Deeptalk.co.id – Istilah quarter life crisis tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Terlebih lagi bagi kamu pengguna aktif sosial media. Pasalnya, istilah yang satu ini sedang ramai menjadi perbincangan di berbagai platform sosial media. Bagaimana tidak, pengguna sosial media mayoritas usia remaja dan dewasa awal, sedangkan situasi quarter life crisis ini cukup relate dengan usia tersebut.
Untuk penjelasan lebih detailnya, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai quarter life crisis. Namun perlu diperhatikan bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika pembaca merasa membutuhkan bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog.
Pengertian Quarter Life Crisis
Istilah quarter life crisis berasal dari Bahasa Inggris yang artinya krisis seperempat abad. Dengan demikian, quarter life crisis merupakan kondisi dimana seseorang mengalami perasaan bingung, khawatir, dan kehilangan arah untuk melanjutkan kehidupan saat berada di usia 18 sampai 30 tahun.
Usia 18-30 tahun merupakan usia dimana seseorang memasuki jenjang kehidupan yang lebih tinggi, atau mulai memasuki usia dewasa. Usia dewasa tidak semudah masa anak-anak yang mendapatkan banyak bantuan dari orang-orang sekitar. Usia dewasa menuntut seseorang untuk mampu mengambil keputusan dan tentu saja masuk dalam kehidupan pekerjaan dan lingkup sosial yang lebih tinggi.
Seseorang yang mengalami quarter life crisis umumnya mencemaskan banyak hal dalam kehidupannya. Bisa jadi mengenai pekerjaan, keuangan, pendidikan, asmara, dan lain sebagainya. Banyaknya perubahan dalam hidup yang terjadi dalam waktu singkat ini seringkali berdampak pada kondisi psikologis seseorang.
Hal ini juga yang akhirnya membuat seseorang kesulitan untuk menentukan tujuan hidup mereka. Tidak sedikit dari remaja dan usia dewasa awal yang bahkan mempertanyakan apa fungsi kehidupannya di dunia ini.
Fase Quarter Life Crisis

Quarter life crisis merupakan masalah yang seringkali dialami saat seseorang mulai memasuki usia dewasa. Seorang peneliti dari University of Greenwich di London yang bernama Dr. Olifer Robinson menyatakan bahwa seseorang yang mengalami quarter life crisis akan melewati 4 fase, yaitu:
Fase pertama
Pada fase pertama ini seseorang akan merasa terjebak dalam suatu kondisi. Kondisi tersebut bisa berupa pekerjaan, pendidikan, hubungan asmara, bahkan ketiganya. Dalam keadaan terjebak ini, orang tersebut merasa tidak bisa keluar dari zona tersebut, namun merasa berat juga untuk terus menjalaninya.
Fase kedua
Di fase kedua ini seseorang sudah mulai menyadari posisinya dan berusaha semaksimal mungkin untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Sayangnya fase ini merupakan fase yang cukup rentan. Saat seseorang salah mengambil langkah dalam fase ini, mereka bisa kembali ke fase pertama.
Fase ketiga
Saat seseorang berhasil melalui fase kedua dengan baik, mereka akan masuk ke fase ketiga dimana mereka sudah mulai merasa nyaman dengan kehidupannya. Umumnya fase ini dirasakan setelah seseorang berhasil mencapai sesuatu yang diusahakan di fase kedua.
Baca juga : Bagaimana Bisa Rokok Mempengaruhi Kondisi Mental Seseorang?
Fase keempat
Di fase terakhir ini seseorang sudah mulai timbul komitmen terhadap pekerjaan, pendidikan, dan juga hubungan asmaranya. Telah ada rasa nyaman dalam menjalani kehidupannya. Namun, tidak berhenti disitu saja, tentunya akan ada lagi fase baru yang menunggu kedepannya.
Tanda-Tanda Quarter Life Crisis

Quarter life crisis sebenarnya hanyalah sebuah proses yang perlu kita lalui. Sayangnya, proses ini tidak sesederhana teorinya. Banyak hal yang akhirnya berdampak akibat quarter life crisis, salah satunya adalah kondisi mental yang berantakan. Beberapa orang bahkan mengalami stress berat, bahkan depresi dalam melalui fase yang satu ini. Untuk itu, perlu diketahui apa saja tanda-tanda dari quarter life crisis berikut:
Perilaku impulsif
Walaupun tidak sering, namun ada saja orang-orang yang mengalami quarter life crisis akhirnya melakukan perilaku impulsif. Misalnya berhenti bekerja tanpa melakukan pertimbangan yang akhirnya berdampak pada penyesalan di belakang.
Bingung akan masa depan
Padahal sudah jelas masuk kuliah jurusan apa, atau bahkan sudah memiliki pekerjaan yang baik, namun masih membingungkan masa depan. Inilah yang terjadi pada seseorang yang mengalami quarter life crisis. Kebingungan akan masa depan ini akhirnya membuat mereka mempertanyakan apa tujuan pendidikan atau pekerjaan yang mereka jalani.
Sulit mengambil keputusan
Seseorang yang mengalami quarter life crisis cenderung mengalami kesulitan untuk mengambil keputusan. Terlebih lagi jika keputusan tersebut berhubungan dengan masa depan yang dimiliki.
Kehilangan motivasi
Saat mengalami quarter life crisis seseorang juga mengalami kehilangan motivasi. Hal ini tentu berdampak pada kegiatan sehari-hari. Mereka akan terlihat kurang semangat dalam menjalani aktivitasnya.
Mengalami peningkatan kecemasan
Tidak hanya kehilangan motivasi, quarter life crisis juga bisa membuat seseorang mengalami peningkatan kecemasan. Kecemasan ini tidak jauh seputar hal-hal seperti pendidikan, pekerjaan, dan juga hubungan asmara. Peningkatan kecemasan ini jugalah yang bisa membuat seseorang mengalami stress, bahkan depresi.
Seperti itulah quarter life crisis yang sering dibahas pada berbagai platform sosial media. Walau cukup sederhana, namun jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli seperti Psikolog atau Psikiater jika kamu mengalami kondisi tersebut. Terlebih lagi jika kondisi mu sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Kebutuhan Psikologis Pecandu Narkoba
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



