Deeptalk.co.id – Gangguan skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa yang sering mendapatkan julukan “gila”. Bagaimana tidak, penderita gangguan skizofrenia ditandai dengan adanya delusi dan halusinasi. Gabungan antara kedua gejala itu membuat dirinya terlihat berbeda, tidak hanya dengan perilakunya, namun juga dengan pemikirannya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penderita gangguan skizofrenia beresiko 2-3 kali lebih besar mengalami kematian dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut. Gangguan ini juga masuk dalam kategori gangguan psikosis. Dengan demikian penderita akan mengalami masalah dalam pikiran dan kesadarannya. Selain itu skizofrenia merupakan gangguan jangka panjang. Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang mampu menyembuhkan kondisi tersebut. Namun dengan perawatan intens tentu bisa meminimalisir gejala dan membantu penderita untuk hidup dengan normal.
Penderita skizofrenia sangat penting untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya gejala yang semakin parah, dan tentunya agar penderita tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari secara mandiri. Agar bisa mendapatkan perawatan sedini mungkin, tentu kita perlu tahu gejala awal yang biasanya dirasakan oleh penderita skizofrenia. Untuk itu, artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gejala awal skizofrenia yang sering diabaikan.
Namun sebelum kita masuk pada pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Hal tersebut akan membantu kamu mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Perlu diketahui juga bahwa self diagnosis merupakan langkah yang sangat tidak dianjurkan. Pasalnya, selain dapat memperbesar kemungkinan kesalahan diagnosis dan penanganan, self diagnosis juga bisa memicu kecemasan berlebih akibat overdiagnosis.
Kembali pada topik pembahasan utama. Setiap penderita skizofrenia bisa jadi menunjukan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Untuk itu sangat penting mendapatkan diagnosis dari ahlinya, yaitu psikolog atau psikiater. Namun, sebagai rujukan awal yang menjadi reminder untuk kita mengunjungi psikolog atau psikiater, kita bisa melihat beberapa gejala skizofrenia berikut:
Mengisolasi Diri

Penderita skizofrenia memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh delusi dan halusinasi yang mereka alami. Delusi sendiri adalah kepercayaan terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak nyata. Sedang halusinasi adalah kemampuan melihat, mendengar, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata.
Pemikiran dan perilaku mereka yang berbeda dengan orang lainlah yang membuat mereka cenderung mengisolasi diri dari dunia. Tidak hanya dengan teman atau rekan kerja, penderita skizofrenia juga biasa mengisolasi diri dari saudara dan keluarga dekat mereka.
Sayangnya, mengisolasi diri ini justru dapat memperparah kondisi penderita. Pasalnya mereka tidak akan memiliki pemahaman yang sebenarnya perlu mereka pahami. Selain itu, tidak ada orang yang akhirnya bisa menolong mereka untuk mendapatkan pertolongan dari para ahli. Dimana para ahli inilah yang nantinya akan membantu mereka agar bisa menjalani kehidupan dengan normal.
Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Pemerkosaan dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental
Mengalami Gangguan Tidur

Salah satu pengaruh delusi dan halusinasi yang dialami oleh penderita skizofrenia adalah terganggunya pola tidur. Dalam hal ini penderita bisa jadi tidur lebih lama, kurang tidur, atau bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Beberapa dari mereka memilih tidur lebih lama sebagai media pelarian dari delusi dan halusinasi yang mereka anggap mengganggu. Disisi lain, mereka yang kurang tidur dan tidak bisa tidur dengan nyenyak karena merasa terganggu dengan delusi dan halusinasi tersebut.
Kecurigaan yang Tinggi Terhadap Lingkungan

Penderita skizofrenia tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata. Hal inilah yang membuat mereka memiliki kecurigaan yang besar terhadap lingkungan mereka. Beberapa halusinasi dan delusi yang dialami membuat penderita merasa terancam. Akibatnya, penderita akan selalu waspada dalam segala kondisi.
Misalnya salah satu halusinasi mereka adalah hadirnya sosok yang hendak membunuh atau menyakiti mereka. Walaupun itu hanya sekedar halusinasi, namun mereka tetap bisa melihat orang tersebut dan menganggap itu nyata. Maka tidak heran jika mereka memiliki kecurigaan yang cukup tinggi.
Itu dia beberapa gejala skizofrenia yang jarang disadari oleh kebanyakan orang. Dapat disimpulkan dari artikel diatas bahwa, penderita skizofrenia mengalami delusi dan halusinasi yang membuat mereka kesulitan untuk hidup dengan normal. Pemikiran akan hal-hal yang tidak nyata, ditambah dengan kemampuan panca indera untuk merasakan hal-hal yang tidak ada akan semakin mempersulit kondisi penderita. Untuk itu, penting bagi orang-orang yang mengalami beberapa gejala skizofrenia mendapatkan penanganan dari para ahli. Dalam hal ini penanganan dari psikolog atau psikiater. Hal tersebut cukup penting untuk meminimalisir tingkat keparahan dan kemunculan gejala lain yang lebih parah.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ternyata Marah Bisa Berdampak Positif Bagi Kehidupan Sehari-Hari
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



