Deeptalk.co.id – Menangis dapat membantu mengurangi ketegangan emosional, menghilangkan rasa sedih dan kesedihan, serta memberikan rasa lega pada seseorang. Menangis juga dapat membantu mengatasi stres dan memperbaiki suasana hati. Namun, ketika menangis menjadi terlalu sering atau terlalu lama, itu mungkin merupakan tanda dari masalah kesehatan mental yang lebih serius yang perlu diperhatikan.
Banyak orang yang merasa lebih baik setelah menangis, seperti beban yang dipegang di pundak mereka telah hilang. Itulah sebabnya mengapa menangis sering disebut sebagai obat alami untuk kesehatan mental dan emosional.
Walaupun tidak ada pedoman berapa banyak tangisan bisa dikatakan berlebihan, namun kemungkinan kondisi seperti depresi atau pengaruh pseudobulbar dapat menyebabkan Anda lebih sering menangis.

Mengapa Kita Menangis?
Air mata terdiri dari air, garam, antibodi pelindung, dan enzim. Kelenjar yang terletak di atas mata kita menghasilkan sebagian besar air mata. Mereka lah yang disebut kelenjar air mata.
Setiap kali kita berkedip, air mata akan mengalir ke mata dari saluran yang melekar pada kelenjar air mata. Inilah yang membuat permukaan air mata terlumasi dan melindunginya dari zat seperti debu, asap atau gas bawang.
Berbeda dengan air mata untuk melindungi mata kita tetap lembab, ada juga yang disebuat air mata psikis dimana kimiawi air matanya disebabkan oleh emosi. Air mata psikis mengandung lebih banyak hormon berbasis protein yang diproduksi tubuh di bawah tekanan.
Beberapa peneliti percaya menangis adalah cara tubuh Anda menghilangkan hormon yang berhubungan dengan stres. Studi lain menunjukkan air mata dapat memicu pelepasan endorfin. Endorfin adalah hormon yang membuat Anda merasa nyaman dan mengurangi rasa sakit.
Bagaimana Jika Terlalu Sering Menangis?
Beberapa dari kita mungkin akan menangis ketika membaca sebuah buku dengan kisah sedih. Atau film di bioskop yang mengurai air mata. Beberapa yang lain juga ada yang hanya menangis ketika berada di pemakaman. Dan bagi orang-orang tertentu, petunjuk tentang apa pun yang membangkitkan emosi dapat menyebabkan air mata mengalir.
Jika Anda pernah menangis ketika beraktivitas biasa atau bahkan sampai menangis dengan keras ketika menonton di bisokop, apakah itu hal yang normal? Apakah ada yang namanya menangis terlalu sering atau terlalu banyak?
Hingga saat ini belum ada pedoman pasti untuk menjelaskan seberapa banyak tangisan hingga bisa disebut menangis berlebihan atau terlalu sering. Namun, pada sebuah studi menemukan bahwa durasi rata-rata manusia untuk sesi menangis adalah 8 menit. Sedangkan penelitian lain pada tahun 1980an menjelaskan bahwa wanita menangis rata-rata 5,3 kali per bulan dan pria menangis rata-rata 1,3 kali per bulan.
Akan tetapi, jika Anda merasa khawatir dan terganggu dengan perilaku menangis berlebihan ini, Anda bisa mulai membicarakannya dengan dokter ahli. Walaupun ada banyak penyebab dibaliknya, namun ada kemungkinan juga terlalu sering menangis sebagai tanda dari gangguan kesehatan mental.
Baca juga: Apa Itu Gaslighting dan Bahayanya?
Faktor Penyebab Menangis Terlalu Sering
Ada banyak alasan, selain memiliki respons emosional langsung, mengapa Anda menangis lebih dari biasanya. Air mata sering dikaitkan dengan depresi dan kecemasan. Dan bahkan beberapa orang sering mengalami dua kondisi tersebut pada waktu yang sama. Kondisi neurologis tertentu juga bisa membuat Anda menangis atau tertawa tak terkendali.
