Deeptalk.co.id – Mencoba untuk move on dan bangkit kembali tentu bukan hal yang mudah. Dalam prosesnya juga melibatkan banyak sekali hal dalam hidup manusia. Termasuk melibatkan kinerja otak yang cukup kompleks. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang kontribusi neurosains dalam proses move on, dan membantu individu menerima kenyataan baru dalam hidupnya.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika Anda mengalami masalah mental, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi langsung bersama psikolog. Dengan begitu Anda bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Move On dalam Perspektif Psikologis
Dalam perspektif psikologis, move on merupakan proses pemulihan emosional dan penyesuaian kognitif individu setelah mengalami kejadian baik maupun buruk yang cukup membekas dalam benak individu tersebut.
Banyak orang beranggapan bahwa move on adalah upaya untuk melupakan kenangan tertentu. Namun, kenyataannya move on berbicara tentang penerimaan terhadap kenyataan, membentuk makna baru, dan persiapan diri terhadap masa depan. Artinya, untuk move on individu tidak perlu melupakan kejadian tertentu. Melainkan dengan ikhlas menerima kejadian tersebut sebagai bagian dari hidup.
Menurut Elisabeth Kübler-Ross, move on memiliki kemiripan dalam proses duka. Dalam hal ini, untuk move on individu perlu melalui beberapa tahap. Mulai dari penolakan (denial), kemarahan (anger), tawar-menawar (bargaining), depresi (depression), sehingga mencapai tahap penerimaan (acceptance). Dimana pada tahap penerimaan inilah individu baru benar-benar move on. Pada tahap penerimaan, individu juga baru bisa menerima segala kejadian dengan lapang dada.
Baca juga: Lepas dari Masa Lalu: Pendekatan CBT dalam Membantu Individu Move On
Move On dalam Perspektif Neurosains
Pada dasarnya move on tidak hanya melibatkan kondisi psikologis individu, melainkan juga kondisi fisiknya. Dalam hal ini struktur otak, zat kimia otak (neurotransmitter), dan proses neuroplastisitas berkontribusi dalam proses move on individu. Berikut beberapa peran neurosains dalam proses move on seseorang:
Amygdala untuk memproses emosi kehilangan
Struktur otak memiliki beberapa bagian penting. Salah satu diantaranya adalah amygdala. Bagian otak tersebut memiliki fungsi sebagai pusat pemrosesan utama untuk emosi, termasuk rasa takut, marah, cemas, dan kebahagiaan, serta memproses memori emosional. Dalam proses move on, amygdala yang membantu individu dalam memproses emosi kehilangan atau perubahan besar yang terjadi dalam hidup individu tersebut. Perasaan yang timbul akibat kehilangan maupun perubahan besar itu, dengan bantuan amygdala individu tidak akan terjebak dalam emosi negatif maupun masa lalu.
Dopamin yang menciptakan efek kecanduan
Selain struktur tertentu pada bagian otak, zat kimia pada otak juga ikut berkontribusi dalam proses move on individu. Dalam hal ini zat kimia yang dimaksud adalah dopamin. Terutama untuk proses move on dari sebuah relationship. Dopamin menjadi zat kimia yang menciptakan efek kecanduan. Saat hubungan berlangsung, cinta yang menggebu-gebu akan membuat tubuh memproses hormon dopamin yang membuatnya bersemangat. Namun, saat cinta itu kandas hormon dopamin bisa turun secara drastis. Turunnya produksi hormon dopamin secara drastis dalam tubuh ini menciptakan gejala yang mirip dengan putus obat.
Prefrontal cortex yang membantu rasionalisasi dan pengambilan keputusan
Bagian otak lain yang berkontribusi dalam proses move on adalah prefrontal cortex. Bagian otak yang satu ini memiliki fungsi eksekutif, seperti perencanaan, pengendalian impuls, pengambilan keputusan, dan memproses emosi maupun sosial. Dalam proses move on individu, prefrontal cortex yang membantu individu untuk berpikir rasional dan bisa mengambil keputusan dengan bijak. Artinya, bagian otak ini juga yang membantu dalam pikiran-pikiran jangka panjang yang menyangkut masa depan. Dengan demikian, proses move on bisa lebih lancar.
Neuroplastisitas dalam pembentukan koneksi baru
Selain bagian otak tertentu dan zat kimia pada otak, neuroplastisitas juga berkontribusi dalam proses move on individu. Neuroplastisitas sendiri merupakan kemampuan otak dalam mengubah struktur dan fungsinya untuk merespon pengalaman, pembelajaran, maupun cedera. Dalam proses move on, neuroplastisitas membantu individu dalam pembentukan koneksi baru. Dimana, otak akan memutus koneksi lama, dan beradaptasi dengan koneksi baru yang dibentuk.
Itu dia penjelasan singkat mengenai move on dalam perspektif psikologis dan neurosains. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa move on bukan hal sederhana. Pasalnya, dalam prosesnya bisa melibatkan kondisi psikologi dan juga fisik individu.
Jika Anda mengalami masalah dalam proses move on, Anda bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Melangkah Maju: Proses Psikologis di Balik Moving On dari Hubungan yang Menyakitkan
Sumber:
LeDoux, J. (2000). Emotion circuits in the brain. Annual Review of Neuroscience, 23, 155–184.
Fisher, H. E., Aron, A., & Brown, L. L. (2005). Romantic love: An fMRI study of a neural mechanism for mate choice. Journal of Comparative Neurology, 493(1), 58–62.
Ochsner, K. N., & Gross, J. J. (2005). The cognitive control of emotion. Trends in Cognitive Sciences, 9(5), 242–249.
Kays, J. L., Hurley, R. A., & Taber, K. H. (2012). The dynamic brain: neuroplasticity and mental health. The Journal of Neuropsychiatry and Clinical Neurosciences, 24(2), 118–124.
Kübler-Ross, E. (1969). On Death and Dying. Macmillan.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



