Semua artikel
Emosi

Mengungkap Kekuatan Gratitude: Bagaimana Rasa Syukur Mempengaruhi Kesehatan Mental?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk selalu bersyukur oleh orang tua. Bisa dikatakan bahwa rasa syukur merupakan salah satu pembelajaran utama yang didapatkan di rumah. Namun, tujuan dari diajarkannya rasa syukur itu ternyata bisa memberikan dampak luar biasa untuk kita di masa depan. Salah satunya memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang gratitude atau rasa syukur, dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah kesehatan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, agar mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Gratitude

Beautiful teenage girl looking coquettish smiling and touching flushed cheeks receive compliment standing against white background

Gratitude atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan rasa syukur, merupakan kecenderungan untuk memandang positif terhadap apa yang didapatkan, baik itu dari orang lain, lingkungan, maupun kondisi yang sedang dihadapi. Gratitude akan membantu seseorang untuk mendapatkan kesejahteraan emosional. Tentu hal tersebut baik untuk kondisi mental seseorang. Terlebih lagi dengan era sekarang yang sangat mudah memicu stress dan kecemasan.

Dalam ilmu psikologi, gratitude adalah sebuah emosi positif yang muncul ketika seseorang menyadari bahwa dirinya mendapatkan manfaat atau kebaikan dari faktor eksternal, misalnya dari orang-orang disekitarnya, lingkungan, atau dari hal-hal yang lebih mendalam seperti berkat Tuhan atau alam semesta.

Dalam ilmu psikologi juga, gratitude juga terbagi dalam 3 dimensi, yaitu:

·         Afektif, yaitu kondisi dimana seseorang merasakan emosi positif saat mendapatkan kebaikan.

·         Kognitif, yaitu kondisi dimana seseorang menyadari dan menghargai bahwa kebaikan tersebut datang dari luar dirinya.

·         Sosial, yaitu kondisi dimana seseorang mengakui adanya peran orang lain dalam kebaikan yang dihadapi, dan membina hubungan interpersonal.

Baca juga: Orang Tua Perlu Waspada! Ini Dia Jenis Gangguan Mental yang Mengancam Remaja di Era Modern

Dampak Gratitude Terhadap Kesehatan Mental

Young determined girl smiling and rubbing hands relish good opportunity ready for work standing upbeat and confident against white background

Menerapkan rasa syukur atau gratitude dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang patut untuk dipraktekan. Pasalnya, perilaku tersebut bisa memberikan dampak yang luar biasa untuk kesehatan mental kita. Berikut beberapa dampak penerapan gratitude terhadap kesehatan mental:

Meningkatkan energi positif

Jika kamu menerapkan gratitude secara konsisten, hal tersebut akan membantu meningkatkan energi positif. Misalnya mampu meningkatkan kebahagiaan, ketenangan, dan juga optimisme. Seperti yang sudah dibahas di awal, gratitude sendiri memang merupakan emosi positif. Jika kita selalu dikelilingi oleh hal-hal positif, maka kita akan merasakan lebih banyak hal positif lainnya. Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Emmons & McCullough pada tahun 2003 menyatakan, individu yang rutin menulis gratitude journal mampu meningkatkan energi positif dalam dirinya dibandingkan dengan mereka yang tidak menulis gratitude journal.

Mengurangi gejala depresi dan kecemasan

Dampak lain dari gratitude terhadap kesehatan mental adalah mampu mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Kedua kondisi tersebut merupakan kondisi mental yang banyak dialami oleh generasi sekarang. Gratitude akan membantu seseorang untuk fokus terhadap aspek-aspek positif dalam kehidupan, dengan demikian gejala depresi dan kecemasan yang merupakan aspek negatif akan tertutupi. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wood pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa rasa syukur berkontribusi dalam berkurangnya gejala depresi dan kecemasan.

Meningkatkan resiliensi psikologis

Tidak hanya membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, rupanya gratitude juga membantu kesehatan mental penderita stress dan trauma. Seseorang yang bisa bersyukur akan apa yang didapatkan dipercaya bisa lebih menyesuaikan diri dengan lingkungan yang sulit. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Fredrickson pada tahun 2004 yang menyatakan bahwa orang yang mempraktekkan gratitude memiliki kemampuan coping strategies yang sehat.

Meningkatkan kualitas tidur

Rupanya gratitude juga bisa membantu untuk meningkatkan kualitas tidur. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wood pada tahun 2009. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa seseorang yang merenungkan hal-hal baik dan merasa syukur akan hal tersebut sebelum tidur, akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik dengan durasi yang lebih panjang.

Mendorong hubungan sosial yang lebih sehat

Salah satu dampak yang cukup tidak terduga dari menerapkan gratitude adalah mampu mendorong seseorang untuk memiliki hubungan sosial yang lebih sehat. Hal ini didukung dengan penelitian Algoe, Haidt, dan Gable, pada tahun 2008. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa seseorang yang mengekspresikan rasa syukur kepada orang lain, akan membantu mereka memilik ikatan dan membantun rasa saling percaya.

Itu dia sedikit penjelasan tentang gratitude dan dampaknya terhadap kesehatan mental. Jika kamu ingin meningkatkan rasa syukur atau gratitude untuk menjaga kesehatan mental, cobalah mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Mekanisme Pertahanan Diri

 

Sumber:

Seligman, M. E. P., Steen, T. A., Park, N., & Peterson, C. (2005). Positive psychology progress: Empirical validation of interventions. American Psychologist, 60(5), 410–421. https://doi.org/10.1037/0003-066X.60.5.410.

Emmons, R. A., & McCullough, M. E. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389. https://doi.org/10.1037/0022-3514.84.2.377.

Wood, A. M., Froh, J. J., & Geraghty, A. W. A. (2010). Gratitude and well-being: A review and theoretical integration. Clinical Psychology Review, 30(7), 890–905. https://doi.org/10.1016/j.cpr.2010.03.005.

Fredrickson, B. L. (2004). The broaden-and-build theory of positive emotions. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 359(1449), 1367–1377. https://doi.org/10.1098/rstb.2004.1512.

Wood, A. M., Joseph, S., Lloyd, J., & Atkins, S. (2009). Gratitude influences sleep through the mechanism of pre-sleep cognitions. Journal of Psychosomatic Research, 66(1), 43–48. https://doi.org/10.1016/j.jpsychores.2008.09.002.

Algoe, S. B., Haidt, J., & Gable, S. L. (2008). Beyond reciprocity: Gratitude and relationships in everyday life. Emotion, 8(3), 425–429. https://doi.org/10.1037/1528-3542.8.3.425.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Mengungkap Kekuatan Gratitude: Bagaimana Rasa Syukur Mempengaruhi Kesehatan Mental? — DeepTalk