Deeptalk.co.id – Setiap pasangan umumnya memiliki kebutuhan untuk melakukan hubungan intim. Selain sebagai sebuah kebutuhan, melakukan hubungan intim seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Bahkan, berhubungan intim juga bisa mendatangkan perasaan bahagia dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Sayangnya, kebahagiaan berhubungan intim tidak dirasakan oleh penderita post-sex blues. Dimana penderita post-sex blues cenderung mengalami stress setelah melakukan hubungan intim. Hal ini tentu merupakan kondisi yang tidak biasa dan menjadi pertanyaan untuk sebagian besar orang yang mengalaminya.
Dengan demikian, diperlukan pemahaman lebih dalam mengenai post-sex blues ini. Karena itulah artikel ini dibuat secara khusus membahas mengenai post-sex blues. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu atau pasangan mengalami kondisi yang sama dengan apa yang dijelaskan pada pembahasan artikel kali ini, melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengertian Post-Sex Blues

Post-sex blues merupakan kondisi dimana seseorang mengalami stress atau tekanan berlebih setelah melakukan hubungan intim. Selain dikenal dengan istilah post-sex blues, kondisi tersebut juga memiliki julukan lain yaitu postcoital dysphoria (PCD) atau postcoital tristesse (PCT).
Saat mengalami post-sex blues seseorang akan merasakan kesedihan yang mendalam, gelisah, beberapa gejala depresi, hingga menangis karena dihantui oleh perasaan bersalah. Dalam beberapa kasus, penderita post-sex blues justru akan bertengkar dengan pasangannya. Meski demikian, emosi-emosi tersebut tidak muncul sama sekali saat seseorang sedang melakukan hubungan intim. Dengan demikian, penderita tetap bisa mendapatkan kebahagiaan saat melakukan hubungan intim tersebut.
Walaupun stress yang dialami akibat post-sex blues ini bisa terbilang sementara, namun hal ini tetap perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan dilakukan untuk mencegah terjadinya masalah-masalah di masa yang akan datang. Terutama masalah yang mungkin saja terjadi dengan pasangan.
Kondisi post-sex blues ini bisa dialami laki-laki maupun perempuan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa 46% perempuan setidaknya pernah mengalami satu kali post-sex blues dalam hidupnya. Sedangkan 41% laki-laki diperkirakan pernah mengalami post-sex blues setidaknya satu kali dalam hidupnya.
Penyebab Post-Sex Blues

Kondisi post-sex blues bukan terjadi setelah seseorang mengalami kekerasan dalam berhubungan intim atau hubungan intim yang dipaksakan. Penyebab pasti dari kondisi post-sex blues ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami post-sex blues. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:
Perubahan hormon
Saat melakukan hubungan intim, seseorang akan terus mengalami peningkatan hormon serotonin yang berperan dalam menjaga suasana hati. Peningkatan hormon inilah yang akan membuat seseorang mengalami kebahagiaan saat melakukan hubungan intim. Peningkatan hormon serotonin terus berlangsung sampai seseorang mencapai orgasme. Namun setelah itu, hormon serotonin akan menurun secara drastis dan akhirnya beberapa orang mengalami post-sex blues.
Baca juga : Cara Mengatasi Premenstrual Dysphoric Disorder
Trauma masa kecil
Seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis saat kecil seperti menjadi korban kekerasan seksual atau korban pemerkosaan akan beresiko mengalami post-sex blues. Hal ini bisa jadi setelah melakukan hubungan intim, orang tersebut akan kembali mengingat kejadian-kejadian traumatis yang pernah mereka alami.
Tidak mencapai orgasme
Puncak kebahagiaan dalam melakukan hubungan intim adalah mencapai orgasme. Sayangnya beberapa orang tidak bisa mencapai hal tersebut. Hal inilah yang akhirnya membuat beberapa orang merasa gelisah, kecewa, rendah diri, maupun putus asa, karena merasa dirinya tidak menunjukkan performa seksual yang baik di hadapan pasangan.
Gejala Post-Sex Blues

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa gejala dari post-sex blues akan muncul setelah seseorang melakukan hubungan intim. Seseorang yang mengalami post-sex blues bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda, dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda juga. Meski demikian, saat mengalami post-sex blues seseorang cenderung menunjukkan beberapa gejala fisik dan emosional seperti:
Gejala emosional
Adapun gejala emosional yang ditunjukkan saat seseorang mengalami post-sex blues adalah kesedihan mendalam hingga menangis, kecemasan berlebih dan beberapa gejala depresi, mudah marah, tidak merasa puas, adanya rasa penyesalan dalam diri, pikiran menjadi kosong, hingga mengalami serangan panik.
Gejala fisik
Dalam beberapa kasus, seseorang juga menunjukkan beberapa gejala fisik saat mengalami post-sex blues. Adapun gejala fisik yang dialami bisa berupa sakit kepala, tremor, dan mengalami kelelahan yang luar biasa.
Untuk dapat mengatasi kondisi post-sex blues ini, kamu bisa coba untuk mengkomunikasikan apa yang kamu rasakan kepada pasangan mu. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan ketenangan dan pandangan mengenai pengalaman hubungan intim yang kalian alami. Selain itu, pasangan mu juga akan mengerti dengan keadaan yang kamu alami.
Namun, jika kondisi post-sex blues yang kamu alami cukup parah, kamu bisa berkonsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan penanganan secara medis. Seperti itulah penjelasan mengenai post-sex blues. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Bukan Lebay! Ini Dia Penjelasan Mengenai Premenstrual Dysphoric Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



