Semua artikel
Sindrom Psikologi

Traffic Stress Syndrome : Stress Akibat Kemacetan Lalu Lintas

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tinggal di kota besar seperti Jakarta memang menawarkan kita berbagai macam kemudahan hidup. Mulai dari fasilitas publik yang sangat menunjang, penghasilan yang menjanjikan, hingga pelayanan di beberapa tempat yang membuat kita nyaman. Saking nyamannya, banyak orang yang berbondong-bondong untuk bisa tinggal di kota-kota besar.

Sayangnya, dari segala jenis kenyamanan yang ditawarkan, tentu kota besar juga seringkali memberikan kondisi yang tidak menyenangkan. Salah satunya adalah kepadatan penduduk yang berdampak pada kemacetan lalu lintas.

Kemacetan lalu lintas memang merupakan hal yang biasa jika kamu tinggal di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Meskipun sudah biasa, namun masih banyak orang yang tidak bisa sabar menghadapi situasi tersebut. Pemerintah juga sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kepadatan pendudukan masih tidak bisa terbendung.

Tahukah kamu bahwa kemacetan lalu lintas bisa berdampak kepada kesehatan mental seseorang. Dimana kondisi ini bisa memicu stress yang dikenal dengan istilah traffic stress syndrome. Lantas seperti apa traffic stress syndrome dan seberapa bahayanya kondisi tersebut? Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai traffic stress syndrome.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasikan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Langkah tersebut akan membantu kamu dalam menemukan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai traffic stress syndrome.

Pengertian Traffic Stress Syndrome

Traffic stress syndrome adalah sebuah fenomena yang sering dialami oleh masyarakat di kota-kota besar seperti Jakarta. Kondisi tersebut membuat penderitanya mengalami stress berlebih akibat kemacetan lalu lintas. Orang-orang yang mengalami fenomena traffic stress syndrome ini umumnya akan menunjukan gejala saat sedang dalam situasi kemacetan yang cukup parah. Gejala yang dialaminya umumnya akan berlangsung tiga sampai lima menit. Namun dalam beberapa kondisi bisa lebih lama dari itu.

Penderita traffic stress syndrome akan mengalami peningkatan emosi negatif dalam beberapa waktu saat sedang dalam situasi macet. Mereka akan menjadi pribadi yang agresif, berteriak kepada pengemudi lain, dan menjadi lebih mudah marah. Kondisi tersebut dapat menghilangkan konsentrasi dalam mengemudi yang bisa berdampak fatal.

Fenomena traffic stress syndrome ini tidak hanya bisa dialami oleh pengemudi saja. Namun tidak menuntut kemungkinan penumpang juga bisa mengalami kondisi serupa. Meskipun pengemudi akan lebih berpotensi, karena merekalah yang memberikan fokusnya kepada jalanan dan kemacetan tersebut.

Baca juga : Public Display of Affection : Mengumbar Kemesraan di Depan Umum

Gejala Traffic Stress Syndrome

Setiap penderita traffic stress syndrome bisa menunjukan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Namun umumnya mereka akan menunjukan beberapa gejala berikut:

Gejala fisik

Saat sedang dalam situasi macet, penderita akan mengalami beberapa gejala fisik seperti detak jantung yang lebih cepat dari biasanya, kepala terasa pusing, mual, dan kram perut yang bisa semakin fatal jika terus dibiarkan.

Gejala emosional

Selain mengalami gejala fisik, penderita traffic stress syndrome juga akan mengalami beberapa gejala emosional. Misalnya menjadi lebih sensitif dan mudah marah, lebih agresif dalam mengemudi, gelisah, kehilangan fokus, dan lain sebagainya.

Cara Mengantisipasi Traffic Stress Syndrome

Traffic stress syndrome bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Pasalnya kondisi tersebut bisa membuat seseorang kehilangan fokus saat mengemudi. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui cara mengantisipasi traffic stress syndrome berikut:

Siapkan playlist musik favoritmu

Mendengarkan musik dipercaya dapat menenangkan suasana hati seseorang. Termasuk saat kamu sedang dalam perjalanan. Untuk itu, tidak ada salahnya menyiapkan playlist musik favoritmu sebelum berkendara. Jika kamu mulai bosan dengan macetnya lalu lintas, maka kamu bisa memutarnya. Namun perlu diketahui bahwa kamu tetap harus memperhatikan volumenya agar kamu tetap bisa menangkap sinyal dari pengemudi lain.

Sediakan minuman

Pastikan dalam kondisi apapun kamu tidak kekurangan cairan. Kondisi tersebut dapat membuat kamu semakin kehilangan fokus. Untuk itu, pastikan kamu selalu menyediakan minuman sebelum berkendara. Kamu juga bisa minum beberapa teguk jika sudah mulai merasa kesal akan kemacetan. Hal tersebut bisa membuat kamu sedikit lebih tenang.

Bercerita

Akan lebih baik jika kamu memiliki teman selama perjalanan berlangsung. Bercerita tentang hal apapun yang menurutmu menyenangkan bisa mengusir kebosanan dikala macet berlangsung. Hal ini bisa membuat kamu terhindar dari traffic stress syndrome. Selain itu, hubungan yang baik juga bisa terjalin.

Jika kamu tidak memiliki teman bercerita selama di perjalanan, maka kamu bisa membagikan pengalaman berkendara mu dengan orang lain setelahnya. Hal ini bisa membuat kamu lebih tenang karena sudah mengeluarkan seluruh keluh kesahmu.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai traffic stress syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Cara Mengatasi Peer Pressure

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Traffic Stress Syndrome : Stress Akibat Kemacetan Lalu Lintas — DeepTalk