Deeptalk.co.id – Kalian mungkin pernah menjumpai suatu daerah yang memiliki kepercayaan kuat terhadap hal-hal mistis. Kepercayaan terhadap hal-hal mistis memang sulit untuk dimasukkan dalam logika manusia. Terlebih lagi jika kepercayaan tersebut tidak hanya dimiliki oleh satu orang saja, melainkan oleh beberapa, bahkan sekelompok orang. Namun tahukah kamu bahwa sekelompok orang dengan kepercayaan akan hal-hal yang tidak nyata adanya itu bisa dijelaskan dalam ilmu psikologi. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah shared psychotic disorder atau gangguan psikotik bersama.
Lalu, seperti apa sebenarnya kondisi shared psychotic disorder itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas seputar kondisi shared psychotic disorder. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Shared Psychotic Disorder

Shared psychotic disorder adalah salah satu gangguan mental yang juga masuk dalam kategori gangguan psikotik. Gangguan psikotik sendiri ditandai dengan kesulitan untuk membedakan kejadian nyata dan imajinasi mereka. Umumnya, penderita gangguan psikotik akan mengalami delusi, halusinasi, hingga masalah perilaku.
Seperti namanya, shared psychotic disorder merupakan gangguan psikotik yang didapatkan akibat pengaruh dari pikiran-pikiran tidak rasional atau delusi dari orang lain. Bisa dikatakan bahwa kondisi ini merupakan penularan dari penderita gangguan psikotik lainnya. Uniknya, orang-orang yang mudah terpengaruh akan pikiran-pikiran tidak rasional ini justru merupakan orang yang sehat secara mental, bahkan memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Sama halnya dengan gangguan psikotik lainnya, penderita shared psychotic disorder juga pada akhirnya mengalami kesulitan untuk membedakan kejadian nyata dan imajinasi mereka. Hal ini tentu dipicu oleh pikiran-pikiran tidak rasional yang telah mereka adopsi dari penderita gangguan psikotik lainnya.
Kabar buruknya, kondisi shared psychotic disorder ini justru bisa menjadi penyebab terjadinya bunuh diri massal. Pasalnya, satu individu awal yang memiliki gangguan psikotik bisa menularkan pikiran-pikiran tidak realistisnya untuk melakukan upaya bunuh diri, dan penderita shared psychotic disorder bisa mengadopsi pemikiran tersebut. Sangat mungkin juga pengadopsi pikiran tidak realistis tersebut tidak hanya satu dua orang saja, melainkan sekelompok orang.
Baca juga: Tiga Ciri Utama Gangguan Delusional
Penyebab Shared Psychotic Disorder

Pada dasarnya penyebab seseorang mengalami shared psychotic disorder tentunya karena adanya hubungan dengan para penderita gangguan psikotik. Meski demikian, tidak semua orang yang memiliki hubungan dengan penderita gangguan psikotik mengalami kondisi shared psychotic disorder. Terdapat beberapa faktor yang bisa memperkuat seseorang mengalami kondisi shared psychotic disorder, yaitu:
Faktor genetik
Faktor pemicu shared psychotic disorder yang pertama adalah faktor genetik. Sudah menjadi pengetahuan umum bagaimana genetik bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang. Dalam kasus shared psychotic disorder, seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan psikotik, akan berpotensi lebih besar mengalami shared psychotic disorder.
Faktor biologis
Selain faktor genetik, faktor biologis juga dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang. Dalam banyak kasus gangguan mental, termasuk kondisi shared psychotic disorder, seseorang yang pernah mengalami masalah neurologis atau cedera kepala, bisa saja mengalami shared psychotic disorder atau gangguan mental lainnya.
Faktor sosial
Faktor pemicu shared psychotic disorder selanjutnya adalah faktor sosial. Dalam hal ini, faktor sosial bisa karena tinggal di lingkungan dengan kepercayaan kuat akan hal-hal yang tidak rasional, pernah mengalami kejadian traumatis, dan lain sebagainya.
Gejala Shared Psychotic Disorder

Setiap penderita shared psychotic disorder bisa saja menunjukan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Selain itu, banyak gejala yang dialami penderita shared psychotic disorder memiliki kesamaan dengan gangguan mental lainnya. Maka dari itu, untuk menegakkan diagnosa shared psychotic disorder, hanya bisa dilakukan oleh psikolog atau psikiater. Meski demikian, untuk pengenalan awal, kita bisa melihat beberapa gejala umum dari kondisi shared psychotic disorder berikut:
· Mengalami kesulitan untuk membedakan kenyataan dan imajinasinya.
· Beberapa dari mereka memiliki gangguan mental sekunder, seperti gangguan kecemasan, depresi, stress berkepanjangan, dan lain sebagainya.
· Cenderung paranoid, atau mudah curiga terhadap orang lain.
· Merasa tidak ada yang salah dengan pikiran-pikiran tidak rasional yang miliki oleh penderita gangguan psikotik yang mereka adopsi pemikirannya.
· Umumnya memiliki kepribadian dependen, yaitu ketergantungan berlebih terhadap orang lain yang membuat mereka akan mudah mempercayai segala sesuatu yang dikatakan oleh orang lain.
· Mengalami gejala-gejala psikotik secara bertahap, seperti delusi, halusinasi, perubahan perilaku, dan lain sebagainya. Bahkan, kondisi tersebut bisa menjadi lebih parah jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Itu dia sekilas penjelasan mengenai kondisi shared psychotic disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Skizofreniform Apakah Sama Dengan Skizofrenia?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



