Semua artikel
Relationship

Move On dengan Sehat: Strategi Psikologis Mengelola Emosi Setelah Putus Cinta

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Proses move on pasca putus cinta mungkin akan menjadi struggle tersendiri untuk individu tertentu. Terutama bagi mereka yang baru mengalami kondisi tersebut. Terkadang, proses move on dilakukan dengan cara-cara yang tidak sehat. Pada akhirnya memberikan dampak negatif untuk diri sendiri. Artikel kali ini akan secara khusus membahas beberapa tips untuk move on dengan sehat.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Apa Itu Move On yang Sehat?

Move on dalam perspektif psikologi artinya menerima dan mengikhlaskan kejadian di masa lalu. Bukan melupakan, melainkan lebih kepada melihat kejadian di masa lalu sebagai media pembelajaran di masa depan. Move on sebenarnya tidak hanya tentang putus cinta.Namun memang istilah tersebut populer di masyarakat yang kaitannya dengan putus cinta.

Setelah putus cinta, tidak sedikit individu yang mencoba move on dengan cara-cara yang tidak sehat. Bisa dengan keterlibatan pergaulan bebas, mengkonsumsi zat-zat adiktif berbahaya, dan masih banyak lagi. Perilaku semacam itu banyak dialami di kalangan remaja yang notabenenya belum memiliki banyak pengalaman seputar cinta dan move on.

Jika dipahami lebih dalam, move on bisa dilakukan dengan cara-cara yang sehat. Justru, move on yang sehat inilah yang bisa membuat individu benar-benar melalui proses move on yang tepat. Move on yang sehat adalah proses menerima kondisi di masa lalu dengan tidak merusak atau merugikan diri sendiri maupun orang disekitar. 

Fokus utama dari move on yang sehat adalah pada pemulihan emosional, bukan pada pelarian emosional. Adapun ciri-ciri dari move on yang sehat adalah sebagai berikut:

  • Mampu mengingat kembali kejadian dimasa lampau tanpa adanya perasaan sedih, marah, maupun emosi negatif lainnya.

  • Tidak memiliki dorongan untuk kembali menjalin hubungan yang tidak sehat.

  • Mampu kembali menjalin hubungan baru dengan batasan dan harapan yang lebih realistis.

  • Fokus terhadap pemulihan emosional dan pertumbuhan diri, bukan pada pelarian maupun pembalasan.

Baca juga: Mindfulness dan Move On: Menghadapi Masa Kini Tanpa Dibelenggu Masa Lalu

Tips Move On dengan Sehat Setelah Putus Cinta

Setiap orang memiliki kapasitas yang berbeda-beda dalam move on setelah putus cinta. Jika kamu merasa terlalu sulit untuk hal tersebut, cobalah beberapa tips berikut:

Menerima dan memvalidasi emosi yang muncul

Setiap emosi itu normal dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk emosi-emosi negatif, seperti sedih, marah, kecewa, dan lain sebagainya. Setelah putus cinta, merasakan emosi negatif adalah yang yang wajar. Maka dari itu, kamu tidak perlu mengabaikan emosi tersebut. Cukup dengan menerima, dan memvalidasi emosi itu. Selain itu dalam ilmu psikologi, membalidasi emosi penting untuk tidak menekan perasaan pribadi.

Menggunakan pendekatan mindfulness

Mindfulness adalah praktik untuk menghadirkan diri secara penuh terhadap apa yang sedang dijalani saat ini, tanpa adanya penghakiman terhadap situasi maupun perasaan yang dialami. Praktik mindfulness secara tidak langsung mengurangi kebiasaan rumination (mengulang-ulang pikiran negatif). Dengan demikian individu bisa fokus terhadap apa yang dihadapi saat ini. Tentunya hal ini juga baik untuk proses move on.

Rekonstruksi makna kehilangan

Tips berikutnya bisa dengan merekonstruksi makna kehilangan. Umumnya kehilangan memang akan membuat orang terpuruk. Namun, tentu ada sedikit dampak positif yang bisa diambil dari kehilangan tersebut. Kamu bisa mengingat kembali hal-hal yang bisa dipelajari dari hubungan sebelumnya, atau bagaimana cara agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Fokus terhadap hal-hal positif ini akan membantumu move on dengan cara yang sehat.

Membangun hubungan sosial yang sehat

Hubungan sosial sedikit banyak mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Selain itu, bisa membantu mendapatkan proses move on yang sehat pula. Dukungan dan support positif dari orang-orang terdekat akan membuat diri merasa lebih dihargai dan bermakna. Maka dari itu, jangan ragu untuk bercerita dengan orang-orang terdekatmu.

Pertimbangkan konsultasi psikologi

Kamu salah jika menganggap konsultasi psikologi hanya untuk orang-orang dengan gangguan mental berat. Masalah putus cinta juga bisa dikonsultasikan dengan psikolog. Justru, psikolog bisa membantu mendeteksi kemungkinan adanya gangguan mental, dan juga memberikan metode terapi yang tepat untuk kondisimu. Jika kamu membutuhkan bantuan psikolog, silahkan kunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana.

Itu dia penjelasan singkat tentang move on dengan sehat, dan beberapa tips yang bisa dipraktekan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dari Luka Menjadi Tumbuh: Konsep Post-Traumatic Growth dalam Proses Moving On

 

Sumber:

Beck, J. S. (2011). Cognitive Behavior Therapy: Basics and Beyond. Guilford Press.
Frankl, V. E. (1985). Man's Search for Meaning. Washington Square Press.
Greenberg, L. S. (2011). Emotion-focused Therapy. APA.
Kabat-Zinn, J. (2003). Mindfulness-Based Interventions in Context. Clinical Psychology.
Bowlby, J. (1988). A Secure Base. Basic Books.
Fisher, H. E., Aron, A., & Brown, L. L. (2006). Romantic love: An fMRI study. Journal of Comparative Neurology.
Hayes, S. C., Strosahl, K. D., & Wilson, K. G. (2011). Acceptance and Commitment Therapy. Guilford Press.
White, M., & Epston, D. (1990). Narrative Means to Therapeutic Ends. Norton & Company.
Markus, H., & Nurius, P. (1986). Possible selves. American Psychologist.
Segal, Z. V., Williams, J. M. G., & Teasdale, J. D. (2013). Mindfulness-Based Cognitive Therapy.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Move On dengan Sehat: Strategi Psikologis Mengelola Emosi Setelah Putus Cinta — DeepTalk