Deeptalk.co.id – Attachment style adalah pola hubungan emosional yang terbentuk pada masa kanak-kanak. Dimana umumnya melalui interaksi dari pengasuh atau orang tua anak. Attachment style ini cukup mempengaruhi masa depan anak, termasuk dalam hal menjalin hubungan, kepercayaan, keintiman, regulasi emosi, dan lain sebagainya.
Secara tidak langsung, attachment style memang memiliki hubungan dengan kesehatan mental. Lantas, bagaimana hubungan antara attachment style dan kesehatan mental? Artikel ini akan secara khusus membahas topik tersebut. Termasuk tentang gangguan mental apa saja yang bisa dipicu oleh jenis attachment style tertentu.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Attachment Style dan Regulasi Emosi
Dari pengertian attachment style bisa dilihat bahwa hal utama yang paling dipengaruhi adalah kondisi emosional individu. Kondisi emosional ini erat kaitannya dengan kesehatan mental, dan terkait dengan banyak sekali jenis gangguan mental. Dari ini saja kita sudah bisa melihat kaitan antara attachment style dengan kesehatan mental.
Attachment style sendiri bisa berfungsi sebagai regulasi emosi. Berikut fungsi attachment style dalam regulasi emosi:
-
Secure attachment, memiliki kemampuan regulasi emosi yang cukup baik, sehat, mampu menerima dan memberikan dukungan, serta dapat memproses stress secara adaptif.
-
Anxious attachment, memiliki kemampuan regulasi emosi yang mudah merasakan kecemasan akan penolakan, sering merasa tidak aman, dan sangat bergantung secara emosional.
-
Avoidant attachment, memiliki kemampuan regulasi emosi yang cenderung menekan atau menghindari emosi, dan selalu tampak dingin, serta acuh tak acuh. Walau pada dasarnya mereka membutuhkan bantuan, namun sulit terkoneksi secara emosional.
-
Disorganized attachment, memiliki kemampuan regulasi emosi yang cenderung tidak stabil, kacau, dan penuh konflik internal. Mereka kesulitan menetapkan antara kelekatan atau kemandirian dalam sebuah hubungan.
Baca juga: Healing Attachment Wounds: Peran Terapi dalam Mengubah Pola Kelekatan
Gangguan Mental yang Sering Dipicu Oleh Attachment Style
Setiap tipe attachment style memiliki resiko gangguan mental yang berbeda-beda. Berikut jenis-jenis gangguan mental yang potensial terhadap tipe attachment style tertentu:
Depresi
Jenis gangguan mental pertama adalah depresi. Depresi adalah salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan perasaan sedih mendalam sehingga kehilangan minat akan kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Walaupun terkait dengan kesedihan, namun penderita depresi mengalami kesedihan yang jauh lebih sedih dari pada kesedihan pada umumnya. Sehingga hal tersebut bisa mempengaruhi kehidupan, aktivitas sosial, dan merugikan diri sendiri maupun orang sekitar.
Individu dengan anxious attachment dan avoidant attachment akan lebih rentan mengalami depresi. Terutama saat mereka menghadapi konflik, atau sedang dalam tekanan yang besar. Individu dengan kedua tipe attachment style tersebut memiliki self esteem yang rendah dan kesulitan dalam membangun hubungan sosial. Anxious attachment terlalu terikat orang lain, sehingga membuat orang tidak nyaman dengannya. Sedangkan avoidant attachment terlalu mandiri dan cenderung menjauhi orang-orang disekitarnya.
Gangguan kecemasan
Jenis gangguan mental kedua adalah gangguan kecemasan, merupakan jenis gangguan mental yang ditandai dengan perasaan cemas, takut, atau khawatir berlebihan terhadap kondisi atau objek tertentu. Gangguan kecemasan merupakan tingkat yang lebih parah dari kecemasan pada umumnya. Sehingga, penderita gangguan kecemasan bisa bertindak diluar nalar mereka saat menghadapi situasi atau objek yang dicemaskannya.
Individu dengan anxious attachment akan beresiko lebih besar mengalami gangguan kecemasan. Seperti gangguan kecemasan sosial atau gangguan kecemasan umum. Individu dengan anxious attachment cenderung lebih sensitif akan ancaman relasional, atau terlalu fokus pada tanda-tanda penolakan. Dimana hal tersebut bisa memicu kecemasan.
Gangguan kepribadian
Jenis gangguan mental ketiga adalah gangguan kepribadian, yaitu gangguan mental yang ditandai dengan pola pikir dan perilaku yang tidak normal. Individu dengan disorganized attachment akan beresiko lebih besar mengalami gangguan tersebut, misalnya borderline personality disorder dan narcissistic personality disorder. Pasalnya, tipe attachment style yang satu ini cenderung memiliki emosi yang tidak stabil, citra diri yang goyah, dan memiliki pola hubungan yang tidak sehat.
Itu dia beberapa jenis gangguan mental yang berhubungan dengan tipe attachment style tertentu. Dari keempat tipe attachment style, secure attachment merupakan tipe yang beresiko lebih rendah mengalami gangguan mental. Pasalnya, pola asuh yang didapatkan di masa kanak-kanak cenderung lebih sehat dari tipe lainnya.
Jika kamu mengalami masalah dengan pola keterikatan atau attachment style yang kamu miliki. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Sumber:
Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. Guilford Press.
Fonagy, P., & Luyten, P. (2009). A developmental, mentalization-based approach to the understanding and treatment of borderline personality disorder. Development and Psychopathology, 21(4), 1355–1381.
Bifulco, A., Moran, P. M., Ball, C., & Bernazzani, O. (2006). Adult attachment style. Attachment & Human Development, 4(2), 125–144.
Levy, K. N. (2005). The implications of attachment theory and research for understanding borderline personality disorder. Development and Psychopathology, 17(4), 959–986.
Liotti, G. (2004). Trauma, dissociation, and disorganized attachment: Three strands of a single braid. Psychotherapy: Theory, Research, Practice, Training, 41(4), 472–486.
Ward, A., Ramsay, R., Turnbull, S., Benedettini, M., & Treasure, J. (2000). Attachment patterns in eating disorders: Past in the present. International Journal of Eating Disorders, 28(4), 370–376.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



