Semua artikel
Gangguan Kecemasan

Separation Anxiety Disorder : Kecemasan Berlebih Pada Anak Saat Ditinggal Orang Tuanya

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Umumnya anak-anak memang memiliki ikatan yang sangat kuat dengan orang tua mereka, terutama Ibu atau yang mengasuhnya. Ikatan antara orang tua dan anak ini sering kali tidak terpisahkan. Akibatnya, beberapa anak justru merasakan kecemasan yang berlebihan saat berada jauh dari orang tuanya, walau hanya sebentar.

Hal semacam itu merupakan kondisi yang wajar bagi anak dengan usia dibawah lima tahun. Pasalnya anak memang masih membutuhkan pengawasan dari orang tua, dan belum bisa mandiri. Namun jika kecemasan saat ditinggal oleh orang tua berlangsung saat anak berusia lebih dari lima tahun, maka orang tau perlu mewaspadai kondisi separation anxiety disorder.

Anak yang memasuki usia pra-sekolah seharusnya sudah mulai belajar beradaptasi dengan orang disekitarnya, termasuk teman sebaya. Kemampuan adaptasi inilah yang nantinya akan membantu anak dalam berbaur di kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, orang tua perlu memastikan anak bisa melakukan hal tersebut.

Kondisi separation anxiety disorder akan menyulitkan anak dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan demikian, anak bisa mengalami berbagai hambatan, terutama dalam pendidikan. Lantas, seperti apa sebenarnya separation anxiety disorder itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai separation anxiety disorder.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika anak mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi, dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu anak akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan tentang separation anxiety disorder.

Pengertian Separation Anxiety Disorder

Separation anxiety disorder (SAD) merupakan salah satu bagian dari gangguan mental, yang juga termasuk dalam kategori gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Separation anxiety disorder merupakan rasa takut atau kecemasan berlebih ketika anak berada jauh dari orang tua atau pengasuhnya, walau hanya sebentar.

Walaupun sekilas tidak begitu berbahaya, namun anak dengan separation anxiety disorder bisa mengalami masalah dalam pendidikannya. Pasalnya, anak merasa takut jika harus ke sekolah dan tidak dalam pantauan orang tuanya.

Anak dengan kondisi separation anxiety disorder bisa menangis, sedih, gelisah, bahkan tantrum, jika berada jauh dari orang tua atau orang yang dicintainya. Dalam kondisi separation anxiety disorder yang buruk, anak bisa mengalami serangan panik, dan mengalami berbagai hambatan di sekolah.

Walaupun separation anxiety disorder memang merupakan gangguan mental, namun pada kenyataannya kondisi ini juga bisa mempengaruhi kesehatan fisik. Dalam beberapa kasus, penderita separation anxiety disorder juga mengalami nyeri pada perut, sakit kepala, gemetar, dan lain sebagainya.

Anak dengan kondisi separation anxiety disorder juga selalu mengikuti orang tua mereka. Terlepas dari kesibukan apapun yang sedang orang tuanya lakukan. Bahkan dalam beberapa kasus, orang tua kesulitan walau hanya sekedar ingin ke kamar mandi. Dengan demikian, kondisi separation anxiety disorder tidak hanya mengganggu kehidupan anak, namun juga mempersempit ruang gerak orang tuanya.

Beberapa anak dengan kondisi separation anxiety disorder juga sering mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk tersebut biasanya berhubungan dengan ditinggalkan oleh orang tua atau sejenisnya. Tentu mimpi tersebut dipicu oleh rasa takut mereka akan ditinggalkan orang yang disayangi.

Baca juga : Tips Membesarkan Anak Dengan Gangguan Kecemasan

Penyebab Separation Anxiety Disorder

Cukup banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami kondisi separation anxiety disorder. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:

Perubahan lingkungan

Anak belum memiliki kemampuan adaptasi sebaik orang dewasa. Hal inilah yang membuat beberapa anak merasa tidak nyaman dengan perubahan mendadak yang terjadi pada lingkungannya. Perubahan lingkungan pada anak ini bisa menjadi salah satu faktor penyebab kondisi separation anxiety disorder. Misalnya saat anak pindah rumah, atau hari pertama masuk sekolah.

Trauma

Kejadian traumatis juga bisa jadi salah satu penyebab kondisi separation anxiety disorder. Kejadian traumatis seringkali memicu stress yang tidak bisa dikendalikan oleh anak. Misalnya kejadian seperti perceraian orang tua, meninggalnya orang yang dicintai, dan kejadian-kejadian traumatis lainnya.

Pola asuh orang tua

Faktor berikutnya yang bisa memicu separation anxiety disorder pada anak adalah pola asuh orang tua yang terlalu protektif. Tidak bisa dipungkiri bahwa pola asuh orang tua cukup mempengaruhi kondisi mental anak. Dalam hal ini, pola asuh orang tua yang terlalu protektif membuat anak selalu dalam pantauan orang tua. Hal semacam itu membuat anak terbiasa, dan merasa tidak nyaman jika tidak dalam pantauan orang tuanya. Dengan demikian perilaku tersebut dapat memicu kondisi separation anxiety disorder.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi separation anxiety disorder. Jika anak mengalami kondisi semacam itu, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Waspada Gejala Gangguan Kecemasan Pada Anak

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Separation Anxiety Disorder : Kecemasan Berlebih Pada Anak Saat Ditinggal Orang Tuanya — DeepTalk