Semua artikel
Pikiran

Overthinking, Apa Bahayanya dan Mengapa Perlu Dihindari?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Terlalu dalam ketika memikirkan sesuatu atau biasa disebut dengan overthinking adalah hal yang banyak dialami setiap orang. Kita telah akrab dengan pengalaman overthinking tersebut hingga menjadi hal yang umum terjadi. Meskipun demikian, jika sudah terlalu berlarut-larut, overthinking bisa menawarkan bahayanya terhadap kesehatan tubuh dan jiwa kita.

Umumnya overthinking mengacu pada proses pemikiran yang berulang dan tidak produktif. Ini dikarenakan pikiran dapat difokuskan pada banyak hal yang berbeda. Para ahli pun umumnya membedakan antara perenungan tentang masa lalu dan masa kini, hingga kekhawatiran di masa depan.

Terlepas dari apa yang merujuk pada istilah overthinking, penting untuk Anda turut mengenali apa itu overthinking beserta bahayanya bagi kesehatan Anda. Ini sebagai langkah awal dalam menghadapi sekaligus pencegahan ketika mendapati diri mulai melakukan kecenderungan overthinking yang berlebihan.

Tanda Ketika Anda Overthinking

Setiap manusia bisa terlalu tenggelam dalam pikirannya akan berbagai hal. Setiap individu juga akan menemukan dirinya terjebak dalam spiral “bagaimana-jika” yang tidak pernah berakhir, selalu datang dan hadir dalam kehidupan.

Terlalu banyak kata tanya “bagaimana” sebagai tanda kekhawatiran Anda akan suatu hal yang kemudian tertanam dan bergumul di benak Anda setiap saat. Namun ternyata setiap pertanyaan yang muncul dan terpikirkan di kepala Anda memiliki perbedaan. Yakni antara berpikir dalam jumlah yang tepat hingga terlalu banyak berpikir.

Otak manusia adalah prosesor luar biasa yang membuat keputusan sadar dan bawah sadar hingga 35.000 kali per hari. Analisis dan pengawasan yang cermat dapat meningkatkan beberapa pilihan. Akan tetapi jika seseorang terjebak dalam menganalisis setiap hasil potensial, uji tuntas dapat menyebabkan kekhawatiran berlebihan dan kelumpuhan dalam mengambil keputusan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui apakah Anda terlalu banyak pikiran atau tidak. Yang harus disadari pertama kali tentang overthinking adalah bahwa hal itu bisa terasa sangat mirip dengan pemecahan masalah. Yang mana antara overthinking dan pemecahan masalah adalah dua hal yang jelas berbeda.

Pemecahan masalah ialah ketika Anda mengajukan pertanyaan dengan maksud menemukan jawaban dan/atau menerapkan solusi. Sedangkan overthinking terjadi saat Anda memikirkan kemungkinan dan jebakan tanpa niat nyata untuk memecahkan masalah. Padahal faktanya masalah atau potensi terjadinya masalah bahkan mungkin tidak benar-benar ada.

Overthinking juga terkadang akan terasa seperti refleksi diri. Namun yang membedakan adalah refleksi diri merupakan proses keingintahuan internal yang berakar pada tujuan yang lebih tinggi. Apakah itu untuk tumbuh sebagai pribadi atau mendapatkan perspektif baru. Lalu jika Anda terobsesi dengan sesuatu yang Anda sukai tentang diri Anda yang tidak dapat diubah atau tidak ada niat untuk berkembang, itu bukanlah refleksi diri melainkan overthinking.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda mungkin overthinking, meliputi :

– Berkutat pada peristiwa atau situasi masa lalu

– Keputusan menebak-nebak yang telah dibuat

– Memutar ulang kesalahan dalam pikiran

– Mengulangi percakapan yang menantang atau tidak nyaman

– Memfokuskan pada hal-hal yang tidak dapat Anda kendalikan, ubah atau tingkatkan

– Sering membayangkan skenario atau hasil terburuk

– Mengikuti kekhawatiran Anda dari saat ini dan ke masa lalu yang tidak dapat diubah atau masa depan yang tidak bisa diprediksi

– Sering bertanya namun tidak pernah mengambil tindakan atau keputusan

Baca juga: Strategi Mengekspresikan Emosi dan Perasaan dengan Cara yang Sehat

Lalu, Bagaimana Bahayanya dari Overthinking?

Overthinking yang Anda lalui mungkin terasa seperti sesuatu yang terjadi di kepala Anda. Padahal overthinking lebih serius daripada itu. Pun karena overthinking terdapat beberapa bahanyanya bagi kesehatan mental dan kesejahteraan jiwa Anda.

Terlalu banyak memikirkan sesuatu dapat memengaruhi bagaimana Anda dalam mengalami sesuatu di dunia nyata dan terlibat dengannya. Ini bisa mencegah Anda dalam membuat keputusan penting, membuat Anda tidak bisa menikmati saat-saat tertentu, hingga menguras energi yang Anda butuhkan untuk mengatasi stres sehari-hari.

Selain itu, entah apakah Anda terpaku pada masa lalu atau membuat pemikiran bencana (catastrophizing) tentang masa depan, pola pikir yang lebih destruktif daripada konstruktif ini dapat merusak kesehatan mental dan fisik Anda.

Plus, apakah Anda terpaku pada masa lalu atau membuat bencana tentang masa depan, pola pikir yang lebih destruktif daripada konstruktif dapat merusak kesehatan mental dan kesehatan fisik Anda. Juga sudah banyak studi yang menjelaskan bahwa merenungkan peristiwa yang membuat stres, seiring waktu dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.

Selain kecemasan dan depresi, akan datang dengan bersamaan juga pada gejala fisiknya. Diantaranya seperti kelelahan, sakit kepala, mual, sulit berkonsentrasi, susah tidur hingga perubahan nafsu makan. Terlebih ada ahli juga yang mengatakan bahwa gangguan kecemasan umum terkait dengan tekanan darah tinggi dan kesehatan karidiovaskular yang buruk. Sementara depresi dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan bunuh diri.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Star Syndrome?

 

Sumber:

When Overthinking Becomes a Problem & What You Can Do About It. (2021, April 12). When Overthinking Becomes a Problem & What You Can Do About It | Houston Methodist on Health. https://www.houstonmethodist.org/blog/articles/2021/apr/when-overthinking-becomes-a-problem-and-what-you-can-do-about-it/

Overthinking: Definition, Causes, & How to Stop. (2023). The Berkeley Well-Being Institute. https://www.berkeleywellbeing.com/overthinking.html

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Overthinking, Apa Bahayanya dan Mengapa Perlu Dihindari? — DeepTalk