Semua artikel
Gangguan Psikotik

Skizofreniform Apakah Sama Dengan Skizofrenia?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Isu kesehatan mental memang sudah cukup familiar akhir-akhir ini. Pemahaman terkait kesehatan mental sangat penting agar kita tidak mudah memberikan penilaian kepada orang-orang yang berbeda dengan kita. Lagi pula, kategori gangguan mental sendiri cukup beragam, mulai dari yang ringan, hingga yang berat.

Tidak semua penderita gangguan mental akan berakhir dirawat di rumah sakit jiwa. Kabar baiknya, banyak penderita gangguan mental yang tetap bisa menjalani hidup layaknya orang-orang pada umumnya. Meski demikian, bukan berarti kita bisa mengabaikan masalah yang satu ini. Pasalnya, gangguan mental ringan yang tidak mendapatkan penanganan tepat, bisa berkembang menjadi lebih serius.

Salah satu gangguan mental serius yang cukup familiar di kalangan orang-orang yang mempelajari ilmu psikologi adalah skizofrenia. Bagi orang awam, kondisi ini sering kali dikenal dengan istilah “orang gila”. Namun pada kenyataannya, tidak semua penderita skizofrenia bagaikan orang gila yang kita jumpai di jalanan. Meski demikian, gejala utama dari skizofrenia yaitu delusi dan halusinasi, yang membuat mereka kesulitan membedakan kenyataan dan tidak nyata. Hal inilah yang membuat mereka dipandang aneh, dan sering dijuluki sebagai “orang gila”.

Tahukah kamu bahwa selain skizofrenia, gangguan mental lain yang dikenal dengan skizofreniform juga memiliki gejala serupa. Dari segi nama sendiri, keduanya memang memiliki kemiripan. Lantas, apakah skizofrenia sama dengan skizofreniform? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara lebih detail menjelaskan mengenai skizofreniform.

Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Skizofreniform

Sama halnya dengan penderita skizofrenia, penderita skizofreniform juga mengalami gejala psikotik, seperti delusi, halusinasi, dan perubahan perilaku. Dengan demikian, penderita skizofreniform juga mengalami kesulitan untuk membedakan kejadian nyata dan tidak hanya. Meski demikian, gejala yang dialami oleh penderita skizofreniform cenderung lebih singkat dari penderita skizofrenia. Hal inilah yang membuat skizofreniform dikenal sebagai skizofrenia jangka pendek.

Penderita skizofreniform akan mengalami gejala serupa dengan penderita skizofrenia, dengan jangka waktu kurang dari 6 bulan. Namun jika gejala terus berlangsung hingga lebih dari 6 bulan, maka penderita akan didiagnosa sebagai skizofrenia, bukan lagi skizofreniform.

Gangguan skizofreniform sendiri tidak mengenal jenis kelamin. Artinya, penderita skizofreniform bisa jadi orang dengan jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Meski demikian, skizofreniform pada laki-laki umumnya menunjukan gejala di usia lebih muda, yaitu sekitar usia 18 – 24 tahu. Sedangkan gejala skizofreniform pada perempuan umumnya akan muncul pada usia 24 – 35 tahun.

Baca juga: Penyebab dan Dampak Dari Schizoaffective Disorder Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Penyebab Skizofreniform

Sama halnya dengan skizofrenia, penyebab dari skizofreniform juga multifaktorial. Artinya, kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai macam faktor. Dengan demikian, hingga saat ini belum diketahui penyebab utama seseorang mengalami kondisi skizofreniform. Adapun faktor-faktor yang bisa memicu gangguan skizofreniform adalah sebagai berikut:

Faktor genetik

Dalam kasus skizofreniform, faktor genetik bisa menjadi salah satu faktor pemicunya. Jika individu dengan kedua orang tua yang mengidap skizofreniform, maka individu tersebut memiliki kemungkinan 40% lebih besar untuk mengembangkan skizofreniform dalam dirinya. Persentase tersebut bisa lebih besar sekitar 46%, bagi individu yang memiliki saudara kembar identik dengan kondisi skizofreniform.

Faktor lingkungan

Tidak bisa dipungkiri bahwa faktor lingkungan juga cukup mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Hal serupa juga berlaku pada kasus gangguan skizofreniform. Individu dengan berat lahir rendah, mengalami preeklamsia, dan tinggal di tempat dengan tingkat stress tinggi bisa memicu kondisi skizofreniform. Selain itu, individu yang pernah mengalami kejadian traumatis, terutama bagi mereka yang mengalaminya di masa kanak-kanak, juga bisa meningkatkan resiko skizofreniform.

Infeksi atau paparan virus

Resiko individu mengalami gangguan skizofreniform juga bisa lebih besar jika individu tersebut mengalami infeksi atau terpapar virus tertentu. Misalnya pada bayi yang terpapar virus di awal masa perkembangannya. Hal tersebut bisa lebih beresiko pada bayi yang sedang dalam kandungan. Artinya, virus terpapar oleh ibu, dan mempengaruhi perkembangan janinnya.

Itu dia penjelasan mengenai gangguan skizofreniform. Dapat disimpulkan bahwa gangguan skizofreniform memang memiliki banyak kesamaan dengan gangguan skizofrenia, mulai dari gejala, faktor pemicu, bahkan proses penanganannya. Meski demikian, jika penderita mengalami gejala-gejala tersebut selama kurang dari 6 bulan, maka kondisinya akan didiagnosa sebagai gangguan skizofreniform. Sedangkan penderita dengan gejala-gejala serupa yang berlangsung selama lebih dari 6 bulan, maka kondisinya akan didiagnosa sebagai gangguan skizofrenia. Terlepas dari itu semua, diagnosa gangguan skizofreniform maupun gangguan mental lainnya hanya bisa ditegakkan oleh psikolog atau psikiater. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan diagnosa dan penanganan, mengingat banyaknya jenis gangguan mental dengan gejala serupa.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mengenal Gejala Schizoaffective Disorder

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Skizofreniform Apakah Sama Dengan Skizofrenia? — DeepTalk