Deeptalk.co.id – Gen z adalah generasi yang memiliki kelekatan kuat dengan teknologi. Hal tersebut akan baik jika dipergunakan sebagaimana mestinya. Namun, tidak jarang teknologi juga menjadi masalah baru yang timbul di kalangan para gen z. Salah satu masalah nyata akibat teknologi adalah persaingan manusia yang tidak lagi dengan sesama manusia, namun juga dengan teknologi yang ada. Kondisi tersebut memicu rasa khawatir atau kecemasan berlebih.
Gen z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Artinya, saat ini gen z sudah berusia 13-28 tahun. Salah satu fase yang mungkin dialami pada usia tersebut adalah quarter life crisis. Quarter life crisis bisa dialami oleh generasi apapun. Namun, gen z sebagai generasi yang tumbuh di era teknologi menjadi lebih rentan terhadap kondisi tersebut.
Lalu, seperti apa quarter life crisis dan mengapa gen z rentan mengalaminya? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah fase ketidakpastian dan kekhawatiran yang umumnya dialami pada usia 20-30 tahun. Untuk saat ini, banyak gen z yang mulai masuk pada fase tersebut. Quarter life crisis sendiri ditandai dengan perasaan cemas, khawatir akan masa depan, dan kebingungan untuk menentukan arah hidup. Pikiran-pikiran bingung ini biasanya berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan, hubungan, dan juga identitas diri.
Tidak semua orang mengalami quarter life crisis. Namun, kasus quarter life crisis ini cukup sering dialami oleh para gen z. Beberapa individu bisa melalui fase ini dengan baik, beberapa lainnya memerlukan bantuan profesional untuk bisa merasa lebih baik. Kondisi quarter life crisis yang tidak tertangani dengan baik akan mempengaruhi masa depan, termasuk karir, hubungan, dan kerusakan identitas diri. Maka dari itu walaupun sekilas tampak sederhana, kita tidak bisa menyepelehkan kondisi yang satu ini.
Baca juga: Cara Gen Z Menjaga Kesehatan Mental: Dari Terapi hingga Self-Care
Mengapa Gen Z Rentan Mengalami Quarter Life Crisis?

Kondisi quarter life crisis ini memang bisa dialami oleh generasi manapun. Namun, akhir-akhir ini quarter life crisis menjadi semakin populer. Tidak hanya karena kemudahan informasi pada era modern ini. Namun juga karena banyaknya kasus quarter life crisis yang menimpa para gen z. Seperti yang kita ketahui, usia gen z saat ini beberapa sudah memasuki usia rawan quarter life crisis. Terlepas dari itu, berikut beberapa faktor yang memicu gen z rentan terhadap quarter life crisis:
Tekanan sosial dan media sosial
Faktor pemicu quarter life crisis pada gen z pertama bisa akibat tekanan sosial dan media sosial. Untuk tekanan sosial mungkin juga dialami oleh generasi sebelumnya. Dimana tekanan dari orang-orang sekitar, baik secara langsung maupun tidak langsung cenderung menjadi beban bagi sebagian besar orang. Tekanan dalam hal ini umumnya berkaitan dengan kesempurnaan, baik itu dalam karir, pendidikan, pasangan, dan segala hal dalam hidup.
Namun, berbeda dengan generasi sebelumnya. Tekanan yang dialami oleh para gen z tidak hanya dari lingkungan sosial, namun juga dari media sosial. Banyaknya pencapaian orang yang yang terpajang di media sosial tidak jarang menimbulkan rasa minder dan tertinggal. Kondisi semacam inilah yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami quarter life crisis.
Ketidakpastian karir
Faktor pemicu quarter life crisis pada gen z kedua bisa akibat ketidakpastian karir yang mereka miliki. Gen z melalui fase perputaran dunia yang sangat cepat. Terjadi banyak sekali perubahan dalam waktu yang berdekatan. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan teknologi dan pandemi yang terjadi akhir-akhir ini. Akibatnya, para gen z kesulitan dalam menentukan fokus mereka dalam karir.
Krisis identitas dan tujuan hidup
Faktor pemicu quarter life crisis pada gen z ketiga bisa akibat krisis identitas dan tujuan hidup. Jika kita perhatikan, para gen z memiliki roda aktivitas yang lebih cepat jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Banyak diantara mereka yang merasa sangat perlu untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam waktu singkat. Hal ini memicu tekanan batin, karena pada dasarnya kemampuan mereka belum sampai ke tahap itu.
Tuntutan finansial yang besar
Faktor pemicu quarter life crisis pada gen z keempat bisa akibat tuntutan finansial yang besar. Seiring dengan bertambahnya usia, para gen z ini sudah mulai secara mandiri bertanggung jawab terhadap keuangan mereka. Walaupun beberapa orang cukup siap menghadapi hal tersebut. Sayangnya tidak semua gen z memiliki kemampuan dalam manajemen keuangan mereka. Dimana hal tersebut bisa menjadi tekanan tersendiri yang bisa memicu timbulnya quarter life crisis.
Itu dia penjelasan terkait quarter life crisis. Jika kamu mengalami kondisi tersebut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk melakukan konsultasi psikologis dengan para psikolog profesional.
Baca juga: Toxic Productivity: Ketika Gen Z Terjebak dalam Budaya Harus Selalu Produktif
Sumber:
Robbins, A., & Wilner, A. (2001). Quarterlife Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties. TarcherPerigee.
Arnett, J. J. (2004). Emerging Adulthood: The Winding Road from the Late Teens through the Twenties. Oxford University Press.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. Norton & Company.
American Psychological Association. (2021). Stress in America Report.
WHO. (2022). Mental Health and Young Adults: Coping Strategies for Life Transitions.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



