Deeptalk.co.id – Akhir-akhir ini kita sering mendengar berita mengenai kasus bunuh diri. Bagaimana tidak, berdasarkan data yang tercantum dalam Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri terdapat sekitar 849 kasus bunuh diri pada rentan waktu Januari 2024 hingga Agustus 2024. Kasus tersebut terbilang banyak, dalam kurung waktu yang cukup singkat. Pelaku bunuh diri tersebut didominasi oleh usia 26-45 tahun dengan 263 kasus, disusul dengan usia dari 17 tahun dengan 79 kasus, dan 75 kasus dengan usia 17-25 tahun. Artinya, tidak sedikit kasus bunuh diri yang dialami oleh gen z yang lahir dengan rentan tahun 1997-2012.
Banyaknya kasus bunuh diri yang ada tentu dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Tahukah kamu bahwa salah satu faktor yang memungkinkan seseorang berpikiran atau bahkan melakukan percobaan bunuh diri adalah kondisi kesehatan mental mereka. Masalah kesehatan mental yang cukup populer memungkinkan seseorang berpikiran untuk bunuh diri adalah depresi.
Depresi adalah salah satu gangguan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa sedih yang sangat mendalam. Dimana kondisi tersebut sering memicu perilaku menarik diri dari lingkungan, kehilangan minat akan hal-hal yang disenangi, dan dalam beberapa kasus akan memicu pikiran bunuh diri.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengapa penderita depresi memiliki kemungkinan untuk berpikiran atau melakukan percobaan bunuh diri. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala gangguan mental, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Faktor Pemicu Pikiran Bunuh Diri Pada Penderita Depresi

Pada dasarnya terdapat banyak sekali faktor yang bisa memicu pikiran bunuh diri, khususnya pada penderita depresi. Namun pada pembahasan kali ini kami akan membaginya ke dalam tiga faktor utama, yaitu:
Faktor psikologis
Penderita depresi tentu mengalami kondisi psikologis yang tidak stabil. Banyak diantara mereka yang merasa putus asa atau kehilangan harapan, kesepian, kehilangan kontrol akan kehidupannya sendiri, timbulnya rasa bersalah yang berlebihan, kecemasan, dan juga stress berlebih. Kondisi-kondisi semacam itu perlu segera mendapatkan penanganan. Pasalnya, hal tersebut sangat mungkin menggiring pikiran seseorang untuk melakukan upaya bunuh diri.
Faktor neurobiologis
Selain kondisi psikologis, penderita depresi juga mengalami beberapa faktor neurobiologis yang bisa mendorong timbulnya pikiran bunuh diri. Faktor neurologis dalam hal ini juga cukup beragam, diantaranya terjadinya disfungsi pada saraf pusat, ketidakseumbangan kimia pada otak, perubahan struktur otak, hingga genetik.
Faktor sosial
Faktor lainnya yang tidak kalah berperan dalam menimbulkan pikiran bunuh diri pada penderita depresi adalah kondisi sosial mereka. Penderita depresi memang cenderung menarik diri dari lingkungannya, namun mereka pada dasarnya sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Kurangnya dukungan sosial bisa memicu kondisi depresi untuk berpikiran bunuh diri. Selain itu, konflik dalam keluarga dan hubungan, kehilangan pekerjaan atau kesempatan menempuh pendidikan, diskriminasi, hingga kemudahan akses untuk melakukan bunuh diri juga bisa memperbesar kemungkinan bunuh diri pada penderita depresi.
Baca juga: Mengapa Penderita ADHD Bisa Sangat Impulsif?
Tanda-Tanda Munculnya Pikiran Bunuh Diri Pada Penderita Depresi

Seperti yang dipaparkan di atas, penderita depresi sangat membutuhkan dukungan sosial. Dukungan sosial ini bisa datang dari teman, keluarga, atau orang-orang terdekatnya. Maka dari itu, kita perlu tahu bagaimana tanda-tanda seseorang memiliki pikiran bunuh diri. Khususnya pada mereka yang sedang dalam keadaan depresi.
Berikut tanda-tanda munculnya pikiran bunuh diri pada penderita depresi:
Berbicara tentang bunuh diri
Seseorang yang sering membicarakan tentang bunuh diri, seperti cara bunuh diri agar tidak menyakitkan, atau sejenisnya. Perlu menjadi perhatian kita. Terutama bagi mereka yang jarang membahas topik semacam itu. Kamu bisa segera menanyakan keadaan mereka, atau memberikan perhatian lebih kepada orang-orang semacam itu.
Membuat rencana bunuh diri
Rencana bunuh diri ini mungkin tidak akan disebarkan kepada banyak orang. Melainkan kepada orang-orang yang dipercaya saja. Bagi mereka yang tidak peka, hal tersebut akan dianggap sebagai bahan bercanda. Namun, jika kamu memiliki teman atau orang terdekat yang membagikan rencana bunuh dirinya, coba beri mereka perhatian dan pengertian akan kondisinya.
Mencari cara bunuh diri
Beberapa orang mungkin pernah secara tidak sengaja menemukan seseorang mencari cara untuk bunuh diri. Jika kamu berada dalam posisi itu, maka coba cara tahu apakah orang tersebut sedang dalam kondisi tertekan atau tidak. Bisa jadi, orang itu memang sedang mencoba untuk bunuh diri.
Mengisolasi diri
Memang tidak semua orang yang mengisolasi dirinya akan berpikiran untuk bunuh diri. Namun, perilaku mengisolasi diri terkadang membuat seseorang semakin terpuruk dan tidak berdaya. Dalam beberapa kasus, hal tersebut akan memicu pikiran bunuh diri.
Membagikan barang-barang berharga
Saat diberikan barang berharga dari seseorang, kamu jangan lantas merasa senang. Coba cari tahu mengapa mereka melakukan hal tersebut. Karena bisa jadi itu salah satu cara mereka mempersiapkan diri untuk mengakhiri hidupnya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kemungkinan bunuh diri pada penderita depresi. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Waspada! ADHD Bisa Memicu Ketergantungan Terhadap Teknologi
Sumber:
Pusiknas Polri. (2024). Data Kasus Bunuh Diri.
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).
Indonesian Association for Suicide Prevention. (2020). Laporan Tahunan Kasus Bunuh Diri.
Indonesian Journal of Psychiatry. (2020). Kesehatan Mental Remaja.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



