Deeptalk.co.id – Bulan ramadan adalah bulan dimana umat muslim menjalankan ibadah puasa selama 30 hari. Saat menjalankan ibadah puasa, umat muslim akan menahan lapar, haus, juga emosi mereka dari sebelum matahari terbit hingga matahari tenggelam. Tentu itu bukan waktu yang singkat.
Kondisi perut yang tidak terisi dalam hitungan belasan jam ini tidak jarang membuat banyak orang mengalami emosi tidak stabil, stress berlebih, dan juga kelelahan secara mental. Namun uniknya, puasa justru mendatangkan ketenangan mental bagi sebagian besar umat muslim. Lantas, bagaimana umat muslim bisa mengatasi stress dan kelelahan mental saat berpuasa?
Artikel kali ini akan secara khusus membahas tips dan trik bagi umat muslim untuk memaksimalkan ibadah puasa mereka. Tentunya dengan menjalankan ibadah dengan tenang, dan kondisi mental yang terjaga.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa gejala gangguan mental. Cobalah untuk konsultasi dengan psikolog atau psikiater untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Saat menjalankan ibadah puasa di bulan ramadan, umat muslim seakan mendapatkan kekuatan spiritual. Dengan aktivitas yang sama, umat muslim melakukan serangkaian ibadah yang membuat mereka kuat secara spiritual. Namun, tentu hal tersebut perlu diimbangi dengan berbagai cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.
Perlu diingat juga bahwa menjalankan puasa akan membuat umat muslim mengalami perubahan pola makan, dan jadwal istirahat. Hal tersebut bisa mempengaruhi kondisi fisik dan juga mental jika tidak jalani dengan baik. Misalnya saat perut kosong seseorang cenderung lebih mudah stress dan emosi yang sulit untuk dikendalikan. Selain itu, waktu istirahat yang kurang juga bisa mengakibatkan kesulitan untuk fokus dan kurang produktif. Maka dari itu, berikut beberapa cara untuk mengatasi stress dan kelelahan mental saat berpuasa:
Menjaga Pola Makan Seimbang

Seperti yang dipaparkan di awal, saat berpuasa umat muslim akan mengalami perubahan pola makan. Namun perubahan ini bukan berarti tidak bisa dibawah ke arah yang positif. Umat muslim memang hanya bisa mengkonsumsi makanan dan minuman di saat sahur dan berbuka. Maka dari itu, manfaatkan waktu makan dan minum itu dengan mengkonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang. Misalnya dengan mengkonsumsi makanan/minuman dengan tinggi protein, serat, dan lemak sehat. Makanan dengan jenis itu akan membantu menyimpan energi lebih lama sehingga tidak mudah merasa lapar.
Selain itu, sebisa mungkin hindari makanan dengan tinggi gula dan karbohidrat. Walaupun makanan tersebut mampu memberikan energi yang tinggi, namun penurunan energi juga bisa terjadi secara drastis.
Selain memperhatikan asupan makanan, kamu juga perlu memastikan asupan cairan yang cukup untuk tubuh. Untuk menghindari tubuh dari dehidrasi selama berpuasa, cobalah untuk mengkonsumsi banyak air putih saat sahur. Pasalnya, dehidrasi bisa memperburuk stress dan kondisi mental lainnya.
Baca juga: Overthinking dan Anxiety: Teknik Mindfulness untuk Gen Z agar Bisa Lebih Tenang
Mengatur Pola Tidur yang Baik

Selain perubahan pola makan, umat muslim juga mengalami perubahan pola tidur di bulan ramadan. Pasalnya, mereka perlu bangun lebih pagi untuk sahur, dan beberapa memilih untuk tidur lebih larut demi memaksimalkan ibadahnya. Namun perlu diingat juga bahwa kurangnya waktu istirahat akan mengganggu fokus dan konsentrasi seseorang. Maka dari itu, jika perlu bangun lebih pagi, maka usahakan untuk tidur lebih cepat.
Pastikan kamu memiliki waktu tidur yang cukup, yaitu sekitar 8 jam per hari. Jika memang tidak memungkinkan, cobalah untuk beristirahat sejenak di siang hari atau melakukan power nap (tidur singkat 10-20 menit di siang hari). Penting juga untuk menghindari penggunaan gadget sebelum tidur untuk mendapatkan tidur yang optimal.
Menerapkan Teknik Relaksasi

Emosi yang tidak stabil saat puasa bisa diatasi dengan menerapkan teknik relaksasi. Banyak sekali teknik relaksasi yang bisa dipraktekan, misalnya dengan mendengarkan musik relaksasi. Upaya tersebut bisa membantu menurunkan tingkat hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stress.
Selain mendengarkan musik relaksasi, kamu juga bisa menulis jurnal atau journaling. Misalnya dengan menuliskan apa yang kamu alami dan rasakan sehari-hari dalam sebuah buku harian. Teknik ini bisa membantu mengurangi kecemasan dan stress berlebih.
Meditasi juga bisa menjadi pilihan dalam teknik relaksasi. Dari banyaknya metode meditasi, latihan pernapasan merupakan teknik yang paling sederhana dan bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Selain itu, untuk memaksimalkan ibadah juga, meditasi bisa dalam bentuk doa, dzikir, atau shalat sunnah yang tentunya akan mendatangkan ketenangan mental.
Itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi stress dan kelelahan mental saat berpuasa. Jika kamu membutuhkan bantuan profesional, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mindfulness di Era Digital: Cara Gen Z Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Informasi Berlebih
Sumber:
Sapolsky, R. M. (2004). Why Zebras Don’t Get Ulcers: The Acclaimed Guide to Stress, Stress-Related Diseases, and Coping. Henry Holt and Company.
Kabat-Zinn, J. (1990). Full Catastrophe Living: Using the Wisdom of Your Body and Mind to Face Stress, Pain, and Illness. Delta.
Smith, J. C. (2011). Relaxation, Meditation, & Mindfulness: A Mental Health Practitioner’s Guide to New and Traditional Approaches. Springer Publishing Company.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



