Deeptalk.co.id – Kepedulian masyarakat terhadap isu kesehatan mental rupanya memberikan dampak positif. Hal tersebut membuka peluang dan semangat para peneliti untuk terus mengembangkan pengetahuan mengenai kesehatan mental. Bahkan hingga saat ini sudah terdapat banyak secara metode terapi yang bisa menangani berbagai kesehatan mental. Salah satunya adalah terapi EMDR.
Terapi EMDR merupakan salah satu jenis psikoterapi yang bisa membantu para penderita trauma psikologi. Seperti yang kita ketahui, trauma psikologi merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang juga sedang hangat menjadi perbincangan. Selain karena isu kesehatan mental yang sedang naik, banyak juga kasus-kasus trauma psikologi yang akhirnya mendatangkan dampak buruk bagi penderita dan orang disekitarnya. Dengan demikian, kemunculan terapi EMDR tentu akan sangat membantu.
Lantas, seperti apa sebenarnya terapi EMDR tersebut, dan bagaimana cara penerapannya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai terapi EMDR. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan utama dalam pelaksanaan terapi EMDR. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental dan merasa butuh mendapatkan bantuan profesional, maka segera konsultasi dan periksakan kondisimu kepada psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mengetahui kondisi mentalmu, dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Berikut pembahasan mengenai terapi EMDR.
Apa Itu Terapi EMDR?

EMDR merupakan singkatan dari eye movement desensitization and reprocessing. Terapi EMDR sendiri adalah salah satu jenis psikoterapi, atau metode penanganan masalah kesehatan mental dengan tujuan meminimalisir emosi yang mengganggu akibat ingatan terhadap pengalaman traumatis. Dengan demikian, terapi EMDR ini cukup efektif untuk mengatasi masalah trauma psikologi atau post traumatic stress disorder (PTSD)
Terapi EMDR pada dasarnya bukan lagi jenis psikoterapi yang terbilang baru. Psikoterapi yang satu ini ditemukan pertamakali oleh Francine Shapiro, pada tahun 1987. Meskipun terapi EMDR sudah cukup lama, psikoterapi yang satu ini baru resmi masuk ke Indonesia pada tahun 2008.
Terapi EMDR menjadi sangat populer saat Pangeran Harry menyatakan bahwa dirinya mengikuti terapi EMDR untuk mengatasi kecemasan dan trauma psikologis yang dialami. Beliau menyatakan juga bahwa trauma psikologis yang dialami akibat kematian Ibunya, yaitu Putri Diana, saat Pangeran Harry berusia 12 tahun. Pangeran Harry bahkan secara langsung mendemonstrasikan terapi EMDR dalam film dokumenter berjudul “Apple TV, The Me You Can’t See”. Sejak saat itulah terapi EMDR menjadi teknik psikoterapi yang cukup populer.
Baca juga : Adiksi NAPZA dan Dampaknya Terhadap Psikologis Manusia
Bagaimana Penerapan Terapi EMDR?

Walaupun secara umum terapi EMDR dikenal untuk mengatasi masalah trauma psikologi, namun psikoterapi yang satu ini bisa juga digunakan untuk kasus-kasus gangguan mental lainnya. Dimana terapi EMDR ini juga efektif untuk mengatasi depresi, kegelisahan, serangan panik, gangguan makan, hingga kecanduan atau adiksi. Namun kembali lagi, penerapan terapi EMDR harus disesuaikan dengan kebutuhan klien.
Dalam pelaksanaan terapi EMDR akan membutuhkan terapis, dalam hal ini bisa dilakukan oleh psikolog, psikiater, atau terapis yang sudah memiliki kualifikasi di bidang tersebut. Adapun penerapan terapi EMDR umumnya akan melalui 12 sesi terpisah. Di dalam 12 sesi tersebut, terdapat 8 fase utama, yaitu:
Fase 1: Perencanaan riwayat dan perawatan
Pada fase pertama ini, terapis akan melakukan identifikasi terkait kondisi kesehatan mental yang dialami oleh klien. Terapis akan meninjau kembali keadaan klien, termasuk menggali trauma yang dialami, serta identifikasi kebutuhan klien.
Fase 2: Persiapan
Pada fase kedua, terapis akan melakukan persiapan untuk penerapan terapi EMDR. Selain itu, terapis juga akan memberikan penjelasan lebih detail mengenai penanganan yang akan diberikan kepada klien, serta mengajarkan beberapa teknik relaksasi.
Fase 3: Penilaian atau asesmen
Pada fase ketiga, terapis akan melakukan penilaian terhadap keadaan klien. Terapis akan mengidentifikasi ingatan yang berhubungan dengan trauma, termasuk dampak yang ditimbulkan dari ingatan tersebut.
Fase 4: Desensitisasi
Pada fase keempat, terapis akan meminta klien untuk menahan memori traumatis mereka dan mengikuti gerakan jari terapis yang maju mundur dengan mata mereka. Fase ini dianggap mampu mempengaruhi bagian otak tertentu.
Fase 5: Pelaksanaan
Fase kelima adalah pelaksanaan. Pada fase yang satu ini klien akan dipandu untuk mengganti keyakinan negatif yang dimiliki, dengan keyakinan yang lebih positif.
Fase 6: Pemindaian tubuh
Pada fase keenam, terapis akan memastikan kembali bahwa ingatan traumatis klien tidak akan memberikan dampak negatif terhadap emosi dan perilaku klien. Dengan demikian, trauma psikologis tidak lagi menjadikan klien tertekan.
Fase 7: Penutup
Fase ketujuh pada dasarnya merupakan fase kedua dari terakhir untuk dapat memastikan kondisi klien sudah membaik. Jika pada fase ini klien masih belum menuunjukan dampak negatif trauma, maka akan diajarkan kembali teknik relaksasi.
Fase 8: Re-evaluasi
Fase kedelapan merupakan fase yang wajib ada di setiap psikoterapi. Pada fase ini, kondisi klien akan dievaluasi kembali. Apakah prosesi terapi berjalan dengan baik, dan bisa memberikan manfaat bagi klien.
Itu dia penjelasan mengenai terapi EMDR. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : 2 Jenis Utama Adiksi yang Membahayakan Kehidupan Seseorang
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