Berikut ini beberapa penyakit atau gangguan mental terkait dengan kecenderungan seseorang yang terlalu sering menangis dan sedih tanpa sebab :
1. Depresi
Depresi adalah gangguan suasana hati di mana Anda memiliki perasaan sedih yang bertahan lebih dari beberapa minggu. Aktivitas yang pernah Anda anggap menyenangkan mungkin tidak lagi menarik bagi Anda ketika sudah mengidap depresi. Gejala depresi yang mungkin termasuk ialah seperti kesedihan dan kesuraman, perasaan putus asa atau tidak berharga, energi yang rendah, hingga kesulitan untuk berkonsentrasi.
Tangisan Anda mungkin bisa memiliki kaitan dengan depresi jika Anda :
– Menangisi hal-hal kecil atau kesulitan mengidentifikasi mengapa Anda menangis
– Menangis lebih dari biasanya
– Kesulitan menghentikan air mata Anda
Menangis berlebihan lebih mungkin terjadi jika depresi Anda lebih ringan. Karena orang dengan depresi berat sering mengalami kesulitan menangis atau mengekspresikan emosi lainnya.
2. Kecemasan (Anxiety)
Setiap orang pasti pernah mengalami atau melewati saat-saat ketika gugup dan cemas. Namun, berbeda dengan gangguan kecemasan, dimana Anda akan lebih sering mengalami kekhawatiran dan kegugupan, bahkan mungkin setiap hari. Gejalanya meliputi kegelisahan atau lekas marah, kekhawatiran yang berlebihan, ketegangan otot, kelelahan, kesulitan memfokuskan diri atau berkonsentrasi, dan kesulitan tidur.
3. Efek Pseudobulbar (PBA)
Tiba-tiba menangis tak terkendali, tertawa, atau merasa marah bisa menjadi gejala kondisi yang disebut pengaruh pseudobulbar (PBA). PBA adalah keadaan neurologis yang tidak disengaja terkait dengan cedera atau gangguan di bagian otak Anda yang mengendalikan emosi Anda.
Kadang-kadang kondisi ini dikaitkan juga dengan inkontinensia emosional, atau emosi yang tidak terkendali yang terkait dengan PBA. Kondisi tersebut seringkali tidak sesuai dengan perasaan atau apa yang Anda alami. Karena gejalanya mirip, PBA mungkin bisa saja salah didiagnosis sebagai depresi.
PBA sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat stroke, parkinson, alzheimer, demensia, amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig, hingga multiple sklerosis (MS).
4. Jenis Kelamin dan Kepribadian
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa sebuah studi menunjukkan rata-rata wanita lebih sering menangis daripada pria. Salah satu kemungkinan alasannya adalah testosteron yang dapat menghambat tangisan. Selain itu, ada juga beberapa norma budaya yang dapat menjelaskan beberapa perbedaan tangisan antara pria dan wanita.
Selain perbedaan jenis kelamin, orang yang berempati dan peduli dengan kesejahteraan orang lain mungkin lebih banyak menangis daripada orang yang kurang berempati. Orang yang cemas, tidak aman, atau obsesif, menangis lebih banyak dan lebih lama daripada orang lain.
Jika Anda memiliki gejala depresi atau kecemasan, atau respons emosional yang dirasa tidak benar, jangan mencoba bertahan sendirian. Gangguan mood dapat berdampak negatif pada setiap bagian kehidupan Anda. Ini termasuk hubungan, pekerjaan, atau sekolah Anda. Mereka juga membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit fisik.
Bicarakan dengan dokter Anda tentang apa yang Anda alami. Dokter mungkin merujuk Anda ke psikiater atau terapis yang berspesialisasi dalam bekerja dengan orang yang memiliki gangguan mood.
Baca juga: Apa Itu Gaslighting dan Bahayanya?
Sumber:
Morris, S. Y. (2019, June 3). Why Can’t I Stop Crying? Healthline. https://www.healthline.com/health/i-cant-stop-crying
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



