Deeptalk.co.id – Stress dan depresi merupakan dua istilah yang sudah sangat familiar di telinga kita. Kedua kondisi mental tersebut memang sering menjadi pembahasan, baik secara formal maupun non formal. Sayangnya, masih banyak orang yang beranggapan bahwa stress dan depresi merupakan dua kondisi yang sama. Kenyataannya, walaupun sama-sama kondisi mental, namun stress dan depresi tetaplah dua kondisi yang berbeda.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi stress dan depresi, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai perbedaan antara stress dan depresi. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut penjelasan mengenai perbedaan stress dan depresi.
Pengertian Stress dan Depresi

Stress merupakan perasaan yang umumnya dialami saat seseorang berada dalam tekanan yang cukup besar, merasa kesulitan, atau kewalahan saat menghadapi sesuatu. Pada kondisi stress seseorang akan merasa tidak nyaman yang dapat dilihat dari segi fisik, emosional, maupun perilaku mereka. Banyak hal yang bisa memicu stress, misalnya kehidupan yang cukup menantang, beban kerja yang besar, tugas sekolah yang sulit, dan masih banyak lagi. Dalam beberapa kasus, stress masih masuk dalam kategori normal. Walaupun jika berlebihan tentu akan mengganggu kondisi mental penderitanya.
Berbeda dengan stress, depresi bisa dikatakan merupakan kondisi yang lebih berbahaya dari stress. Depresi sendiri merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa sedih mendalam sehingga kehilangan minat akan aktivitas sehari-hari. Tidak sedikit penderita depresi yang menarik diri dari lingkungan, melukai diri sendiri, bahkan melakukan percobaan bunuh diri. Walaupun stress dan depresi merupakan dua kondisi psikologis yang berbeda, namun stress berlebih dapat menimbulkan depresi.
Baca juga: Gejala Shopping Addiction
Gejala Stress dan Depresi

Perbedaan antara stress dan depresi juga dapat terlihat dari gejala yang ditunjukan. Meskipun dalam beberapa kasus baik penderita stress maupun depresi bisa saja menunjukan gejala yang cukup beragam. Namun mereka memiliki beberapa gejala umum.
Berikut beberapa gejala stress:
· Mengalami gangguan tidur, baik itu terlalu banyak tidur, kurang tidur, atau tidur yang tidak nyenyak.
· Mengalami masalah dengan daya ingat, misalnya menjadi mudah lupa atau sulit mengingat sesuatu.
· Kesulitan untuk berkonsentrasi, termasuk saat bekerja atau belajar.
· Mengalami masalah pola makan, bisa makan berlebih, bisa juga kehilangan nafsu makan.
· Emosi yang sulit untuk dikendalikan, misalnya menjadi mudah marah walau hanya karena hal sepele.
· Merasa gugup atau gelisah.
· Timbulnya rasa takut atau khawatir karena merasa tidak mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Berbeda dengan stress, penderita depresi umumnya akan menunjukan gejala yang lebih kompleks. Dalam banyak kasus, penderita depresi bahkan tidak sadar bahwa dirinya mengalami depresi. Pasalnya, gejala depresi akan tumbuh secara bertahap, mulai dari ringan hingga berat. Maka tidak heran jika penderita depresi mendapatkan pertolongan saat kondisinya sudah sangat parah. Berikut beberapa gejala depresi:
· Menarik diri dari lingkungan sosial.
· Merasakan kesedihan mendalam sehingga kehilangan minat akan aktivitas yang bahkan sebelumnya sangat mereka senangi.
· Kehilangan semangat, motivasi, dan juga energi.
· Cenderung mengurung diri di kamar tanpa melakukan aktivitas apapun.
· Mengalami gangguan tidur, bisa lebih lama atau lebih singkat dari jam tidur normal.
· Merasakan berbagai emosi negatif, bahkan tidak jarang menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.
Kemungkinan Sembuh Stress dan Depresi

Perbedaan selanjutnya antara stress dan depresi dapat dilihat dari kemungkinan sembuhnya. Penderita stress umumnya bisa sembuh jika mereka mengalami perubahan dalam hidup. Misalnya stress karena pekerjaan akan hilang jika mereka berhenti dari pekerjaannya, atau mengalami perubahan regulasi dalam perusahaannya. Selain itu, pemicu dari stress itu sendiri umumnya sangat jelas. Sehingga cenderung lebih mudah untuk dihindari.
Berbeda dari stress, depresi bisa dialami dalam jangka panjang. Dalam beberapa kasus, kondisi depresi yang tidak lagi menunjukan gejala bahkan bisa timbul di waktu yang berbeda dengan kondisi yang lebih parah. Selain itu, penyebab dari depresi sendiri cenderung tidak jelas. Sehingga cukup sulit untuk bisa terhindar dari kondisi tersebut.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai perbedaan antara stress dan depresi. Selain perbedaan yang dipaparkan di atas, masih banyak lagi perbedaan antara stress dan depresi lainnya. Misalnya stress berhubungan dengan peristiwa saat ini, sedangkan depresi tentang peristiwa di masa lampau. Selain itu, stress ringan justru bisa menumbuhkan motivasi bagi penderitanya, berbeda dengan depresi ringan yang bahkan tetap berdampak negatif bagi penderitanya.
Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan para ahli jika kamu mengalami beberapa gejala depresi maupun stress. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Sama-Sama Obsesif Kompulsif, Ini Dia Perbedaan OCD dan OCPD
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



