Deeptalk.co.id – Anak cenderung tidak ingin berpisah dengan orang tua mereka. Hal ini umumnya dialami oleh anak usia di bawah 5 tahun. Meski demikian, anak sudah seharusnya belajar untuk pelan-pelan menjalani aktivitasnya tanpa orang tua. Anak tidak bisa terus menerus berada di sisi orang tua, terutama saat anak sudah mulai memasuki usia sekolah.
Beberapa anak mengalami kecemasan berlebih saat berpisah dari orang tuanya walau hanya sebentar. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah separation anxiety disorder. Kondisi ini merupakan salah satu bagian dari gangguan mental yang masuk kategori gangguan kecemasan.
Anak yang mengalami separation anxiety disorder akan mendapatkan kendala dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, anak akan susah membangun interaksi dengan teman-teman sebayanya. Selain itu, anak juga anak mengalami kendala saat mulai memasuki usia sekolah. Hal ini terjadi karena anak tidak ingin berpisah dari orang tuanya.
Saat berpisah dengan orang tuanya, anak pengidap separation anxiety disorder akan mengalami tantrum. Anak akan menangis dan melakukan segala upaya agar tidak terpisah dari orang tuanya. Beberapa anak bahkan menunjukkan ketidaksukaannya saat digendong dengan orang lain, walau orang tuanya berada di dekatnya. Dalam kondisi tertentu, separation anxiety disorder juga dapat mengakibatkan anak mengalami serangan panik atau panic attack.
Seperti yang sudah sering dibahas pada artikel-artikel sebelumnya, gangguan mental pada seseorang juga dapat mengganggu kesehatan fisiknya. Hal ini berlaku untuk separation anxiety disorder. Anak pengidap separation anxiety disorder bisa jadi mengalami masalah kesehatan fisik seperti sakit perut, sakit kepala, mual, dan lain sebagainya. Tentu saja hal ini akan mengganggu proses tumbuh kembang anak.
Ciri-Ciri Anak Pengidap Separation Anxiety Disorder

Kondisi separation anxiety disorder memang umumnya dialami oleh anak-anak usia balita. Namun, tidak menuntut kemungkinan kondisi ini akan berlanjut hingga usia dewasa. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana ciri-ciri anak pengidap separation anxiety disorder berikut:
Menunjukkan khawatir berlebih saat hendak ditinggalkan oleh orang tua
Anak cenderung memiliki kelekatan yang kuat dengan orang tuanya. Namun, anak juga tetap harus beradaptasi dengan orang lain. Sayangnya, anak dengan separation anxiety disorder selalu menunjukkan kekhawatiran mereka saat hendak berpisah dengan orang tua.
Baca juga : Anak Tidak Ingin Berpisah Dengan Orang Tua? Waspada Separation Anxiety Disorder
Khawatir orang tua akan meninggalkannya selamanya
Tidak hanya takut anak perpisahan tersebut, anak bahkan akan memiliki pikiran berlebihan bahwa orang tuanya akan meninggalkan mereka selamanya. Mereka khawatir jika orang tua akan meninggal dunia, sakit, diculik, membuang mereka, atau hal-hal lain yang memungkinkan mereka tidak bertemu dengan orang tuanya lagi.
Tidak mau sekolah
Hal ini yang cukup menjadi kekhawatiran bagi kebanyakan orang tua. Saat sudah memasuki usia sekolah, anak pengidap separation anxiety disorder selalu menolak untuk pergi ke sekolah. Hal ini dilakukan karena saat berada di sekolah, anak akan berpisah dari orang tua mereka.
Mengalami gangguan tidur
Beberapa anak pengidap separation anxiety disorder juga mengalami gangguan tidur. Mereka khawatir saat tertidur, mereka akan kehilangan orang tuanya. Mereka juga sering kali mengalami mimpi buruk akan kehilangan orang tua. Hal ini membuat tidur anak menjadi terganggu dan tidak berkualitas.
Terlalu lengket dengan orang tua
Anak biasanya akan memiliki kelekatan yang kuat dengan orang tuanya, terutama dengan Ibu. Hal ini memang wajar, namun jika berlebihan tentu perlu dikhawatirkan. Anak dengan separation anxiety disorder cenderung tidak ingin berpisah dari orang tua mereka.
Tips Menangani Anak Pengidap Separation Anxiety Disorder

Jika anak mengalami beberapa kondisi di atas, sudah sepantasnya orang tua mengambil langkah yang lebih serius. Jangan sampai kondisi ini terbawa hingga anak menjadi dewasa. Kedepannya anak perlu untuk bersosialisasi dan membangun interaksi dengan orang lain. Untuk itu, orang tua dapat melakukan beberapa tips berikut:
Mendengarkan dan memahami rasa takut anak
Tidak ada salahnya mendengarkan alasan mengapa anak takut untuk berpisah dengan orang tuanya. Sebagai orang tua, kita tidak bisa dengan begitu egois meremehkan kesedihan yang dialami oleh anak. Setelah mengetahui alasan anak, cobalah untuk memberikan pengertian kepada anak yakinkan bahwa pikiran-pikiran negatif mereka tidak akan terjadi.
Hindari terlihat sedih saat akan berpisah dengan anak
Anak-anak memiliki perasaan yang lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa. Terlebih lagi jika ini menyangkut orang tua mereka. Melepas anak saat pertama kali sekolah memang bukan hal yang mudah untuk sebagian orang tua. Namun, cobalah untuk tidak terlihat sedih di hadapan anak.
Melakukan terapi ke Psikolog
Tidak semua kondisi dapat kita tangani seorang diri. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional. Orang tua bisa mengunjungi Psikolog atau Klinik Tumbuh Kembang Anak untuk mendapatkan terapi psikologi. Psikolog tentunya akan memberikan penanganan sesuai dengan kebutuhan anak.
Seperti itulah cara menangani anak penderita separation anxiety disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Dampak dan Tips Menangani Trauma Psikologis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



