Deeptalk.co.id – Social overload merupakan istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu memaksakan diri dalam lingkungan sosialnya hingga merasa tidak mampu melakukannya lagi. Layaknya kelelahan pada umumnya, social overload ini terdiri dari perasaan stress, cemas, kewalahan dan mudah tersinggung. Ini merupakan perasaan bahwa tidak peduli seberapa banyak individu melakukan aktivitas sosial, mereka tidak dapat mengimbanginya dan akhirnya merasa lelah.
Mungkin banyak orang yang terlalu menjadwalkan dirinya dalam aktivitas sosial tanpa menyadari periode persiapan yang mungkin diperlukan untuk mengatasi peningkatan komitmen sosial. Hingga akhirnya ini berujung pada kelelahan, kemudian ingin membatalkannya namun kemudian justru merasa bersalah.
Oleh karena itu, seseorang pun terjebak pada jebakan kelelahan yang klasik, di mana semakin banyak kelelahan yang dialami, semakin sedikit fleksibilitas kognitif yang dimilikinya pula, serta semakin besar kemungkinan individu mengalami inersia –yang dalam hal ini berarti tetap mengatakan ya untuk hadir dalam aktivitas sosial meskipun sudah kelelahan hingga akhirnya berujung pada social overload.
Meskipun demikian, manusia merupakan makhluk sosial yang menjadikan interaksi sosial sebagai kebutuhannya juga. Sehingga terkadang akan sulit untuk mengenali tanda-tanda dari social overload ini. Berikut adalah ciri atau tanda ketika seseorang mengalami sosial overload, yakni:
- Tidak dapat focus, otak menjadi lelah sehingga pemrosesan dan pemfokusan menjadi sulit
- Merasa sangat lelah, tubuh akan terasa seperti terkuras baik secara fisik maupun mental bahkan setelah berjam-jam tidur
- Cemas, pikiran harus keluar dari ruang pribadi membuat perasaan cemas
- Merasa tertekan, banyaknya aktivitas sosial membuat perubahan suasana hati selama rutinitas harian
- Mudah tersinggung, ketika sudah lelah akan merasa tidak memiliki kesabaran seperti biasanya dan mungkin lebih ‘sumbu pendek’ terhadap orang lain
Untuk mengatasi social overload yang menganggu kehidupan sehari-hari, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membantu menghindari kelelahan, di antaranya yakni berikut ini:
1) Buat Jadwal Prioritas

Mungkin Anda masih belum bisa menolak undangan aktivitas sosial yang Anda miliki. Oleh karena itu, langkah pertama yang bisa Anda lakukan ialah membuat jadwal prioritas dengan menuliskan semua aktivitas Anda dan kategorikan menjadi “harus dilakukan”; “bagus dilakukan”; dan “perluasan total”. Ini bertujuan untuk memastikan Anda mendapatkan sebagian besar hal yang wajib dikunjungi atau sesekali untuk hal yang menyengkan dikunjungi.
Membuat jadwal prioritas ini penting untuk memberi diri Anda fleksibilitas agar segala sesuatunya tidak selalu berjalan dengan baik. Jika tidak, Anda akan mulai merasa kritis terhadap diri sendiri dan tanpa disadari Anda sudah terjerumus dalam spiral social overload.
Baca juga: Rasa Jijik : Mengapa Kita Bisa Merasa atau Mengalaminya?
2) Susun Jadwal di Kalender
Strategi kedua untuk mengatasi social overload adalah dengan mencatat segala sesuatunya dalam kalender. Namun kuncinya adalah memvisualisasikannya sebagai bulanan. Hal ini karena ketika Anda melihat kalender minggu demi minggu, mudah untuk berasumsi bahwa ini adalah minggu sibuk Anda dan mengatakan pada diri sendiri bahwa Anda akan punya waktu untuk bersantai di akhir bulan. Atau Anda mungkin akhirnya mengatakan ya untuk empat rencana berbeda pada dua hari Sabtu dari hari ini tanpa Anda sadari.
Jadi dengan memasukkan semua acara sosial Anda ke dalam kalender dan menambahkan visibilitas ke masa depan, Anda dapat mengevaluasi dengan lebih baik bagaimana dan kapan Anda mungkin melakukannya secara berlebihan.
3) Tetapkan Ekspektasi yang Fleksibel

