Deeptalk.co.id – Olahraga menjadi aktivitas yang berkaitan dengan aktif menggerakkan anggota tubuh. Banyak juga yang mengira kalau olahraga hanya akan berpengaruh pada kondisi kesehatan secara fisik atau meningkatkan metabolisme tubuh. Namun, tahukah kamu kalau olahraga juga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan mental?
Saat ini masih banyak orang yang masih mengabaikan pentingnya berolahraga. Apalagi di saat dunia berada di era pertumbuhan eksponensial dari “sindrom metabolik” dan obesitas ini. Terlihat dari banyaknya orang saat ini yang berisiko tinggi terkena penyakit kronis akibat perilaku gaya hidup mereka.
Selain itu, pentingnya olahraga juga tidak dipahami dan dihargai secara memadai oleh pasien dan profesional kesehatan mental. Hal ini didasarkan pada sebuah penelitian dari Guszkowska M dengan judul Effects of Exercise On Anxiety, Depression and Mood tahun 2004. Penelitian mengungkapkan bahwa olahraga mungkin merupakan intervensi yang sering diabaikan dalam perawatan kesehatan mental.
Pengaruh Olahraga Untuk Kesehatan Mental

Olahraga atau aktif menggerakkan fisik dengan latihan aerobik, seperti jogging, berjalan, bersepeda, berenang, berkebun dan menari dapat mengurangi kecemasan atau depresi. Perbaikan suasana hati ini diduga disebabkan oleh peningkatan sirkulasi darah ke otak akibat olahraga. Selain itu oleh pengaruh pada sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA) dan, dengan demikian, pada reaktivitas fisiologis terhadap stres.
Pengaruh fisiologis ini mungkin dimediasi oleh komunikasi sumbu HPA dengan beberapa daerah otak. Termasuk sistem limbik, yang mengontrol motivasi dan suasana hati; amigdala, yang menimbulkan rasa takut sebagai respons terhadap stres; dan hippocampus, yang berperan penting dalam pembentukan ingatan serta dalam suasana hati dan motivasi.
Ada juga yang mengungkapkan bahwa melakukan olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental. Yakni dengan mengurangi tingkat kecemasan, depresi, dan suasana hati yang negatif, juga dengan meningkatkan harga diri dan fungsi kognitif. Olahraga menjadi salah satu cara bagi para pengidap skizofrenia untuk menghindari obesitas akibat adanya risiko tambahan kenaikan berat badan terkait penggunaan obat antipsikotik aptikal.
Baca juga: Tidak Hanya Pekerja, Ibu Juga Bisa Burnout Loh!
Bagaimana Olahraga Bisa Meningkatkan Kesehatan Mental?

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik seperti olahraga dapat meningkatkan kesehatan mental. Berikut ini adalah beberapa manfaat olahraga untuk membantu dalam meningkatkan kesehatan mental seseorang :
Tidur yang lebih baik – karena olahraga secara tidak langsung dapat membuat tubuh lelah, sehingga dapat membuat kamu langsung tertidur. Cocok jika kamu penderita imsonia yang merasa kesulitan untuk tidur.
Suasana hati yang lebih bahagia – aktivitas fisik melepaskan hormon dopamin sehingga menimbulkan perasaan senang yang membuat kamu akan merasa lebih baik pada diri sendiri dan memberi lebih banyak energi.
Mengelola stres, kecemasan, atau pikiran yang mengganggu dan berpacu – melakukan sesuatu secara fisik seperti dengan olahraga akan melepaskan kortisol yang membantu kita mengelola stres. Menjadi aktif secara fisik juga memberi otak sesuatu untuk difokuskan dan dapat menjadi strategi penanggulangan yang positif untuk masa-masa sulit.
Harga diri yang lebih baik – menjadi lebih aktif dapat membuat kamu merasa lebih baik tentang diri sendiri untuk meningkatkan nilai diri guna mencapai tujuan.
Mengurangi risiko depresi – penelitian telah menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi kemungkinan mengalami periode depresi.
Berhubungan dengan orang – melakukan aktivitas kelompok atau tim dapat membantu seseorang untuk bertemu orang baru dan orang yang berpikiran sama, hingga bisa mendapatkan teman baru.
Tetapi aktivitas fisik tidak selalu membantu kesehatan mental setiap orang. Seseorang mungkin menemukan bahwa itu berguna di beberapa waktu saja atau bahkan tidak dapat berhasil dan memberikan efek sama sekali. Bagi sebagian orang, aktivitas fisik olahraga dapat menjadi efek negatif dan justru membahayakan untuk kesehatan mental mereka. isalnya bagi mereka penderita gangguan makan (eating disorder) yang bisa kehabisan energi karena olahraga disaat metabolisme menurun.
Selain itu, lakukan aktivitas fisik olahraga secukupnya. Jangan sampai melampiaskan kemarahan atau energi negatif dengan olahraga sehingga malah melakukannya secara berlebihan. Bukan hanya akan berakibat buruk pada fisik, mental juga akan berimbas demikian.
Baca juga: Rekomendasi Jenis Olahraga Yang Cocok Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental
Sumber:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1470658/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



