Deeptalk.co.id – Dalam hal tidur, tidak semua orang akan bisa langsung terlelap setelah menyentuh bantal atau kasur. Ada beberapa kasus yang mungkin hampir dialami sebagian besar orang mengalami kesulitan tidur karena kepalanya yang dipenuhi hal-hal tertentu atau istilahnya overthinking sebelum tidur. Padahal, waktu tidur seharusnya menjadi momen untuk istirahat, bersantai dan menghentikan segala aktivitas, termasuk memikirkan sesuatu hal yang mungkin tidak terlalu penting.
Overthinking sebelum tidur membuat Anda mulai merenungkan tekanan hari ini. Atau bahkan membawa diri Anda untuk memikirkan hal-hal paling acak dan random yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ini bisa menjadi pikiran penuh bencana dan pemicu kecemasan yang terus menerus mengalir di kepala Anda.
Terlalu banyak berpikir atau overthinking di malam hari sebelum tidur membuat Anda tetap terjaga dan menghentikan Anda dari tidur yang Anda butuhkan untuk merasa segar dan berenergi di hari selanjutnya. Oleh karena itu, kami akan mengulas penyebab dan mengapa kondisi ini bisa terjadi pada seseorang untuk membantu Anda menemukan solusi dalam mengatasinya. Dengan demikian, kualitas tidur Anda akan terjaga dan terhindar dari kecemasan untuk menuju kesejahteraan emosional.
Terjadinya Overthinking Saat Sebelum Tidur

Banyak orang mengalami overthinking sebelum tidur, bahkan saat di siang harinya ia telah melakukan banyak aktivitas. Mengapa pemikiran berlebihan ini bisa terjadi dan bagaimana Anda bisa mengendalikannya?
Kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya yang disampaikan oleh seorang Direktori Konseling, Carley Symes dimana overthinking tersebut hanya pikiran seseorang yang mengejarnya di penghujung hari. Lebih lengkapnya, hari-hari Anda mungkin dipenuhi dengan hal-hal yang harus dilakukan dan diproses serta dipikirkan sejak awal. Lalu satu-satunya saat Anda mulai benar-benar beralih dari hal-hal itu adalah ketika Anda berbaring dan bersiap untuk tidur. Sehingga menjadi masuk akal jika semua hal yang mana tidak memiliki ruang (untuk dipikirkan) kemudian bertahan di otak saat menjelang tidur.
Selain itu, overthinking sebelum tidur ini sebagian besar disebabkan oleh otak yang memproses apa yang terjadi di siang hari. Karena hari-hari Anda di siang hari diisi dengan begitu banyak hal, termasuk Anda yang menyerap lebih banyak informasi. Sehingga Anda tidak memiliki celah untuk memproses pikiran Anda sepanjang hari.
Di saat siang hari, saking banyaknya hal yang terjadi membuat Anda tidak memiliki waktu dan ruang untuk memproses apa yang terjadi dan untuk mengevaluasi serta memahaminya. Dan terkadang satu-satunya waktu Anda melakukannya adalah saat sebelum atau menjelang tidur.
Dengan demikian, begitu tubuh Anda sudah berada di tempat tidur dan siap untuk istirahat, mata sulit terpejam karena isi kepala Anda yang penuh dengan hal-hal yang terpikirkan. Semua pikiran itu mulai berputar-putar di kepala Anda dan secara tiba-tiba juga teringat semua hal yang seharusnya Anda lakukan.
Tidak hanya itu, adanya kecanggihan teknologi gadget saat ini juga bisa berperan dalam kesulitan Anda untuk tidur akibat overthinking. Teknologi aktivitas gelombang otak beta yang hadir ketika Anda waspada, penuh perhatian, terlibat dalam pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan terlibat aktivitas mental. Dan ini dapat menimbulkan kecemasan.
Oleh karenanya, sebelum tidur pastikan segala hal selesai atau usahakan untuk tidak melakukan aktivitas lain selain persiapan untuk tidur. Alih-alih membuka smartphone Anda untuk menunggu terkantuk, akan lebih baik membaca buku sebelum tidur karena sifatnya yang merelaksasi. Pun juga dengan tidak bermain ponsel sebelum tidur akan membuat otak Anda tidak penuh dengan segala informasi baru dari ponsel Anda, yang bisa memicu overthinking sebelum tidur.
Baca juga: 5 Tahap Berduka yang Dialami Ketika Kehilangan Orang Tersayang
Penyebab Pikiran Random yang Muncul

Selain memikirkan segala tekanan dalam hidup yang Anda merasa perlu untuk diselesaikan, overthinking sebelum tidur juga bisa berupa pemikiran random yang tidak pernah terlintas sebelumnya. Mengapa bisa terjadi demikian?
Menurut ahli terapis, hal ini terjadi karena alam bawah sadar dan alam sadar Anda mulai tumpang tindih. Saat Anda lelah di malam hari, pikiran Anda ingin terbuka untuk memproses semua hal, termasuk yang Anda impikan. Lalu saat Anda mulai tidur, hambatan tersebut menghilang.
Manusia memiliki banyak ruang kosong saat ini dan otak mencoba mengisinya dengan memproses apa yang dibutuhkan sejak hari-hari sebelumnya. Seperti mencoba belajar dari kesalahan, menjaga Anda tetap aman dengan menghubungkan titik-titik dengan perasaan yang pernah dirasakan sebelumnya untuk melihat apakah ada polanya dan mencatat apa yang perlu diarsipkan.
Selama proses penyaringan ini, otak Anda terpaku pada hal-hal tertentu. Kemudian reaksi Anda terhadap hal-hal tersebut memicu fiksasi lebih lanjut. Ini benar-benar tumpang tindih antara alam bawah sadar dan kesadaran Anda yang dapat membuat segala sesuatunya terasa di luar kendali Anda.
Baca juga: Apa Star Syndrome Termasuk Gangguan Psikologis?
Sumber:
https://www.netdoctor.co.uk/healthy-living/a28687/overthinking-cant-sleep/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