Tidak hanya sangat penting untuk memprioritaskan dan menjadwalkan aktivitas sosial, tetapi Anda juga harus menetapkan ekspektasi yang fleksibel. Anda mungkin agak ketinggalan jaman secara sosial akhir-akhir ini, sehingga beberapa interaksi mungkin terasa sedikit canggung. Anda mungkin kehabisan hal untuk dikatakan, ditanyakan, atau dilakukan—begitu juga dengan orang lain.
Jadi pastikan untuk menciptakan ruang untuk diri Anda sendiri, untuk memberikan ruang bagi segala sesuatunya menjadi sedikit berbeda. Perlu waktu untuk kembali bersosialisasi seperti dulu.
4) Tetapkan Batasan dan Prioritaskan Diri Anda
Merasa lelah karena jadwal acara sosial yang padat adalah hal yang wajar. Namun, penting untuk menetapkan ketegasan pada bagian ini. Setiap orang berbeda-beda dalam hal seberapa nyaman ketika berbicara dan mendahulukan kebutuhan diri di atas kebutuhan orang lain. Terkadang hal ini diperlukan untuk menjaga kesejahteraan diri.
Dengan menetapkan batasan, Anda dapat terbantu untuk mengubah situasi. Seperti ketika Anda menerima notifikasi tanpa henti yang membuat Anda stress, Anda masih bisa mempertimbangkan untuk membungkan jenis peringatan atau percakapan tertentu yang mengganggu Anda. Pun ketika mendapatkan undangan aktivitas sosial di saat Anda sudah merasa sangat lelah, Anda bisa mengatakan “tidak” untuk menolaknya secara tegas.
5) Jadwalkan Waktu Sendiri dan Ambil Istirahat Sejenak

Penting untuk memberi diri Anda waktu yang berharga untuk menyendiri untuk memulihkan tenaga. Beri diri Anda setidaknya 10 menit setiap hari yang hanya untuk Anda. Selain itu, tidak masalah untuk mengambil jeda sejenak saat berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dapat mencakup pergi ke kamar mandi dan mengambil napas kecil sendiri atau berjalan-jalan sebentar di luar selama beberapa menit.
Luangkan waktu untuk istirahat. Meskipun sosialisasi secara langsung bisa melelahkan, media sosial juga bisa melelahkan. Pertimbangkan untuk meletakkan ponsel Anda dan luangkan waktu untuk menyendiri.
6) Praktekkan Perawatan Diri
Perawatan diri bisa berbeda untuk setiap orang. Beberapa orang senang berbaring di sofa dan menonton acara favoritnya sementara yang lain mungkin lebih suka berolahraga. Tuliskan hal-hal yang membantu Anda merasa terisi kembali. Ini mungkin termasuk membaca buku, mendengarkan lagu favorit, mandi, atau memasak makanan enak.
7) Cobalah Bermeditasi
Faktanya, banyak penelitian selama beberapa dekade terakhir telah menunjukkan manfaat meditasi bagi banyak aspek kesehatan fisik, emosional, dan mental. Anda tidak memerlukan “peralatan mewah” atau pelatihan formal apa pun untuk bermeditasi.
Baca juga: Seperti Inilah Proses Perubahan Emosional Pada Perasaan Cinta
Sumber:
https://lifehacker.com/how-to-cope-with-social-burnout-1849319392
https://www.psychologytoday.com/au/blog/sweet-emotion/202207/are-you-dealing-social-burnout
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



