Deeptalk.co.id – Isu mengenai masalah kesehatan mental sudah menjadi sesuatu yang tidak bisa terbendung lagi. Namun pada kenyataannya hal tersebut memiliki sisi positif. Selain karena mampu membuat masyarakat peduli akan kesehatan mental, hal ini juga mampu menunjang penelitian untuk dapat memecahkan masalah kesehatan mental.
Sudah cukup banyak metode penanganan masalah kesehatan mental yang beredar di masyarakat. Salah satu metode yang sudah cukup lama berkembang adalah terapi perilaku dialektis. Terapi yang satu ini masuk dalam kategori terapi bicara. Selain itu, terapi perilaku dialektis juga merupakan terapi yang berbasis pada terapi perilaku kognitif (CBT), namun sudah mengalami penyesuaian.
Lantas seperti apa cara kerja terapi perilaku dialektis? Dan masalah kesehatan mental apa saja yang dapat ditangani dengan jenis psikoterapi yang satu ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai terapi perilaku dialektis. Namun sebelum kita masuk dalam pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu membutuhkan bantuan penanganan masalah kesehatan mental, maka akan lebih bijak jika langsung mengunjungi psikolog, psikiater, atau orang-orang yang ahli di bidang tersebut.
Berikut pembahasan mengenai terapi perilaku dialektis.
Pengertian Terapi Perilaku Dialektis

Terapi perilaku dialektis atau dialectical behavioral therapy (DBT), adalah salah satu metode psikoterapi yang berfokus kepada pengelolaan emosi dan hubungan interpersonal. Terapi ini pada dasarnya berbasis pada terapi perilaku kognitif atau cognitive behavior therapy (CBT) yang telah disesuaikan untuk penanganan masalah emosi. Maka tidak heran jika terapi ini memiliki banyak kemiripan dengan CBT.
Awalnya, terapi perilaku dialektis dikembangkan untuk penanganan pada pasien dengan riwayat bunuh diri kronis yang didiagnosa gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder (BPD). Namun seiring dengan serangkaian penelitian yang dilakukan dengan metode terapi ini ditemukan bahwa terapi perilaku dialektis juga bisa mencakup masalah kesehatan mental yang lebih luas. Misalnya pada orang-orang yang mengalami ketergantungan obat-obatan, depresi, gangguan stress pasca trauma atau post traumatic stress disorder (PTSD), gangguan makan, dan masih banyak lagi.
Salah satu tokoh terkenal yang pernah mengikuti terapi perilaku dialektis ini adalah Selena Gomez. Penyanyi papan atas kelahiran 1992 ini mengaku bahwa, terapi perilaku dialektis dilakukan untuk mengatasi gangguan emosional yang dialami.
Baca juga : Mengenal Gejala dan Penanganan Gangguan Kepribadian Dependen
Tahapan Terapi Perilaku Dialektis

Terapi perilaku dialektis ini merupakan jenis terapi tahapan. Maksud dari terapi tahapan adalah dalam pelaksanaannya, perapi ini memiliki beberapa tahap untuk bisa mencapai pemulihan yang diinginkan. Berikut beberapa tahapan dalam terapi perilaku dialektis:
Tahap 1
Pada tahap pertama, terapis akan menjaga agar pasien tidak melakukan tindakan bunuh diri, menyakiti diri sendiri, atau kecanduan akan sesuatu. Dalam hal ini, terapis akan mencoba untuk menstabilkan emosi dari pasien agar tidak melakukan hal-hal yang berbahaya bagi diri pasien itu sendiri.
Tahap 2
Setelah pasien dirasa memiliki emosi yang lebih stabil dan tidak membahayakan diri sendiri, terapis akan masuk pada tahap kedua. Pada tahap kedua, terapis akan membantu pasien untuk mengidentifikasi pikiran, perilaku, dan keyakinan yang menyebabkan masalah dalam hidup pasien.
Tahap 3
Setelah ditemukan akar masalah dari apa yang dialami oleh pasien, terapis akan masuk pada tahap ketiga. Pada tahap ini, pasien akan dibantu untuk dapat memecahkan masalah. Terapis akan membantu pasien untuk dapat menetapkan tujuan yang diharapkan oleh pasien itu sendiri untuk kedepannya. Harapannya agar pasien mampu menemukan kebahagiaan hidupnya.
Tahap 4
Tahap keempat atau tahap terakhir merupakan tahap yang membutuhkan kerja keras dari pasien itu sendiri. Pada tahap ini, pasien akan berusaha untuk mencapai tujuan hidupnya, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, serta sejahtera secara emosional.
Itu dia tahapan yang akan dilalui saat seseorang mengikuti terapi perilaku dialektis. Meskipun tahapannya sudah cukup jelas, namun tetap dalam penerapannya dibutuhkan pendampingan dari profesional. Hal ini penting untuk meminimalisir kesalahan proses terapi, dan pemberian penanganan yang tepat.
Cara Kerja Terapi Perilaku Dialektis

Jika mengacu pada pengertian terapi perilaku dialektis itu sendiri, maka sudah jelas bahwa cara kerja terapi perilaku dialektis berfokus pada emosi dan hubungan interpersonal. Namun jika dilihat secara spesifik, terdapat empat strategi utama, yaitu:
· Mindfulness, yang artinya fokus pada kehidupan masa kini.
· Toleransi kesulitan, yang artinya belajar untuk menerima segala baik buruknya kejadian yang dialami.
· Efektivitas interpersonal, yaitu bagaimana cara agar mampu menjaga hubungan agar terapi baik dan positif dengan orang lain. Namun dilain sisi, tetapi bisa menolak jika tidak sesuai dengan keinginan.
· Mengatur emosi, artinya mampu mengendalikan emosi negatif dan meningkatkan emosi positif.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai terapi perilaku dialektis. Jika kamu merasa membutuhkan terapi yang satu ini, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Gangguan Kepribadian Dependen : Terlalu Bergantung Kepada Orang Lain
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



