat jarum suntik sebagai informasi negatif.
Komplikasi gangguan mental lainnya
Hipokondria adalah jenis gangguan kecemasan yang menganggap dirinya sedang menderita penyakit tertentu yang mengancam nyama. Kondisi yang satu ini biasanya memiliki komplikasi trypanophobia. Selain hipokondria, gangguan lain seperti gangguan kecemasan, hemopobia, dan lainnya juga beresiko mengalami kondisi trypanophobia.
Itu dia sekilas penjelasan mengenai kondisi trypanophobia. Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi serupa, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Cara Mengatasi Trauma Pada Anak
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



