Semua artikel
Terapi

Penanganan Yang Tepat Untuk Burnout Pada Anak

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia6 menit baca

Deeptalk.co.id – Mungkin Anda sudah mengetahui bahwa anak-anak kemungkinan dapat mengalami burnout, termasuk pada gejalanya. Atau mungkin Anda menilai bahwa mereka hanya mengalami masa kesulitan di sekolahnya. Namun di lain hal itu, ada hal-hal yang lebih penting untuk Anda ketahui untuk Anda lakukan demi membantu penanganan burnout pada anak-anak.

Anak-anak juga memiliki mental dan emosi yang sama dengan manusia dewasa pada umumnya. Mereka juga bisa mengalami tekanan akibat aktivitasnya, baik dengan tugas di sekolahnya, hubungan dengan teman-temannya, atau tuntutan akan prestasi dari keluarganya. Yang mungkin Anda kira anak-anak hanya mengalami kesulitan akan kehidupan nya di sekolah atau di rumah, hal tersebut akan menjadi berbeda karena bisa berisiko lebih besar untuk mengalami burnout.

Little boy watching films on laptop

Oleh karena itu, perlu dukungan dan bantuan dari Anda sebagai orang dewasa atau orang tua dari anak-anak Anda. Ini bisa dilakukan dengan mengetahui cara atau penanganan yang tepat untuk burnout pada anak. Berikut adalah tips dan cara dalam menangani burnout yang bisa dialami oleh anak-anak :

1. Bicara Tentang Seperti Apa Rasanya Bekerja

Tidak semua anak memiliki perspektif atau pandangan untuk mengetahui bagaimana pengalaman kebanyakan orang ketika bekerja. Yang mereka tahu mungkin memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas sebagai bentuk dari kerja keras.

Oleh karena itu, bantu anak Anda untuk memahami bahwa belajar seharusnya terasa menantang. Bahkan, kadang-kadang mungkin akan terasa luar biasa.

Beri tahu juga anak Anda bahwa tidak apa-apa untuk merasa tidak yakin tentang beberapa aspek tugas sekolah. Juga ketika anak selesai beraktivitas, entah itu di rumah, di sekolah, atau latihan ekstrakurikuler, jelaskan bahwa merasa lelah adalah hal yang wajar dan mereka perlu untuk istirahat ketika merasakan hal itu.

Baca juga: Kapan Saya Bisa Menggunakan Metode 54321?

2. Menegakkan Rutinitas Sehari-hari

Rutinitas (sebagai hal yang dapat dipastikan kegiatannya) bisa menjadi sangat menyenangkan, terutama bagi anak-anak yang belajar dan berpikir secara berbeda. Hal ini juga dapat membantu anak-anak dalam mengatur waktunya dan tetap pada jalurnya. Sehingga dengan demikian dapat mengurangi stres yang kemungkinan mereka alami.

Memiliki rutinitas dan jadwal yang konsisten dapat membantu anak-anak bersiap untuk tugas-tugas yang mereka perjuangkan. Atau bahkan ketika sarapan pada waktu yang sama setiap hari, dan ransel mereka yang siap untuk pergi. Juga mereka akan tahu kapan mereka punya waktu untuk meninjau ujian jika mereka merasa membutuhkannya, serta dapat menimbang waktu yang tepat untuk istirahat.

3. Buat Sesi Kerja Singkat

Lakukan kegiatan bekerja/belajar sebagai seraingkaian sprint, dan bukan maraton. Begitulah seharusnya anak Anda menyelesaikan pekerjaan rumah atau suatu proyek yang lebih lama. Bantu anak Anda membagi tugas sekolah, les, atau terapi kedalam beberapa potongan-potongan untuk dikerjakan selama 12 hingga 20 menit.

Setelah itu, minta anak Anda untuk “istirahat otak” selama 5 menit. Ambil camilan, jalan-jalan keluar atau sekedar scrolling media sosial. Lalu setelah 5 menit usai, anak Anda harus sudah duduk kembali untuk melanjutkan tugas nya. Jelaskan juga kepada anak Anda bahwa selama sesi kerja ini, penting untuk memberikan semua sepenuhnya dirinya pada hal ini.

