Deeptalk.co.id – Saat sedang dalam kondisi mental yang tidak stabil, tentu dibutuhkan dukungan dari orang-orang sekitar. Misalnya saat seseorang dengan dalam kondisi kecanduan narkotika. Alih-alih dihakimi, merek justru membutuhkan dukungan besar untuk bisa terlepas dari kecanduan tersebut.
Selain itu, mendapat penghakiman atau kritik dari orang lain terkadang justru membuat kita semakin terpuruk. Sayangnya, saat bercerita mengenai masalah yang dihadapi dengan orang yang tidak tepat, maka penghamikanlah yang akan didapatkan.
Untuk itu, sangat disarankan melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater terkait masalah kesehatan mental. Selain rahasiamu aman di tangan mereka, kamu juga tidak mendapatkan penghakiman dari mereka.
Tahukah kamu bahwa, terdapat suatu metode psikoterapi yang akan membuat kamu terhindar dari rasa takut akan dihakimi atau dikritik. Psikoterapi yang satu itu dikenal dengan istilah psikoterapi suportif. Lantas seperti apa cara kerja psikoterapi yang satu ini? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai psikoterapi suportif.
Sebelum kita masuk ke pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan utama dalam pelaksanaan psikoterapi suportif. Pasalnya, terapi yang satu ini akan lebih bijak jika dilaksanakan oleh orang-orang yang telah berkompeten di bidang tersebut.
Berikut pembahasan mengenai psikoterapi suportif.
Pengertian Psikoterapi Suportif

Psikoterapi suportif merupakan salah satu metode penanganan masalah kesehatan mental. Seperti namanya, jenis psikoterapi ini berfokus kepada penyediaan rasa aman dan suportif bagi klien. Dengan demikian, penerapan psikoterapi suportif tidak akan membuat klien mendapatkan penghakiman atau kritikan dari para terapis.
Psikoterapi suportif akan membantu klien untuk menemukan pandangan positif dalam masalah yang sedang dihadapi. Dengan terapi ini, klien diharapkan mampu mengembangkan kekuatan yang dimiliki, untuk menghadapi berbagai masalah.
Berbeda dengan jenis terapi lainnya yang akan menawarkan bimbingan atau memberikan nasihat. Psikoterapi suportif ini lebih fokus kepada menciptakan lingkungan yang aman agar klien bisa mengeksplorasi dirinya sendiri. Dengan begitu, klien akan mampu mengenali masalahnya dengan baik, dan tahu bagaimana cara menghadapi masalah tersebut.
Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis dan Cara Mengatasi Gaya Hidup Hedonisme
Manfaat Psikoterapi Suportif

Eksistensi psikoterapi suportif ini tentu disebabkan oleh manfaat yang cukup membantu dalam penanganan masalah kesehatan mental. Tidak hanya masalah kesehatan mental saja, terapi ini juga mampu meningkatkan rasa percaya diri, rasa identitas, hingga peningkatan harga diri. Terlepas dari itu semua, berikut beberapa manfaat dari psikoterapi suportif:
Dianggap cukup baik dalam menghadapi masalah
Psikoterapi suportif memang cukup baik untuk orang-orang yang sedang dalam masalah. Misalnya bagi mereka yang sedang merasakan kesedihan mendalam, adiksi, dan lain sebagainya. Terapi ini akan memberikan kenyamanan bagi kliennya untuk bisa memahami diri sendiri dan menemukan jalan keluar dari permasalah yang sedang dihadapi.
Membangun hubungan yang positif dan pengembangan diri
Tidak hanya mampu membantu klien yang sedang menghadapi masalah kesehatan mental, psikoterapi suportif juga dianggap cukup baik untuk pengembangan diri. Dari terapi ini, klien bisa mengenali sisi positif dari dirinya, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan menjadikan diri sebagai pribadi yang lebih baik lagi.
Mengembangkan kemampuan koping
Dalam beberapa kondisi yang cukup berat, kita terkadang membutuhkan kemampuan koping yang baik. Kemampuan koping artinya, tindakan mental dan fisik untuk bisa mengontrol atau mengurangi stress baik dari faktor eksternal maupun internal. Dengan psikoterapi suportif, klien juga bisa mengembangkan kemampuan koping yang dimiliki. Artinya, klien akan memiliki manajemen stress yang baik dalam menjalani kehidupannya.
Terapis tidak akan menghakimi
Salah satu ciri utama dari psikoterapi suportif adalah tidak adanya memberikan penghakiman atau kritikan dalam prosesnya. Seperti tujuan dari psikoterapi ini, yaitu menciptakan rasa aman bagi para klien.
Dalam prosesnya, terapis tetap akan terlibat aktif. Meski demikian, terapis akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengutarakan perasaannya jika itu tidak diinginkan. Takutnya, perasaan terapis justru akan membuat klien merasa tidak nyaman.
Cara Kerja Psikoterapi Suportif

Pada dasarnya, psikoterapi suportif akan bekerja dengan memberikan penghiburan, menyediakan rasa aman, menyemangati, meyakinkan, dan mendengarkan dengan penuh simpati. Seperti halnya seseorang yang sedang memberikan dukungan terhadap orang lain.
Terapis akan memberikan ruang kepada klien untuk mengutarakan segala keluh kesah yang dialami. Dengan begitu, secara tidak langsung akan membantu klien memahami kondisinya sendiri.
Selama proses psikoterapi berlangsung, terapis akan menjadi perantara antara klien dan permasalah yang sedang dihadapi. Baik itu permasalah di tempat kerja, sekolah, keluarga, atau permasalah dengan diri sendiri.
Terapis akan mengemukakan bagaimana perasaan klien mengenai permasalahan yang dihadapi. Namun dilain sisi, terapis juga akan mengungkap bagaimana sikap dan sudut pandang orang lain terhadapnya. Tanpa menghakimi dan mengkritik klien.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai psikoterapi suportif. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Hedonisme : Gaya Hidup yang Mencari Kesenangan Tanpa Batas
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



