Deeptalk.co.id – Emosi adalah perasaan yang muncul sebagai respon dari situasi tertentu. Emosi sendiri secara garis besar terbagi dalam dua bagian, yaitu emosi positif, dan emosi negatif. Emosi positif misalnya senang, semangat, termotivasi, dan lain sebagainya. Sedangkan emosi negatif bisa berupa kesedihan, kekecewaan, marah, dan masih banyak lagi.
Baik emosi positif maupun emosi negatif, keduanya normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun perlu diketahui bahwa segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik. Termasuk berlebihan dalam emosi. Misalnya mengamuk karena marah ke seseorang yang menumpahkan minumanmu. Maka dari itu, untuk mengatasi emosi berlebihan ini ada yang namanya regulasi emosi.
Regulasi emosi adalah kemampuan seseorang dalam menilai, mengatasi, mengelola, dan mengungkapkan emosi secara tepat demi tercapainya keseimbangan emosional. Kemampuan regulasi emosi akan membantu seseorang untuk bisa mengelola emosi yang timbul dari kejadian atau situasi yang sangat menegangkan.
Kemampuan regulasi emosi yang baik ini sangat bermanfaat dalam kehidupan bersosial. Pada dasarnya orang-orang memang tidak menyukai sifat yang terlalu pemarah, atau terlalu melankolis. Tidak hanya baik dalam kehidupan bersosial, kemampuan regulasi emosi juga bisa mendatangkan ketenangan emosional, dan meminimalisir kemungkinan berbagai masalah kesehatan mental yang cukup serius. Misalnya gangguan kecemasan, depresi, PTSD, dan lain sebagainya.
Sekilas saja kita bisa tahu bahwa kemampuan regulasi emosi adalah kemampuan yang sangat penting. Lantas, bagaimana kita bisa memiliki kemampuan yang satu ini? Artikel kali ini akan secara khusus membahas kemampuan mengelola emosi dalam perspektif psikologi.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami kesulitan dalam menerapkan regulasi emosi. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa strategi psikologi yang bisa diterapkan untuk mengelola emosi:
Kesadaran Emosi (Emotional Awareness)

Langkah awal untuk bisa mengelola emosi tentu dengan menyadari keberadaan emosi tersebut, dalam hal ini kita sebut dengan kesadaran emosi atau emotional awareness. Kesadaran emosi adalah kemampuan untuk mengenali dan mengidentifikasi emosi yang dirasakan. Ibaratnya, bagaimana kita bisa mengelola sesuatu jika kita sendiri tidak menyadari keberadaannya.
Kemampuan mengenali emosi sebenarnya sudah mulai berkembang sejak masa kanak-kanak. Sayangnya, tidak semua orang memiliki akses untuk mengenali emosi mereka, atau dalam artian perkembangan emosional tidak berlangsung dengan baik. Terlepas dari itu, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menyadari keberadaan emosi tersebut. Berikut beberapa cara untuk melatih kesadaran emosi:
Emotional journaling
Kesadaran emosi bisa dilatih dengan menulis jurnal, khususnya emotional journaling. Pada jurnal ini seseorang akan menuliskan emosi atau perasaan mereka. Emotional journaling bisa dilakukan setiap hari atau setiap minggu, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Dalam menulis jurnal seseorang akan kembali mengingat emosi apa yang kira-kira dirasakan pada hari atau minggu tersebut.
Mindfulness
Selain emotional journaling, kesadaran emosi juga bisa dilatih dengan menerapkan teknik mindfulness. Artinya, seseorang bisa membiasakan diri untuk secara sadar merasakan apa yang ia rasakan, tanpa adanya penilaian akan perasaan tersebut.
Baca juga: Regulasi Emosi: Fondasi Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Modern
Reframing Kognitif (Cognitive Reappraisal)

Untuk bisa mengelola emosi dengan baik, kita bisa menerapkan reframing kognitif atau cognitive reappraisal. Strategi yang satu ini dilakukan dengan mengubah cara pandang terhadap situasi pemicu emosi negatif, dengan tujuan untuk mengurangi dampak dari emosi tersebut. Contoh sederhana yang bisa kita temukan adalah menganggap kritikan sebagai langkah awal untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, daripada terpuruk akan kritikan tersebut.
Relaksasi dan Teknik Fisiologis

Upaya untuk mengelola emosi lainnya bisa dengan melakukan relaksasi dan teknik-teknik fisiologis lainnya. Upaya yang satu ini memang banyak sekali membantu orang dalam mengendalikan emosi mereka. Misalnya pada orang-orang yang sering bermeditasi cenderung memiliki emosi yang lebih stabil. Selain meditasi, bisa juga dengan teknik pernapasan dalam, relaksasi otot progresif, dan masih banyak lagi.
Ekspresi Emosi yang Sehat

Perlu diketahui bahwa setiap emosi tidak untuk diabaikan. Termasuk emosi negatif. Namun, seringkali emosi negatif justru diekspresikan dengan cara-cara negatif juga. Misalnya mengamuk saat marah, terpuruk saat sedih, dan lain sebagainya. Maka dari itu, untuk meminimalisir hal tersebut kamu bisa mencari ekspresi emosi yang sehat. Misalnya dengan menulis, membaca, melukis, berolahraga, dan masih banyak lagi.
Itu dia beberapa strategi psikologis yang bisa dilakukan untuk dapat mengelola emosi dengan baik. Jika beberapa cara diatas masih dirasa kurang, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mindful Parenting dalam Era Digital: Tantangan dan Solusinya
Sumber:
Gross, J. J. (2014). Handbook of Emotion Regulation. New York: Guilford Press.
Beck, J. S. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond. New York: Guilford Press.
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. Springer.
Kabat-Zinn, J. (1990). Full Catastrophe Living. New York: Delta.
Barlow, D. H. (2002). Anxiety and Its Disorders: The Nature and Treatment of Anxiety and Panic. Guilford Press.
Pennebaker, J. W. (1997). Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotions. Guilford Press.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



