Deeptalk.co.id – Self care adalah sebuah upaya untuk memeliharan dan meningkatkan kesehatan fisik, emosional, dan mental yang dimiliki. Upaya tersebut tentu sangat penting untuk dilakukan. Termasuk untuk para gen z yang dikenal sebagai generasi dengan kondisi mental yang tidak stabil. Meski demikian, statement gen z memiliki mental yang tidak stabil belum bisa dipastikan sepenuhnya. Pasalnya, setiap generasi memang memiliki tantangan masing-masing untuk menjalani hidup. Seperti yang kita ketahui, tantangan para gen z tidak hanya tentang bersaing sesama mereka. Namun juga bersaing dengan teknologi yang sudah ada.
Tahukah kamu bahwa gen z sangat rentang terjerumus dalam toxic relationship. Dimana hal tersebut bisa mempengaruhi kondisi mental, dan pergaulan sosial mereka. Salah satu cara agar terhindar dari toxic relationship adalah dengan membiasakan diri menerapkan self care. Lantas, bagaimana self care bisa membuat para gen z terhindar dari toxic relationship? Artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan acuan self diagnosis. Jika kamu terjebak dalam toxic relationship, dan berdampak pada kondisi mentalmu. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Aspek-Aspek Self Care
![]()
Untuk mengenal seperti apa self care itu. Kita perlu tahu dulu bahwa untuk melakukan self care pada dasarnya terdiri dari beberapa aspek berikut:
· Fisik, yaitu aspek self care yang terdiri dari aktivitas fisik dan membantu untuk meningkatkan kesehatan fisik. Aspek ini bisa berupa olahraga teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, dan istirahat yang cukup.
· Emosional, yaitu aspek self care yang membantu untuk meningkatkan kondisi emosional yang dimiliki. Aspek emosional ini bisa berupa melakukan meditasi, yoga, menulis jurnal, dan kegiatan lainnya yang mampu mengontrol kondisi emosional pribadi.
· Mental, yaitu aspek self care yang membantu untuk menjaga kestabilan kondisi mental yang dimiliki. Aspek mental ini bisa berupa membaca, mendengarkan musik, melukis, dan segala bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi diri sendiri.
· Sosial, yaitu aspek self care yang membantu untuk memelihara hubungan pribadi dengan lingkungan sosial. Aspek sosial bisa berupa berkumpul dengan keluarga, teman, atau melakukan kegiatan sosial lainnya.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri dan Cara Keluar Dari Toxic Relationship
Bagaimana Self Care Bisa Membantu Gen Z Terhindar Dari Toxic Relationship?

Pada dasarnya self care tidak hanya mampu membuat seseorang terhindar dari toxic relationship. Melainkan juga mampu meningkatkan rasa cinta terhadap diri sendiri. Hal inilah yang membuat orang-orang yang menerapkan self care merasa rugi untuk menjerat diri dalam hubungan yang tidak sehat, atau sekedar tidak menguntungkan dirinya. Terlepas dari itu, berikut beberapa manfaat self care yang membuat para gen z terhindar dari toxic relationship:
Meningkatkan kesadaran diri
Self care akan membantu kita meningkatkan kesadaran diri. Dengan meningkatnya kesadaran diri yang kita miliki, kita akan tahu apa yang kita butuhkan, dan lebih memahami perasaan diri sendiri. Dengan demikian, kita juga akan sadar jika ciri-ciri toxic relationship ada dalam hubungan kita. Saat kita sadar akan adanya ciri-ciri toxic relationship itu, kita akan segera menghindarinya.
Membangun rasa percaya diri
Salah satu yang dimatikan dari terjebak dalam toxic relationship adalah rasa percaya diri. Pasalnya, saat seseorang memiliki rasa percaya diri mereka akan yakin dengan kemampuan yang dimiliki, dan memiliki harga diri yang tidak bisa diinjak-injak. Kabar baiknya, self care bisa meningkatkan rasa percaya diri seseorang, dan secara tidak langsung akan terhindar dari kemungkinan terjebak dalam toxic relationship.
Mengambangkan batasan yang sehat
Self care juga bisa membantu seseorang mengambangkan batasan yang sehat. Batasan tersebutlah yang akan membantu seseorang untuk berani menolak hal-hal negatif. Termasuk segala bentuk hal yang bisa merugikan diri sendiri seperti terjebak dalam toxic relationship.
Meningkatkan kemampuan mengelola emosi
Manfaat dari self care selanjutnya adalah mampu meningkatkan kemampuan dalam mengelola emosi. Kemampuan yang satu ini sangat penting, terutama bagi mereka yang sudah terlanjur terjebak dalam toxic relationship. Pasalnya, saat terjebak dalam hubungan tidak sehati itu, emosi yang dimiliki cenderung tidak stabil, menimbulkan stress, bahkan depresi.
Membangun jaringan yang kuat
Jarang sekali orang yang terjebak dalam toxic relationship memiliki lingkungan sosial yang mendukung. Justru, mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. Dengan melakukan self care, akan membantu seseorang membangun jaringan yang kuat. Artinya, akan kecil kemungkinan mereka terjebak dalam toxic relationship. Selain itu, jaringan yang kuat juga akan membantu memberikan dukungan untuk terhindar dari hal-hal yang merugikan.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai pentingnya self care agar terhindar dari toxic relationship. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Gen Z Harus Waspada! Ini Dia Dampak Toxic Relationship
Sumber:
American Psychological Association. (2020). Self-Care.
National Domestic Violence Hotline. (n.d.). Self-Care and Healing.
The National Alliance on Mental Illness. (2020). Self-Care and Mental Health.
Psychology Today. (2020). The Importance of Self-Care in Toxic Relationships.
Verywell Mind. (2020). How Self-Care Can Help You Leave a Toxic Relationship.
MindTools. (n.d.). Self-Care and Toxic Relationships.
Journal of Clinical Psychology. (2018). The Role of Self-Care in Reducing Stress and Anxiety.
Journal of Mental Health Counseling. (2017). The Importance of Self-Care in Counseling.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