4. Tetapkan Ekspektasi, Namun Kadang Biarkan Anak Lolos

Penting bagi anak Anda untuk memiliki tugas atau tanggung jawab lain di rumah. Tetapi sesekali membiarkan anak Anda lolos dari kesulitan atau tanggung jawab ini akan dapat membantu. Misal, selama minggu yang sangat sibuk, mungkin anak Anda dapat membersihkan kamarnya sendiri sebagai pekerjaan yang ringan alih-alih harus melakukan tugas berat membersihkan seluruh rumah. Atau mungkin bisa mengatur jobdesk atau tugas pekerjaan rumah antar saudara, baik dengan membagi kapasitas pekerjaan atau hari kapan saja mereka bekerja.

Hanya mendapatkan sedikit kelegaan dari pekerjaan bisa sangat membantu untuk memberikan mereka waktu santai dan rehat. Hal ini juga bisa mengajari anak Anda bahwa tidak apa-apa bagi seseorang untuk sesekali memberi diri mereka istirahat.

5. Hilangkan Distraksi Agar Pekerjaan Cepat Selesai

Multitasking dapat membuat seseorang merasa akan lebih cepat ketika menyelesaikan banyak hal. Ttapu melakukan terlalu banyak hal dalam sekaligus dapat mengalihkan perhatian dari tugas yang seharusnya menjadi fokus.

Mulai nonaktifkan ponsel anak Anda atau tinggalkan di ruangan lain selama jam kerja atau belajar. Ciptakan ruang pekerjaan rumah yang menghilangkan anak Anda dari aktivitas rumah tangga. Serta biarkan buku-buku dengan subjek tersulit bagi anak untuk tidak terlihat sampai tiba waktunya mengerjakan tugas itu.

Dengan demikian, anak tidak akan berpikir tentang hal-hal yang meyulitkan dirinya (yang akan mengganggu ketika tidak terselesaikan) sambil mencoba berkonsentrasi pada materi saat ini.

6. Luangkan Waktu Untuk Downtime

Cobalah untuk membangun waktu istirahat bagi anak dengan memikirkan kembali jadwal di keluarga Anda. Melihat kalender milik Anda sendiri mungkin menunjukkan bahwa Anda semua kelebihan beban. Meskipun itu mungkin mencakup banyak kegiatan yang bermanfaat, melakukan semuanya justru dapat merugikan.

Mungkin Anda bisa mengurangi jumlah kewajiban yang Anda pikul sebagai sebuah keluarga. Atau, biarkan anak Anda melewatkannya sesekali. Apakah anak Anda cukup umur untuk tinggal di rumah tanpa pengawasan? Jika demikian, waktu menyendiri mungkin berguna saat anggota keluarga lainnya keluar. Pastikan anak Anda tahu untuk tidak menggunakan waktu itu untuk bekerja. Waktu luang harus bebas.

7. Lakukan Hal-Hal Menyenangkan Bersama

Menjejalkan sebanyak mungkin pembelajaran ke dalam satu hari untuk anak Anda mungkin terlihat menguntungkan. Padahal sebenarnya anak-anak yang belajar dan berpikir secara berbeda dapat menghadapi kelelahan ketika semua yang mereka lakukan adalah tentang membangun keterampilan.

Cobalah untuk menghabiskan waktu bersama yang tidak melibatkan pekerjaan atau apapun yang tidak berfokus pada tantangan yang anak Anda miliki. Mengganti 10 menit membaca atau bermain kartu sesekali dapat membantu anak Anda untuk meninggalkan pekerjaannya sejenak. Hal ini juga sekaligus sebagai cara mendekatkan diri dengan anak dan memberikan waktu Anda untuk rileks.

8. Percayai Batasan Anak Anda

Mungkin Anda telah memperhatikan bahwa selama berminggu-minggu, diikuti dengan hari terapi wicara yang lebih sedikit, anak Anda bangun dengan ceria dan bersemangat untuk memulai hari. Atau mungkin dalam beberapa minggu dengan sesi les berturut-turut, Anda mendengar anak Anda berkata “Saya tidak bisa melakukannya” lebih dari biasanya.

Tanggapi sinyal ini dengan serius. Bicaralah dengan anak Anda. Bicara dengan sekolah. Bersama-sama Anda dapat menemukan cara untuk mengurangi beban kerja anak Anda dan menambah waktu pemulihan.

Baca juga: Coping Mechanism Saya Tidak Bekerja Lagi, Bagaimana Solusinya? 

 

Sumber:

Wright, L. W. (2022, August 4). 8 tips to keep your child from burning out. https://www.understood.org/en/articles/8-tips-to-keep-your-child-from-burning-out

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Penanganan Yang Tepat Untuk Burnout Pada Anak — DeepTalk