Semua artikel
Emosi

Manipulasi Emosional dalam Dunia Kerja: Toxic Boss dan Rekan yang Berbahaya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Manipulasi emosional tidak hanya ada pada hubungan romantis, namun ada dimana saja. Salah satunya adalah manipulasi emosional di dunia kerja. Kamu mungkin pernah berjumpa atau mendengar cerita tentang bos yang toxic atau rekan kerja yang berbahaya? Bisa saja mereka salah satu perwujudan manipulasi emosional di tempat kerja.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang manipulasi emosional di tempat kerja. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami manipulasi emosional di tempat kerja. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Manipulasi Emosional di Tempat Kerja?

Tanpa kita sadari, ternyata terdapat banyak sekali bentuk manipulasi emosional di tempat kerja. Bisa karena kurangnya kepekaan, atau memang tidak tahu seperti apa manipulasi emosional di tempat kerja itu. 

Manipulasi emosional di tempat kerja adalah upaya seseorang (rekan kerja, atasan, atau bawahan) yang secara sadar mencoba untuk mempengaruhi, mengendalikan, atau mengeksploitasi kondisi emosional orang lain. 

Upaya manipulasi ini dilakukan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, namun dengan cara yang tidak pantas. Misalnya untuk mendapatkan kekuasaan, jabatan, menghindari tanggung jawab, menjatuhkan rekan kerja, meningkatkan citra diri, dan masih banyak lagi.

Seperti Apa Bentuk Manipulasi Emosional di Tempat Kerja?

Pada dasarnya ada banyak sekali bentuk manipulasi emosional di tempat kerja. Bisa jadi beberapa diantaranya pernah kamu alami. Berikut beberapa bentuk manipulasi emosional di tempat kerja:

  • Gaslighting, bisa berupa upaya untuk meyakinkan karyawan bahwa dirinya tidak pantas untuk jabatan tertentu, meragukan memori, ingatan, intuisi, persepsi, dan masih banyak lagi.

  • Playing the victim, dalam kasus ini pelaku akan bertindak seakan dirinya adalah korban untuk menarik simpati atau mengalihkan kesalahan ke orang lain.

  • Guilt tripping, yaitu upaya pelaku dalam menanamkan rasa bersalah kepada korban untuk tujuan agar orang lain merasa berhutang padanya. Misalnya dengan mengatakan “saya sudah berkorban banyak untuk tim ini”.

  • Triangulation, yaitu upaya untuk mengadu domba rekan kerja atau menciptakan konflik dengan tujuan mengalihkan perhatian dari dirinya.

  • Silent treatment, yaitu upaya mendiamkan orang lain atau memutus komunikasi secara sepihak, sebagai bentuk hukuman.

  • Love bombing, yaitu upaya untuk memberikan pujian yang bertubi-tubi di awal, namun lama kelamaan mulai mengeksploitasi korbannya.

Baca juga: Dampak Jangka Panjang Manipulasi Emosional terhadap Kesehatan Mental

Bagaimana Ciri-Ciri Lingkungan Kerja dengan Pelaku Manipulasi Emosional?

Beberapa orang mungkin tidak sadar kalau di lingkungan kerjanya ada pelaku manipulasi emosional karena tidak mengenali hal tersebut. Maka dari itu, berikut ciri-ciri lingkungan kerja dengan pelaku manipulasi emosional:

  • Memiliki rasa takut yang sangat besar terhadap atasan maupun rekan kerja.

  • Memiliki pola komunikasi antar rekan kerja, atasan, maupun bawahan, yang tidak transparan dan penuh tekanan psikologis.

  • Karyawan selalu merasa tidak cukup baik walaupun sudah menciptakan banyak prestasi.

  • Selalu merasa bersalah dan kebingungan

  • Atasan atau rekan kerja selalu menjadikan kritikan sebagai bentuk berbaikan diri.

Bagaimana Dampak Psikologis bagi Korban Manipulasi Emosional di Tempat Kerja?

Sama halnya dengan korban manipulasi emosional di tempat lain, korban manipulasi emosional di tempat kerja juga mengalami berbagai dampak psikologis, diantaranya:

  • Burnout kronis, akibat terkurasnya energi secara fisik maupun emosional di tempat kerja. Bisa karena beban kerja yang tidak masuk akan, hingga tekanan psikologis yang sangat berat.

  • Depresi dan kecemasan, karena memiliki lingkungan kerja dengan pelaku manipulasi emosional akan memberikan tekanan dan ketegangan yang konstan.

  • Masalah kinerja kerja, hal ini bisa berupa kesulitan dalam berkonsentrasi, keraguan dalam mengambil keputusan, dan menurunnya motivasi kerja.

  • Meragukan kemampuan pribadi, yang bisa berdampak pada penurunan kinerja kerja, dan termasuk sulit mempercayai rekan kerja.

Itu dia penjelasan tentang manipulasi emosional di tempat kerja. Tidak bisa dipungkiri bahwa dimanapun akan sangat mungkin bagi kita berjumpa dengan pelaku manipulasi emosional. Maka dari itu, penting bagi kita menetapkan batasan agar tidak terpedaya di dalamnya. Pasalnya, orang-orang yang terjebak dengan pelaku manipulasi emosional akan sulit bebas darinya. Walaupun berhasil bebas dari pelaku, proses pemulihan trauma dan dampak lainnya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

Jika kamu memiliki tempat kerja dengan para pelaku manipulasi emosional, belajarlah untuk membentengi diri. Jika memang tidak bisa dikendalikan, maka jangan ragu untuk keluar dari lingkungan yang toxic itu. Kalau kamu membutuhkan bantuan profesional, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Membangun Batasan Emosional: Strategi Psikologis Melawan Manipulasi

 

Sumber:

Furnham, A., & Taylor, J. (2004). The Dark Side of Behaviour at Work: Understanding and Avoiding Employees Leaving, Thieving and Deceiving. Palgrave Macmillan.
Lipman-Blumen, J. (2005). The Allure of Toxic Leaders. Oxford University Press.
Rayner, C., Hoel, H., & Cooper, C. (2002). Workplace Bullying: What We Know, Who is to Blame and What Can We Do? Taylor & Francis.
Namie, G., & Namie, R. (2009). The Bully at Work: What You Can Do to Stop the Hurt and Reclaim Your Dignity on the Job. Sourcebooks.
Tepper, B. J. (2000). Consequences of abusive supervision. Academy of Management Journal, 43(2), 178–190.

Einarsen, S., Hoel, H., Zapf, D., & Cooper, C. (2011). Bullying and Harassment in the Workplace: Developments in Theory, Research, and Practice (2nd ed.). CRC Press.

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Manipulasi Emosional dalam Dunia Kerja: Toxic Boss dan Rekan yang Berbahaya — DeepTalk