Semua artikel
Sosial

Isolasi Sosial dalam Lansia: Antara Realitas Fisik dan Kebutuhan Emosional

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Lansia atau lanjut usia adalah istilah untuk kelompok sosial yang berusia 60 tahun keatas. Para lansia ini merupakan individu-individu yang rentan mengalami isolasi sosial. Isolasi sosial pada lansia adalah kondisi dimana lansia memiliki sedikit sekali interaksi sosial, atau kedekatan dengan orang lain.

Isolasi sosial pada lansia memang tidak selalu diiringi dengan rasa kesepian. Namun, kondisi tersebut bisa memicu banyak sekali masalah kesehatan mental. Lantas, apa yang memicu isolasi sosial pada lansia dan bagaimana cara mengantisipasinya? Artikel kali ini akan secara khusus membahas topik tersebut.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Penyebab Isolasi Sosial Pada Lansia

Tangan, Manusia, Wanita, Dewasa, Tua

Resiko isolasi sosial pada lansia memang sangat besar. Hal ini dikarenakan pemicu dari kondisi tersebut juga cukup banyak, diantaranya:

Kehilangan pasangan atau teman sebaya

Memiliki usia yang panjang memang merupakan sebuah berkah. Namun disisi lain kita juga akan menyaksikan satu per satu orang yang dicintai meninggal dunia. Kondisi semacam itu bisa menimbulkan trauma psikologis yang bisa berujung pada isolasi sosial. Selain itu, kondisi ini juga mengurangi jaringan sosial bagi lansia.

Masalah mobilitas dan kesehatan

Lansia mengalami penurunan kesehatan dan aktivitas fisik karena faktor usia. Lansia menjadi lebih rentan mengalami arthritis, stroke, gangguan penglihatan, atau gangguan pendengaran. Dimana semua itu bisa membatasi kemampuan bersosial mereka.

Pensiun dan hilangnya peran sosial

Bagi lansia yang semasa mudanya membangun karir dan memasuki usia pensiun, tentu bukan hal mudah untuk menghadapi perubahan tersebut. Banyak lansia yang pada akhirnya merasa kehilangan peran sosialnya, dan berujung pada upaya menarik diri dari lingkungan.

Tinggal sendiri

Tidak sendiri lansia yang pada akhirnya tinggal sendiri. Dimana mereka sudah kehilangan pasangan, anak-anak yang memilih tinggal terpisah, dan kondisi lainnya. Sayangnya, lansia yang tinggal sendiri justru lebih beresiko mengalami isolasi sosial.

Stigma usia dan diskriminasi

Beberapa orang memiliki stigma bahwa lansia tidak perlu lagi melakukan apapun, atau tidak relevan dengan kehidupan modern. Stigma semacam itu membuat lansia tidak berdaya di masyarakat. Jika terus berlangsung, lansia akan memiliki sedikit sekali interaksi sosial.

Baca juga: Ini Dia Efek Jangka Panjang Isolasi Sosial yang Tidak Mendapatkan Penanganan Sesegera Mungkin

Dampak Isolasi Sosial Pada Lansia

Tangan, Manusia, Manusia Purba, Usia

Mengalami isolasi sosial di usia yang tidak muda lagi membuat lansia mengalami berbagai masalah, diantaranya:

  • Dampak psikologis, lansia yang mengalami isolasi sosial beresiko lebih besar mengalami masalah psikologis, misalnya kondisi depresi dan kecemasan.
  • Dampak fisik, dimana lansia dengan isolasi sosial beresiko mengalami penurunan sistem imun, dan resiko kematian dini.
  • Dampak kognitif, lansia dengan isolasi sosial beresiko mengalami penurunan kemampuan kognitif yang berujung pada demensia.

Baca juga: Isolasi Sosial dan Teori Kebutuhan Dasar Maslow: Apa yang Terjadi Saat Kebutuhan Sosial Tidak Terpenuhi?

