Deeptalk.co.id – Tidak sedikit orang yang memilih untuk berbelanja demi menghilangkan perasaan sedih, bosan, atau bahkan stress. Berbelanja memang pada dasarnya merupakan kegiatan yang menyenangkan, terutama bagi wanita. Namun apakah pernah terpikir jika berbelanja justru bisa mendatangkan manfaat secara psikologis?
Walaupun berbelanja sering kali dianggap pemborosan bagi beberapa orang, namun pada kenyataannya justru kegiatan ini mampu membuat kita merasa lebih baik. Berbelanja atau sekedar melihat-lihat barang yang dijual ternyata dapat meningkatkan suasana hati. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah retail therapy.
Lantas apakah retail therapy tidak akan membawa seseorang ke dalam perilaku konsumtif? Atau bahkan justru bisa membuat seseorang mengalami shopaholic? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai retail therapy. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan penanganan masalah kesehatan mental. Jika kamu membutuhkan bantuan dalam penanganan masalah kesehatan mental, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai retail therapy.
Pengertian Retail Therapy

Retail therapy adalah salah satu metode untuk meredakan stress atau mendapatkan kebahagiaan dengan cara berbelanja. Walaupun retail therapy berhubungan dengan perilaku berbelanja, namun tidak semua orang berbelanja itu sedang melakukan retail therapy. Bisa dikategorikan sebagai retail therapy jika proses berbelanja itu dilakukan untuk membuat diri menjadi lebih baik.
Terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa 62% orang berbelanja untuk bisa menghibur diri sendiri. Sedangkan 28% orang mengaku berbelanja sebagai ajang selebrasi atas pencapaian tertentu dalam hidupnya. Artinya, sebagian besar orang berbelanja itu memang untuk kebutuhan kondisi psikologis orang tersebut.
Banyak juga ahli yang sependapat bahwa, dengan berbelanja otak seseorang akan secara otomatis memproduksi hormon endorfin dan hormon dopamin. Hormon endorfin sendiri berfungsi untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kebahagiaan seseorang. Sedangkan hormon endorfin dan juga hormon dopamin sendiri dikenal sebagai hormon bahagia. Maka dari itu, tidak heran jika orang yang sedang berbelanja merasakan kebahagiaan dan mengurangi stress atau rasa sedih yang dialami sebelumnya.
Baca juga : Kenali Dampak dan Penanganan Pada Penderita Shopaholic
Dampak Buruk Retail Therapy

Kembali kepada pertanyaan awal mengenai “apakah seseorang yang melakukan retail therapy beresiko menjadi shopaholic atau kecanduan berbelanja?” Jawabannya, seharusnya tidak. Pasalnya, retail therapy yang sesungguhnya akan membuat seseorang merasa puas tidak hanya pada proses berbelanjanya saja, melainkan juga setelah aktivitas tersebut berakhir. Dalam arti kata lain, mereka merasakan kepuasan dengan apa yang dibeli, bukan mahal menyesa. Hal ini menjadi bertolak belakang dengan penderita shopaholic yang senang dengan proses berbelanja, namun terdapat penyesalan setelah aktivitas itu berakhir.
Selain ketakutan akan kondisi shopaholic, retail therapy juga sangat erat kaitannya dengan masalah keuangan. Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk berbelanja memang membutuhkan pengeluaran yang cukup besar. Terutama jika apa yang dibeli memiliki nilai jual yang cukup besar. Untuk itu, perlu diketahui bahwa banyak sekali cara lain yang bisa dilakukan selain retail therapy. Khususnya bagi orang-orang yang sedang dalam kondisi stress, sedih, atau emosi negatif lainnya.
Dengan demikian, pelaksanaan retail therapy tidak semata-mata berbelanja saja. Melainkan juga harus didasari dengan ilmu yang dibutuhkan. Misalnya, kamu harus tahu terlebih dahulu apakah kamu merupakan orang yang bisa mengontrol diri atau tidak. Kamu juga perlu mengenal diri sendiri lebih dalam, agar retail therapy benar-benar menyelesaikan masalah mental, dan bukan malah menimbulkan masalah yang baru bagi kehidupan.
Tips Melakukan Retail Therapy

Pada dasarnya retail therapy memang merupakan metode untuk mengatasi stress dan emosi negatif yang bisa dilakukan. Selain karena metodenya yang mudah untuk dipraktekan langsung, terapi yang satu ini juga merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi sebagian besar orang. Khususnya bagi para wanita. Meski demikian, pelaksanaan retail therapy ini tentu tidak sembarangan dan perlu memperhatikan beberapa poin. Hal ini penting untuk meminimalisir timbulnya masalah baru bagi kehidupan. Untuk itu, berikut beberapa tips untuk melakukan retail therapy:
· Pahami kondisi keuangan, apakah bisa untuk melakukan retail therapy atau justru akan menimbulkan masalah baru.
· Tetapkan anggaran belanja sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Jangan sampai retail therapy justru membuat kamu berada dalam masalah keuangan.
· Tetap perhatikan apa yang dibeli. Utamakan untuk membeli sesuatu yang dibutuhkan, tidak hanya sekedar diinginkan saja.
· Pertimbangkan aspek-aspek lainnya yang mampu menjaga kondisi mental, selain retail therapy. Misalnya dengan membiasakan pola hidup sehat, mengerjakan hobi, bergaul dengan orang-orang yang positif, dan lain sebagainya.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai retail therapy. Perlu diketahui bahwa jika retail therapy yang kamu terapkan justru mengarah pada perilaku konsumtif atau bahkan adiktif, maka segera konsultasikan dengan psikolog untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Hobi Berbelanja? Waspada Gejala Shopaholic!
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