Cara Mengatasi dan Mengantisipasi Isolasi Sosial Pada Lansia

Bersama, Tangan, Doa, Menyentuh

Untuk meminimalisir kemungkinan isolasi sosial pada lansia, kita bisa melakukan beberapa cara berikut:

Meningkatkan interaksi sosial

Cara pertama adalah dengan meningkatkan interaksi sosial, misalnya dengan mengikuti komunitas lansia seperti posyandu lansia, klub lansia, atau kelompok pengajian dan sosial yang bisa menjadi sarana interaksi. Keluarga juga bisa berperan dalam hal ini. Misalnya dengan banyak-banyak meluangkan waktu bersama lansia, atau melibatkan lansia dalam kegiatan keluarga.

Pemanfaatan teknologi secara inklusif

Berada jauh dari lansia, bukan alasan untuk tidak membantu lansia keluar dari isolasi sosial. Kita bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Misalnya dengan melakukan panggilan jarak jauh berupa suara maupun video. Bisa juga berinteraksi melalui sosial media, dan masih banyak lagi.

Pemberdayaan lansia

Berada di usia senja bukan berarti lansia tidak diikutsertakan dalam kegiatan apapun. Justru lansia butuh diberdayakan agar merasa berguna dan dihargai. Pemberdayaan lansia juga membantu lansia agar tetap bugar dan aktif. Namun tetap disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan lansia.

Perencanaan lingkungan ramah lansia

Dalam skala besar, atau dengan bantuan pemerintah kita bisa membuat perencanaan lingkungan ramah lansia. Misalnya dengan memperbanyak ruang terbuka hijau, tempat ibadah, dan fasilitas umum yang mudah diakses lansia.

Layanan dukungan profesional

Beberapa kondisi memang diluar kemampuan orang awam. Jika memang dirasa perlu, tidak ada salahnya untuk memberikan layanan dukungan untuk lansia dari para profesional. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan mengatur waktu konsultasi untuk orang tua atau lansia di sekitarmu. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan bantuan dari para profesional di bidangnya.

Itu dia sedikit gambaran mengenai penyebab, dampak, dan cara mengantisipasi isolasi sosial pada lansia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Dari Pilihan hingga Keterpaksaan: Memahami Isolasi Sosial Sukarela dan Tidak Sukarela

 

Sumber:

Cacioppo, J. T., & Hawkley, L. C. (2003). Social isolation and health, with an emphasis on underlying mechanisms. Perspectives in Biology and Medicine, 46(3), S39–S52.
Courtin, E., & Knapp, M. (2017). Social isolation, loneliness and health in old age: a scoping review. Health & Social Care in the Community, 25(3), 799-812.
Holt-Lunstad, J., Smith, T. B., Baker, M., Harris, T., & Stephenson, D. (2015). Loneliness and social isolation as risk factors for mortality: A meta-analytic review. Perspectives on Psychological Science, 10(2), 227–237.
Nicholson, N. R. (2012). A review of social isolation: an important but underassessed condition in older adults. The Journal of Primary Prevention, 33(2-3), 137–152.
Kuiper, J. S., Zuidersma, M., Oude Voshaar, R. C., Zuidema, S. U., van den Heuvel, E. R., Stolk, R. P., & Smidt, N. (2015). Social relationships and risk of dementia: a systematic review and meta-analysis of longitudinal cohort studies. Ageing Research Reviews, 22, 39–57.
Steptoe, A., Shankar, A., Demakakos, P., & Wardle, J. (2013). Social isolation, loneliness, and all-cause mortality in older men and women. Proceedings of the National Academy of Sciences, 110(15), 5797–5801.
Victor, C. R., & Bowling, A. (2012). A longitudinal analysis of loneliness among older people in Great Britain. Journal of Psychology, 146(3), 313-331.
Ayalon, L., & Tesch-Römer, C. (2018). Contemporary perspectives on ageism. Springer.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Isolasi Sosial dalam Lansia: Antara Realitas Fisik dan Kebutuhan Emosional — DeepTalk